Pembagian administratif Dinasti Tang

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Wilayah Dinasti Tang dynasty territory and sirkuit inspeksi (道 dào) tahun 742, menurut The Cambridge History of China.
Wilayah Dinasti Tang dan perubahannya sepanjang sejarah.

Dinasti Tang mengelola wilayah menggunakan sistem hierarkis dari tiga divisi menurun: sirkuit dào (道), prefektur zhōu (州), dan kabupaten xiàn (縣). Prefektur pernah disebut jùn 郡 dan juga zhōu 州 secara bergantian sepanjang sejarah, yang menyebabkan kebingungan, tetapi dalam kenyataannya status politik keduanya sama. Prefektur selanjutnya diklasifikasikan menjadi Prefektur Atas (shàngzhōu 上州), Prefektur Tengah (zhōngzhōu 中州), atau Prefektur Bawah (xiàzhōu 下州) tergantung pada populasinya. Sebuah Prefektur Atas terdiri dari 40.000 rumah tangga dan lebih, Prefektur Tengah 20.000 rumah tangga dan lebih, dan sebuah Prefektur Bawah semua yang populasinya di bawah 20.000 rumah tangga.

Beberapa prefektur dikategorikan lebih lanjut sebagai prefektur benteng, prefektur besar, prefektur terkenal, atau prefektur kunci untuk tujuan strategis. Prefektur unggul disebut fu (府).

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Sepuluh sirkuit Dinasti Tang awal pada masa kejayaannya (660-663 M).

Kaisar Taizong (berkuasa 626−649) membentuk 10 "sirkuit" (道, dào) pada tahun 627 sebagai daerah untuk komisioner kekaisaran untuk memantau operasi prefektur, bukan sebagai suatu tingkat administrasi langsung. Pada awal Tang entitas geopolitik ini tidak didasarkan pada realitas pemerintahan tetapi kemudahan penggunaan ketika berkomunikasi mengenai daerah mana yang harus dipantau oleh para komisioner kekaisaran. Para pejabat prefektur menjawab langsung kepada pemerintah pusat hingga pertengahan Dinasti Tang ketika sirkuit mengambil tanggung jawab pemerintahan yang baru. Pada tahun 639, terdapat 10 sirkuit, 43 komanderi (都督府, dūdū fǔ), dan 358 prefektur (州 dan kemudian 府, ).[1] Pada tahun 733, Kaisar Xuanzong memekarkan jumlah sirkuit menjadi 15 dengan membentuk sirkuit terpisah untuk daerah-daerah di sekitar Chang'an dan Luoyang, dan dengan memecah sirkuit Shannan dan Jiangnan yang besar masing-masing menjadi 2 dan 3 sirkuit baru. Dia juga membentuk sistem komisioner inspeksi permanen, meskipun tanpa kekuatan eksekutif.[2] Pada tahun 740 M, pembentukan wilayah administratif Dinasti Tang mencapai 15 sirkuit, 328 prefektur, dan 1573 kabupaten. Di bawah reformasi Kaisar Zhongzong, Ruizong, dan Xuanzong, sirkuit-sirkuit ini menjadi pembagian administratif permanen. Sirkuit diserahkan kepada sejumlah komisioner kekaisaran permanen dengan berbagai tujuan dan gelar mulai sekitar tahun 706 M.

