Pelatihan kerja lapangan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Praktik Kerja Lapangan (PKL) adalah bentuk penyelenggaraan kegiatan pendidikan dan pelatihan dengan bekerja secara langsung, secara sistematik dan terarah dengan supervisi yang kompeten.

PKL dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja yang profesional dan diharapkan akan menerapkan ilmu yang diperoleh, sekaligus dapat dipraktekkan oleh peserta PKL pada dunia kerja[1]. PKL dapat dilakukan oleh siswa, mahasiswa dan tenaga kerja baru.

Di tingkat mahasiswa, PKL diimplementasi secara sistematis dengan cara mensinkronisasikan antara program pendidikan di universitas dengan program penguasaan keahlian yang diperoleh melalui kegiatan kerja secara langsung di dunia kerja. Untuk mencapai tingkat keahlian tertentu itulah, dilaksanakannya PKL yang dalam bahasa kemahasiswaannya biasa disebut magang.

Tujuan Praktik Kerja Lapangan[sunting | sunting sumber]

PKL bertujuan agar lulusan memiliki pengetahuan, keterampilan dan etos kerja yang sesuai dengan dunia kerja. Melalui program PKL diharapkan wawasan tenaga kerja dapat mengenal dunia kerja, sehingga akan menambah wawasan mengenai dunia kerja, sekaligus kesiapan kerja akan lebih baik.[1]

PKL merupakan salah satu kegiatan siswa dan mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja sebelum memasuki dunia kerja yang sesungguhnya, yang tercermin dalam pendidikan nasional berbasis Pancasila yang bertujuan untuk meningkatkan kecerdasan, kreativitas, dan keterampilan agar dapat menciptakan manusia yang memiliki sumber daya yang berkualitas baik, serta bertanggungjawab atas pembangunan bangsa dan negara dalam tujuannya untuk peningkatan mutu ekonomi dan kehidupan yang sejahtera.

Berikut tujuan diadakan pelaksanaan PKL antara lain:

  1. Untuk memperkenalkan siswa pada dunia usaha
  2. Menumbuhkan & meningkatkan sikap profesional yang diperlukan siswa untuk memasuki dunia usaha
  3. Meningkatkan daya kreasi dan produktivitas tehadap siswa sebagai persiapan dalam menghadapi atau memasuki dunia usaha yang sesungguhnya
  4. Meluaskan wawasan dan Pandangan Siswa terhadap jenis-jenis pekerjaan pada tempat dimana Siswa melaksanakan PKL

Manfaat Praktik Kerja Lapangan[sunting | sunting sumber]

Manfaat PKL adalah untuk mendapatkan pengalaman kerja dan menumbuhkan rasa percaya diri siswa, mahasiswa dan tenaga kerja baru. PKL dapat melatih dan menunjang kemampuan yang telah dipelajari di sekolah, universitas dan pusat pelatihan untuk diterapkan pada dunia kerja.

Peserta PKL dapat menghayati dan mengenal lingkungan kerja sehingga siap bekerja di dunia usaha maupun dunia industri setelah lulus dari sekolah, universitas dan pusat pelatihan.[1]

Pelaksanaan Dan Penilaian Praktik Kerja Lapangan[sunting | sunting sumber]

Tahapan pelaksanaan PKL adalah sebagai berikut :

  1. Persiapan
  2. Peragaan
  3. Peniruan
  4. Praktik
  5. Evaluasi

Penilaian PKL adalah upaya untuk mengukur hasil dengan cara membandingkan dengan patokan tertentu yang disepakati. Terdapat dua penilaian dalam pelaksanaan PKL, yaitu :

  1. Penilaian hasil belajar
  2. Penilaian penguasaan keahlian [1]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c d Riadi, Muchlisin (2021-03-26). "Praktik Kerja Lapangan (Pengertian, Tujuan, Manfaat, Pelaksanaan dan Penilaian)". Kajian Pustaka. Diakses tanggal 2022-01-12.