Pedang Naga Puspa

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Untuk kegunaan lain dari Tutur Tinular, lihat Tutur Tinular (disambiguasi).
Pedang Naga Puspa
Pedang Naga Puspa.jpeg
Genre Epos
Laga
Dewasa
Format Sinetron
Pembuat Amanah Surga Productions
Penulis Sakti Wibowo
Sutradara Eddy S. Jonathan
Pemeran Rico Verald
Faby Marcelia
Barry Prima
Affandy Lee
Ali Zaenal
Diyanah Ulfah
Louise Anastasya
Narator S.Tidjab
Komposer lagu tema Bobby Abbo
Lagu pembuka "Pedang Naga Puspa" (Instrument)
Lagu penutup "Pedang Naga Puspa" (Instrument)
Negara  Indonesia
Bahasa Indonesia
Jumlah musim 1
Jumlah episode 21
Produksi
Produser eksekutif Mubarok
Jamiatun Nahar
Produser Syaiful Drajat
Nasrul Warid
Rumah produksi Amanah Surga Production
Siaran
Stasiun televisi SCTV
Siaran sejak 07 Desember 2015 (2015-12-07)  31 Desember 2015 (2015-12-31)
Tanggal syuting Kamis, 1 Oktober 2015
Kronologi
Diawali oleh Ganteng Ganteng Serigala Returns
Tayangan terkait Tutur Tinular 1 (Pedang Naga Puspa)
Tutur Tinular (sinetron)
Pranala luar
Pedang Naga Puspa di Twitter

Pedang Naga Puspa adalah sinetron Indonesia tahun 2015 berlatar belakang legenda sejarah yang ditayangkan di SCTV setiap hari pukul 19.45 WIB. Sinetron ini diadaptasi dari kisah legenda Tutur Tinular. Pedang Naga Puspa adalah pedang andalan Arya Kamandanu yang diciptakan Mpu Ranubhaya dalam kisah Tutur Tinular.[1]

Pemeran[sunting | sunting sumber]

Pemeran Utama[sunting | sunting sumber]

Pemain Peran
Rico Verald Arya Kamandanu
Affandy Lee Arya Dwipangga
Barry Prima Mpu Ranubhaya
Revand Narya Lou Shi Shan
Louise Anastasya Mei Xin
Arie Dwi Andhika Ardharaja
Diyanah Ulfah Sakawuni
Faby Marcelia Nari Ratih
Billy Boedjanger Prabu Kertanagara
Ali Zaenal Raden Wijaya
Baron Hermanto Mpu Tong Bajil
Nella Anne Dewi Sambi
Tedy Yudistira Prabu Jayakatwang

Pemeran pendukung[sunting | sunting sumber]

Pemain Peran
Abie Cancer Ranggalawe
Dian Sidik Gajah Pagon
Aris Kurniawan Patih Nambi
Husein Kalia Banyak Kapuk
Irvan Leonardi Rapodang
Syadeli Pranaraja
Alex Soekamto Lembu Sora
Randy Bramastya Kebo Anabrang
Rosnita Putri Palastri
Tabah Penemuan Rekyan Wuru
Arief Rivan Mpu Hanggareksa
Agung Saga Dangdi
Bombom Chandra Wirot
Sean Hasyim Medangkungan
Arthur Tobing Mpu Lunggah
Baby Gracia Nararya Turukbali
Lina Budiarti Nyi Rongkot
Benny Burnama Ki Tamparowang
Anika Hakim Nini Ragarunting
Ryan Deye Kubilai Khan
Tio Duarte Kau Hsing
Leonardy Kusuma Shih Pie
Ferry Landa Ike Mese
Bucee R. Noor Meng Chi
Fiki Alman Wong Chau
Dhitra Marfieza Chan Pie
Erwin Patih Kebo Mundarang
Millenia Patricia Putri Tribuaneswari
Reghina Magrisya Gayatri
Narendraduhita
Jayendradewi
Teddy Uncle Mpu Renteng
Alex Bernard Banyak Wide
Ambi Mardiansyah Pakeling
Angbeen Rishi Kurantil
Parvez Ghoman Macan Kumbang
Addin Hidayat Adishora
Mulyadi Marlon Ki Bokor
Teuku Azwir Ganggadara

Sinopsis[sunting | sunting sumber]

Arya Kamandanu (Rico Verald) adalah putra Mpu Hanggareksa (Arief Rivan), ahli pembuat senjata dari Singhasari. Kamandanu diam-diam berguru kanuragan ke kakak seperguruan ayahnya, Mpu Ranubhaya (Barry Prima) yang tak akrab dengan ayahnya.

Kamandanu adalah anak kedua., kakaknya Arya Dwipangga (Afandy) tidak menyukai silat, namun ahli sastra dan penyair. Watak mereka berdua bertolak belakang, Jika Kamandanu terkesan lugu, polos, dan apa adanya, sebaliknya Dwipangga terkesan cerdas, terpelajar, dan pandai memikat hati dengan kemampuan bahasa yang indah.

Kamandanu jatuh cinta dengan gadis desa Manguntur, Nari Ratih (Faby Marcelia). Namun, hubungan asmara itu kandas karena kakaknya. Dwipangga merayu kekasi adiknya itu hingga terjadi hubungan terlarang di Candi Walandit yang membuat Ratih hamil.

Kamandanu memutuskan untuk mendalami kanuragan hingga dirinya terpilih menjadi pendekar muda pilih tanding. Mpu Ranubaya memberikan pedang yang dirancangnya sendiri secara khusus. Kelak, pedang itu diberi nama Pedang Naga Puspa.

Belum selesai pedang itu dibuat, ada peristiwa bersejarah, perselisihan Kertanegara (Billy Boedjanger) dengan Meng Chi (Bucee M. Noor), utusan Kaisar Kubilai Khan (Ryan Deye) dari Tiongkok yang meminta Singasari tunduk kepada bangsa Mongolia. Sebelum Meng Chi kembali ke Mongol, di sebuah kedai makan terjadilah keributan. Mpu Ranubaya berhasil mempermalukan mereka dan menunjukkan kemahirannya dalam membuat pedang. Melihat hal itu, Meng Chi menggunakan muslihat jahat dengan menculik Ranubaya dan membawanya ke Mongol.[2]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "SCTV Segera Tayangkan Sinetron Pedang Naga Puspa". www.bintang.com. 3 Desember 2015. Diakses tanggal 3 Desember 2015. 
  2. ^ "Sinopsis 'Pedang Naga Puspa'". www.sctv.co.id. 3 Desember 2015. Diakses tanggal 4 Desember 2015. 

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]