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Twitchett 1979, hlm. 203, 205.
  2. ^ Twitchett 1979, hlm. 404.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  • Andrade, Tonio (2016), The Gunpowder Age: China, Military Innovation, and the Rise of the West in World History, Princeton University Press, ISBN 978-0-691-13597-7 .
  • Asimov, M.S. (1998), History of civilizations of Central Asia Volume IV The age of achievement: A.D. 750 to the end of the fifteenth century Part One The historical, social and economic setting, UNESCO Publishing 
  • Barfield, Thomas (1989), The Perilous Frontier: Nomadic Empires and China, Basil Blackwell 
  • Barrett, Timothy Hugh (2008), The Woman Who Discovered Printing, Great Britain: Yale University Press, ISBN 978-0-300-12728-7  (alk. paper)
  • Beckwith, Christopher I (1987), The Tibetan Empire in Central Asia: A History of the Struggle for Great Power among Tibetans, Turks, Arabs, and Chinese during the Early Middle Ages, Princeton University Press 
  • Bregel, Yuri (2003), An Historical Atlas of Central Asia, Brill 
  • Drompp, Michael Robert (2005), Tang China And The Collapse Of The Uighur Empire: A Documentary History, Brill 
  • Ebrey, Patricia Buckley (1999), The Cambridge Illustrated History of China, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 0-521-66991-X  (paperback).
  • Ebrey, Patricia Buckley; Walthall, Anne; Palais, James B. (2006), East Asia: A Cultural, Social, and Political History, Boston: Houghton Mifflin, ISBN 0-618-13384-4 
  • Golden, Peter B. (1992), An Introduction to the History of the Turkic Peoples: Ethnogenesis and State-Formation in Medieval and Early Modern Eurasia and the Middle East, Otto Harrassowitz · Wiesbaden 
  • Graff, David A. (2002), Medieval Chinese Warfare, 300-900, Warfare and History, London: Routledge, ISBN 0415239559 
  • Graff, David Andrew (2016), The Eurasian Way of War Military Practice in Seventh-Century China and Byzantium, Routledge, ISBN 978-0-415-46034-7 .
  • Guy, R. Kent (2010), Qing Governors and Their Provinces: The Evolution of Territorial Administration in China, 1644-1796, Seattle: University of Washington Press, ISBN 9780295990187 
  • Haywood, John (1998), Historical Atlas of the Medieval World, AD 600-1492, Barnes & Noble 
  • Latourette, Kenneth Scott (1964), The Chinese, their history and culture, Volumes 1-2, Macmillan 
  • Lorge, Peter A. (2008), The Asian Military Revolution: from Gunpowder to the Bomb, Cambridge University Press, ISBN 978-0-521-60954-8 
  • Millward, James (2009), Eurasian Crossroads: A History of Xinjiang, Columbia University Press 
  • Needham, Joseph (1986), Science & Civilisation in China, V:7: The Gunpowder Epic, Cambridge University Press, ISBN 0-521-30358-3 
  • Perry, John C.; L. Smith, Bardwell, Essays on T'ang Society: The Interplay of Social, Political and Economic Forces, Leiden, The Netherlands: E. J. Brill, ISBN 90 04 047611 
  • Rong, Xinjiang (2013), Eighteen Lectures on Dunhuang, Brill 
  • Shaban, M. A. (1979), The ʿAbbāsid Revolution, Cambridge: Cambridge University Press, ISBN 0-521-29534-3 
  • Sima, Guang (2015), Bóyángbǎn Zīzhìtōngjiàn 54 huánghòu shīzōng 柏楊版資治通鑑54皇后失蹤, Yuǎnliú chūbǎnshìyè gǔfèn yǒuxiàn gōngsī, ISBN 957-32-0876-8 
  • Skaff, Jonathan Karam (2012), Sui-Tang China and Its Turko-Mongol Neighbors: Culture, Power, and Connections, 580-800 (Oxford Studies in Early Empires), Oxford University Press 
  • Mackintosh-Smith, Tim (2014), Two Arabic Travel Books, Library of Arabic Literature 
  • Twitchett, D. (1979), The Cambridge History of China, Sui and T'ang China 589-906, Part I, vol.3, Cambridge University Press, ISBN 0-521-21446-7 
  • Wang, Zhenping (2013), Tang China in Multi-Polar Asia: A History of Diplomacy and War, University of Hawaii Press 
  • Wilkinson, Endymion (2015). Chinese History: A New Manual, 4th edition. Cambridge, MA: Harvard University Asia Center distributed by Harvard University Press. ISBN 9780674088467. 
  • Xiong, Victor Cunrui (2000), Sui-Tang Chang'an: A Study in the Urban History of Late Medieval China (Michigan Monographs in Chinese Studies), U of M Center for Chinese Studies, ISBN 0892641371 
  • Xiong, Victor Cunrui (2009), Historical Dictionary of Medieval China, United States of America: Scarecrow Press, Inc., ISBN 0810860538 
  • Xu, Elina-Qian (2005), Historical Development of the Pre-Dynastic Khitan, Institute for Asian and African Studies 7 
  • Xue, Zongzheng (1992), Turkic peoples, 中国社会科学出版社 
  • Yuan, Shu (2001), Bóyángbǎn Tōngjiàn jìshìběnmò 28 dìèrcìhuànguánshídài 柏楊版通鑑記事本末28第二次宦官時代, Yuǎnliú chūbǎnshìyè gǔfèn yǒuxiàn gōngsī, ISBN 957-32-4273-7