Paradoks temporal

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Paradoks temporal, Paradoks waktu, atau Paradoks perjalanan waktu adalah sebuah paradoks, suatu kontradiksi nyata, atau kontradiksi logis yang berkaitan dengan gagasan waktu dan perjalanan waktu. Dalam ilmu fisika, paradoks temporal ini terbagi menjadi dua kelompok besar, yakni paradoks konsistensi yang dicontohkan oleh paradoks kakek; dan juga lingkaran kausal.[1] Paradoks lain yang terkait dengan perjalanan waktu adalah variasi dari paradoks Fermi dan paradoks kehendak bebas yang berasal dari lingkaran kausal seperti paradoks sisir baru.[2]

Lingkaran kasual[sunting | sunting sumber]

Lingkaran kasual (Loop casual) adalah sebuah paradoks sederhana dari perjalanan waktu yang terjadi ketika peristiwa masa depan adalah penyebab peristiwa masa lalu, yang pada gilirannya adalah merupakan penyebab peristiwa masa depan. Kedua peristiwa itu kemudian ada di ruang-waktu, tetapi asal-usulnya tidak dapat ditentukan. Lingkaran kausal dapat melibatkan suatu peristiwa, manusia atau suatu objek, atau juga suatu informasi.[1][3] Istilah paradoks boot-strap (paradoks tali sepatu), paradoks predestinasi atau paradoks ontologis kadang-kadang digunakan dalam fiksi untuk merujuk pada lingkaran kausal.[4][5]

Paradoks kakek[sunting | sunting sumber]

Paradoks konsistensi atau paradoks kakek terjadi ketika masa lalu diubah dengan cara apa pun, sehingga menciptakan kontradiksi. Apabila seorang penjelajah waktu pernah kembali ke masa lalu dan membunuh kakek mereka pada masa kecilnya, itu akan mengakibatkan salah satu orang tua penjelajah waktu, dan ergo penjelajah waktu, tidak dilahirkan. Bila penjelajah waktu tidak dilahirkan, maka tidak mungkin bagi mereka untuk membunuh kakek sejak awal. Oleh karena itu, kakek hidup untuk keturunan orang tua penjelajah waktu, dan karena itu penjelajah waktu. Sehingga, tidak ada hasil yang dapat diprediksi untuk hal ini.[3] Paradoks konsistensi terjadi setiap kali mengubah masa lalu adalah suatu kemungkinan.[1]

Suatu resolusi yang mungkin dapat terjadi adalah bahwa seorang penjelajah waktu bisa melakukan apapun yang sudah terjadi, tetapi tidak bisa melakukan sesuatu yang tidak terjadi. Melakukan sesuatu yang tidak terjadi akan menghasilkan suatu kontradiksi.[3]

Paradoks Fermi[sunting | sunting sumber]

Paradoks Fermi dapat diadaptasi untuk perjalanan waktu, dan diutarakan "jika perjalanan waktu memungkinkan, di mana semua pengunjung dari masa depan?" Jawabannya beragam, mulai dari perjalanan waktu yang tidak memungkinkan, hingga kemungkinan bahwa pengunjung dari masa depan tidak dapat mencapai titik sembarang di masa lalu, atau bahwa mereka menyamar untuk menghindari deteksi.[6]

Paradoks sisir baru[sunting | sunting sumber]

Paradoks sisir baru (Newcomb's paradox) adalah eksperimen pemikiran yang menunjukkan kontradiksi nyata antara prinsip utilitas yang diharapkan dan prinsip dominasi strategis.[7] Eksperimen pemikiran sering diperluas untuk mengeksplorasi kausalitas dan kehendak bebas dengan memungkinkan "prediktor sempurna": jika prediktor yang sempurna masa depan ada, misalnya jika perjalanan waktu ada sebagai mekanisme untuk membuat prediksi sempurna, kemudian prediksi sempurna tampaknya bertentangan dengan kehendak bebas karena keputusan yang tampaknya dibuat dengan kehendak bebas sudah diketahui oleh prediktor yang sempurna.[8][9]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c Francisco Lobo (2003). "Time, Closed Timelike Curves and Causality". Nato Science Series II. 95: 289–296. arXiv:gr-qc/0206078alt=Dapat diakses gratis. Bibcode:2003ntgp.conf..289L. 
  2. ^ Jan Faye (November 18, 2015), "Backward Causation", Stanford Encyclopedia of Philosophy, diakses tanggal 16 Juli 2021 
  3. ^ a b c Nicholas J.J. Smith (2013). "Time Travel". Stanford Encyclopedia of Philosophy. Diakses tanggal 16 Juli 2021. 
  4. ^ Leora Morgenstern (2010), Foundations of a Formal Theory of Time Travel (PDF), hlm. 6, diakses tanggal 16 Juli 2021 
  5. ^ Klosterman, Chuck (2009). Eating the DinosaurPerlu mendaftar (gratis) (edisi ke-1st Scribner hardcover). New York: Scribner. hlm. 60. ISBN 9781439168486. Diakses tanggal 16 Juli 2021. 
  6. ^ "Carl Sagan Ponders Time Travel". NOVA. PBS. Desember 10, 1999. Diakses tanggal 16 Juli 2021. 
  7. ^ Wolpert, D. H.; Benford, G. (June 2013). "The lesson of Newcomb's paradox". Synthese. 190 (9): 1637–1646. doi:10.1007/s11229-011-9899-3. JSTOR 41931515. 
  8. ^ Craig (1987). "Divine Foreknowledge and Newcomb's Paradox". Philosophia. 17 (3): 331–350. doi:10.1007/BF02455055. 
  9. ^ Craig, William Lane (1988). "Tachyons, Time Travel, and Divine Omniscience". The Journal of Philosophy. 85 (3): 135–150. doi:10.2307/2027068. JSTOR 2027068.