Pekerjaan rumah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pekerjaan rumah adalah tugas mandiri terstruktur yang diberikan guru untuk dikerjakan di rumah sebagai latihan tambahan. Pencetus pekerjaan rumah(PR) adalah seorang guru di Venice, Italia.[1] Pada tahun 1905, Roberto Neveilis, mulai memberikan pekerjaan rumah untuk murid muridnya, yang mempunyai banyak waktu luang di rumah, sementara mereka adalah anak dari keluarga yang berpunya (secara ekonomi cukup) yang juga sering melakukan pelanggaran di sekolah. Setiap pelanggaran yang dilakukan diganjar dengan hukuman yaitu pekerjaan rumah sehingga murid muridnya menjadi lebih rajin, terampil, dan meningkat kreativitas serta kemandiriannya. Dan, ini bekerja dengan baik.

Pada masa kini, pekerjaan rumah bukan lagi hukuman, namun sudah menjadi bagian terencana bagi seorang guru. Dalam Rencana Persiapan Pembelajaran (RPP) yang dibuat seorang guru masa kini, umumnya menyertakan bagian tugas mandiri terstruktur di rumah. PR juga diberikan persentase dalam penilaian harian.

Pekerjaan rumah menjadi polemik dan kontroversial, saat anak mengalami kesulitan mengerjakannya dan orang tua, tidak dapat membantu anak anak mereka. Belum lagi waktu yang diperlukan untuk mengerjakan pekerjaan rumah dianggap mengurangi waktu bermain anak. Peneliti dari Duke University menemukan dalam 60 penelitian sejak 1987 hingga 2003, bahwa PR yang bersifat akademis tak memiliki dampak positif pada prestasi belajar seorang siswa.[2] Harris Cooper

menyatakan, bahwa PR dapat bermanfaat, namun jika jumlahnya banyak akan menjadi kontra produktif.

Di Indonesia sendiri, kontroversi mengenai PR ini juga terjadi. Presiden Jokowi sendiri, sempat mengusulkan agar PR yang diberikan adalah kegiatan social dengan tujuan menguatkan karakter. Contohnya: Menengok tetangga yang sakit, mengikuti kerja bakti di lingkungannya, dan lain lain.

Di Purwakarta, Bapak Bupati Dedi Mulyadi, memberikan larangan pemberian PR yang bersifat akademis. Pekerjaan rumah seharusnya yang bersifat aplikatif yaitu apa yang dipelajari di sekolah kemudian diterapkan di rumah. Sistem seperti itu dinilai akan mendorong siswa untuk lebih kreatif.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ini Dia Pencetus Pekerjaan Rumah (PR) Bagi Murid Sekolah, Awalnya untuk Hukuman - Wartakota". Wartakota. Diakses tanggal 2018-04-29. 
  2. ^ Debora, Yantina. "Saatnya Mengubah Pekerjaan Rumah Anak Sekolah - Tirto.ID". tirto.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2018-04-29.