Pekerjaan hijau

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Pekerjaan hijau (bahasa Inggris: green job) adalah berbagai jenis pekerjaan yang mendukung pelestarian lingkungan. Organisasi Buruh Internasional menyebutkan pekerjaan hijau akan mendorong efisiensi bahan baku, energi terbarukan, pembatasan emisi gas rumah kaca, peminimalan sampah dan polusi, pelestarian ekosistem serta mendukung proses adaptasi terhadap perubahan iklim.[1]

Tren Pekerjaan Hijau[sunting | sunting sumber]

Di Amerika Serikat, pertumbuhan pekerja kerah hijau tergolong stabil. Pada April 2019, Biro Statistik Tenaga Kerja, Departemen Tenaga Kerja Amerika Serikat merilis perkembangan jumlah sepuluh profesi pekerja kerah hijau dan besaran gaji tahunannya. Profesi teknisi kehutanan dan konservasi mengalami pertumbuhan pekerja yang lebih lambat dari yang ditargetkan dan profesi petugas kehutanan dan konservasi mengalami penurunan jumlah pekerja. Laporan tersebut juga menunjukkan delapan dari sepuluh profesi memiliki besaran rata-rata gaji tahunan melebihi rata-rata gaji tahunan semua pekerjaan lain di tahun 2018.[2]

Pekerjaan Hijau di Indonesia[sunting | sunting sumber]

Tahun 2018 lalu, para menteri ketenagakerjaan di negara-negara ASEAN serta Jepang, Korea dan Republik Rakyat Tiongkok sepakat untuk mengampanyekan pekerjaan hijau. Kesepakatan tersebut disimpulkan dalam ASEAN Labour Ministers Meeting (ALMM) ke-25 di Malaysia. Menurut Menteri Ketenagakerjaan (2014-2019), Hanif Dhakiri, pemerintah Indonesia telah mengupayakan berbagai cara untuk mendukung pekerjaan hijau. Salah satunya, meningkatkan pelatihan vokasi seputar keahlian hijau, produktivitas hijau, keselamatan dan kesehatan kerja. Upaya lain termasuk akuntansi hijau dengan melibatkan perguruan tinggi.[3]

Pekerjaan hijau akan makin berkembang dengan adanya investasi hijau. Sebagai negara yang memiliki kekayaan alam yang luas, Indonesia memiliki peluang investasi hijau yang besar. Investasi hijau di Indonesia dari penanaman modal asing diprediksi mencapai $56 miliar dan Rp448 triliun dari penanaman modal dalam negeri di tahun 2019. Angka ini meningkat dibanding kurun waktu 2010-2014 yang mencapai total Rp486 triliun. Untuk mendongkrak angka investasi hijau, pemerintah terus berupaya mengajak para investor di bidang lingkungan.[4]

Soal jumlah lapangan pekerjaan hijau, Organisasi Buruh Internasional mencatat terdapat lebih dari 5,8 juta pekerjaan di sektor energi terbarukan. Data ini dirilis di tahun 2018 dan mencakup negara-negara di kawasan Asia Pasifik.[5]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "What is a green job ?" (dalam bahasa Inggris). 2019-12-12. 
  2. ^ Torpey, Elka. "Earning green by working green: Wages and outlook in careers protecting the planet : Career Outlook: U.S. Bureau of Labor Statistics". www.bls.gov (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-10. 
  3. ^ Kemnaker. "Menteri Ketenagakerjaan ASEAN+3 Sepakat Perkuat 'Green Jobs'". ekonomi (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-10. 
  4. ^ Indonesia.go.id, Redaksi. "Peluang Investasi Ramah Lingkungan". Indonesia.go.id (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-12-10. 
  5. ^ Green jobs, the key to sustainable development, diakses tanggal 2019-12-10