Payung, Rajagaluh, Majalengka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Payung
Negara Indonesia
ProvinsiJawa Barat
KabupatenMajalengka
KecamatanRajagaluh
Kode Kemendagri32.10.09.2003 Edit the value on Wikidata
Luas1250 Ha
Jumlah penduduk4150 jiwa
Kepadatan... jiwa/km²

Payung adalah sebuah desa yang berada di bawah kaki gunung ciremai meliputi kecamatan rajagaluh desa di kecamatan Rajagaluh, Majalengka, Jawa Barat, Indonesia. Desa Payung merupakan desa terluas di kecamatan Rajagaluh. Desa Payung memiliki luas wilayah 1.250 Ha, dengan rincian pemukiman 137 Ha, Persawahan 102,525 Ha, Perkebunan 310 Ha, Prasarana umum 688,355 Ha dan lainnya 12,12 Ha. Desa Payung berbatasan dengan Desa Sindang Pano di sebelah utara, gunung Ciremai di sebelah selatan, Desa Teja di sebelah barat dan Desa Bantar Agung di sebelah timur. Berdasarkan aspek demografi, Desa Payung memiliki jumlah penduduk sebanyak 4150 jiwa, dengan mata pencaharian mayoritas adalah petani.

Latar belakang pendidikan masyarakat Desa Payung mayoritas adalah lulusan Sekolah Menengah Pertama (SMP). Fasilitas dan sarana pendidikan di Desa Payung berjumlah 5 unit, dengan rincian 3 Sekolah Dasar, 1 Sekolah Menengah Pertama, dan 1 Madrasah. Sedangkan sarana dan Prasana kesehatan di Desa Payung terdiri dari 4 Posyandu, dan 1 puskesmas pembantu.

Potensi Wilayah[sunting | sunting sumber]

Kondisi Fisik[sunting | sunting sumber]

Desa Payung merupakan salah satu desa yang terletak di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Desa Payung merupakan desa terluas yang terletak di Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka, Provinsi Jawa Barat. Jarak Desa Payung dengan kantor kecamatan terbilang cukup jauh. Secara geografis, Desa Payung berbatasan dengan beberapa wilayah, yakni:

Sebelah selatan: Gunung Ciremai

Sebelah utara: Desa Sindang Pano

Sebelah barat: Desa Teja

Sebelah timur: Desa Bantaragung

Desa Payung terdiri dari empat dusun yaitu Dusun Badakdua, Dusun Girimulya, Dusun Mulyasari, dan Dusun Pamaringinan. Kondisi fisik Desa Payung masih tergolong kurang memadai, terutama akses jalan yang sempit dan beberapa ruas jalan ada yang rusak. Akses jalan yang rusak juga ditambah dengan fasilitas transportasi umum yang hanya berupa mobil pick up yang disewakan oleh warga, membuat akses ke Desa Payung cukup sulit jika tidak memiliki kendaraan pribadi. Namun, dari segi sarana dan prasarana yang ada di Desa Payung, seperti komunikasi dan informasi, air bersih, kesehatan, energi dan penerangan, sudah cukup baik.

Prasarana komunikasi dan informasi di Desa Payung meliputi adanya pelanggan GSM/Handphone, sinyal telepon seluler/tower, TV, dan Parabola. Prasarana air bersih di Desa Payung berasal dari mata air yang ada di Desa Payung. Desa Payung juga menyediakan prasarana dan sarana kesehatan yaitu adanya puskesmas pembantu dan bidan desa.

Kondisi Sosial[sunting | sunting sumber]

Desa Payung memiliki jumlah penduduk sebanyak 4,150 jiwa yang terdiri dari 2,054 penduduk laki-laki dan 2,096 penduduk perempuan. Mayoritas warga Desa Payung berasal dari etnis sunda. Masyarakat Desa Payung masih menjunjung tinggi nilai kerja sama dan gotong royong. Salah satu kegiatan rutin yang dilakukan di Desa Payung yaitu pengajian. Kegiatan pengajian ini rutin dilakukan setiap minggunya. Karakteristik masyarakat Desa Payung terbilang cukup ramah terhadap pendatang baru.

Kondisi Ekonomi Wilayah[sunting | sunting sumber]

Desa Payung memiliki beberapa potensi yang saat ini sedang dikembangkan sebagai objek wisata, seperti Situ Janawi, Curug Cinini Nini, dan Kebun Teh Sadarehe. Selain sektor pariwisata, sektor pertanian menjadi salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Payung.

Komoditas pertanian yang paling banyak diusahakan oleh masyarakat adalah tanaman padi, kol, dan sawi putih. Pada sektor peternakan, komoditas yang paling banyak diusahakan adalah ayam potong. Selain itu, di sektor perkebunan, komoditas yang diunggulkan dari Desa Payung adalah tanaman teh, cengkeh, dan menteng. Hasil olahan produk perkebunan yang saat ini sedang dikembangkan adalah produk teh dari perkebunan teh sadarehe dan produk minuman sari buah kapundung, atau yang lebih dikenal dengan buah menteng.

payung juga terbagi menjadi beberapa blok yang namanya unik diantaranya
Blok Senin, Selasa, Rabu, kamis, Jumat dan Blok Budak Dua
pada zaman dahulu ds.payung bersatu dengan ds.sindangpano