Lompat ke isi

Parsialisme

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Anggota tubuh yang umumnya berhubungan dengan partialisme.

Partialisme adalah ketertarikan seksual yang disebabkan oleh kesukaan pada salah satu atau beberapa anggota tubuh selain alat kelamin.[1][2][3] Partialisme dikategorikan sebagai kelainan fetisisme dalam DSM-5 oleh Asosiasi Psikiatris Amerika tetapi hanya bila ketertarikan tersebut sudah berpengaruh negatif pada kehidupan sehari-hari. Orang dengan partialisme mengaku bahwa anatomi tubuh kurang lebih sama menariknya dengan organ intim.[4]

Partialisme dapat terjadi pada orang yang berorientasi heteroseksual, biseksual, dan homoseksual.[5][6] Kaki disebut-sebut sebagai partialisme yang paling umum.[7][8]

Jenis partialisme

[sunting | sunting sumber]

Berikut ini adalah daftar fetisisme yang umum:[2][7][9][10][11][12]

Nama ilmiahNama umumBagian tubuh
PodofiliaFetisisme kakiKaki
OculofiliaFetisisme mataMata
MaschalagniaFetisisme ketiakKetiak
MazofiliaFetisisme payudaraPayudara
PygofiliaFetisisme bokongBokong
NasofiliaFetisisme hidungHidung
TrichofiliaFetisisme rambutRambut
AlvinofiliaFetisisme pusarPusar
AlvinolagniaFetisisme perutPerut
Fetisisme tanganFetisisme tanganTangan
Fetisisme telingaFetisisme telingaTelinga

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. American Psychiatric Association (2013). Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders American Psychiatric Association (Edisi 5th). Arlington: American Psychiatric Publishing. hlm. 700–701. ISBN 978-0890425558.
  2. 1 2 Edlin, Gordon; Golanty, Eric (2011). Human Sexuality: The Basics. Jones & Bartlett Publishers. Diakses tanggal 2013-03-14.
  3. Milner, J. S., & Dopke, C. A. (1997). Paraphilia Not Otherwise Specified: Psychopathology and theory. In D. R. Laws and W. O'Donohue (Eds.), Sexual deviance: Theory, assessment, and treatment. New York: Guilford.
  4. Kunjukrishnan, R., Pawlak, A., & Varan, L R. (1988). The clinical and forensic psychiatric issues of retifism. Canadian Journal of Psychiatry, 33, 819–825.
  5. Weinberg, M. S., Williams, C. J., & Calhan, C. (1986). Homosexual breats Fetisismeism. Archives of Sexual Behavior, 23, 611–626.
  6. Weinberg, M. S., Williams, C. J., & Calhan, C. (1995). "If the shoe fits...": Exploring male homosexual foot Fetisismeism. The Journal of Sex Research, 32, 17–27.
  7. 1 2 "Exploring those secret turn-ons - Get your freak on!". Jamaica-gleaner.com. 2008-05-31. Diarsipkan dari asli tanggal 2013-06-17. Diakses tanggal 2013-03-14.
  8. Bering, Jesse. "Partial for Protuberant: The Man Who Was Into 'Outies'". Scientific American. Diakses tanggal 4 August 2013.
  9. SPECIFIC BODY PART Fetisisme Diarsipkan 2012-04-26 di Wayback Machine.
  10. "Archived copy". Diarsipkan dari asli tanggal 2012-04-26. Diakses tanggal 2012-01-04. Pemeliharaan CS1: Salinan terarsip sebagai judul (link)
  11. Aggrawal, Anil (2009). Forensic and medico-legal aspects of sexual crimes and unusual sexual practices. Boca Raton, FL: CRC Press. hlm. 121. ISBN 1420043099. Diakses tanggal 6 July 2014.
  12. Dan Savage. "Is ear sex really a thing?". Diakses tanggal 18 January 2017.