Pelintiran alur

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pelintiran Alur atau Pemutarbalikan Alur (bahasa Inggris: plot twist) berarti alur cerita yang sengaja dipelintir sehingga memberi efek kejutan. Kata ini berasal dari dua kata, yaitu Plot dan Twist. Plot berarti alur cerita dan Twist berasal dari bahasa Inggris yang berarti melintir atau berputar.

Dalam hal ini contoh kalimatnya "Kalian ini siswa kelas 2 sungguh mengecewakan Ibu, nilai kalian dalam matematika merosot. Namun walaupun merosot, ibu bangga karena sebagian dari teman-teman kalian mengharumkan nama sekolah kita dalam pertandingan sepakbola antar SMA sekabupaten. [1]

Ketika merencanakan plot twist, seorang penulis dengan sengaja membuat sebuah detail yang menyesatkan, menggiring pembaca mengira arahnya ke A ternyata ke B, membuat pembaca menyangka penjahatnya A ternyata B atau membiarkan pembaca menduga ending-nya A ternyata B.

Plot twist berhasil jika pembaca terkejut, tak menduga, teperdaya, atau tertipu.

Kategori Plot Twist[sunting | sunting sumber]

Plot twist bisa dibagi dalam berbagai kategori. Dilihat dari kemunculannya di akhir cerita, disebut twist ending. Kemunculan di tengah cerita bisa di sebut sebagai middle story plot twist. Dilihat dari jeda waktu pengungkapannya, terbagi menjadi Long Term Plot Twist dan Short Term Plot Twist.

Long Term berarti plot twist yang sengaja disimpan selama mungkin sampai sepanjang cerita, sedangkan short term langsung diungkap tak begitu lama.[2]

Plot Twist harus dikeluarkan di waktu yang tepat, bukan secara tiba-tiba dan tanpa alasan meskipun bertujuan untuk menimbulkan kesan kejutan.

Jika tidak, kamu malah akan menciptakan plot hole atau plot armor.

  1. Plot Twist Bukan Hanya Sekadar Kejutan; Plot Twist harus berdampak pada plot atau mampu mengubah jalan ceritanya.
  2. Plot Twist Harus Mengejutkan; pembaca mendapatkan kesan terkejut dan tidak menyangka kalau cerita akan berubah menjadi seperti yang tidak dibayangkan.
  3. Plot Twist Tidak Bertujuan Agar Ceritamu Sulit Ditebak. Author yang sengaja menghadirkan plot twist bukan bermaksud agar ceritanya sulit ditebak. Namun, karena ceritanya yang tak terduga lah maka cerita itu memiliki plot twist.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Alamsyah, Isa (2018). PLOT TWIST. Depok: AsmaNadia Publishing House. hlm. 2. ISBN 9786029055757. 
  2. ^ Alamsyah, Isa (2018). PLOT TWIST. Depok: AsmaNadia Publishing House. hlm. 116. ISBN 9786029055757. 
  3. ^ "Memahami Arti Plot Twist di Dalam Novel. - Kepenulisan". www.kepenulisan.com. Diakses tanggal 2022-06-14.