Papadam

Papadam, yang juga dikenal dengan berbagai nama seperti poppadom, pāmpada, papad, papar, atau appalam, adalah camilan yang berasal dari anak benua India. Adonannya terbuat dari tepung kacang hitam yang digoreng hingga kering atau dipanggang di atas api terbuka sampai renyah. Selain itu, tepung dari kacang lentil, chickpea, beras, tapioka, millet, atau kentang juga dapat digunakan. Papadam biasanya disajikan sebagai pelengkap makanan di India, Pakistan, Bangladesh, Nepal, Sri Lanka, dan wilayah Karibia, atau sebagai hidangan pembuka yang sering disantap dengan saus cocol seperti chutney, taburan bawang cincang, cabai, atau digunakan sebagai bahan tambahan dalam kari.
Etimologi
[sunting | sunting sumber]Papadam merupakan kata serapan dari bahasa Tamil பப்படம் (pappaṭam)[1][2] dan memiliki kemiripan dengan kata dalam bahasa Sanskerta पर्पट (parpaṭa) yang berarti cakram pipih, sebagaimana disebutkan dalam literatur awal Jain dan Buddha.[3][4] Istilah papad dikenal dengan berbagai nama dalam berbagai bahasa di Asia Selatan, misalnya पापड़ pāpaṛ dalam bahasa Hindi, پاپڑ pāpaṛ dalam bahasa Urdu, అప్పడం appaḍaṁ dalam bahasa Telugu, அப்பளம் appaḷam atau பப்படம் pappaṭam dalam bahasa Tamil, ಹಪ್ಪಳ happaḷa dalam bahasa Kannada, පපඩම් papaḍam dalam bahasa Sinhala, പപ്പടം pappaṭam dalam bahasa Malayalam, dan पापड pāpaḍ dalam bahasa Marathi.[5]
Variasi
[sunting | sunting sumber]Resep papad berbeda-beda antara satu daerah dengan daerah lain, bahkan antar rumah tangga. Biasanya, papad dibuat dari tepung atau adonan yang berasal dari kacang lentil, chickpea, kacang hitam, beras, atau kentang.[6]
Garam dan minyak kacang ditambahkan untuk membentuk adonan, yang kemudian dapat diberi bumbu seperti cabai, jinten, bawang putih, atau lada hitam. Kadang-kadang, soda kue atau kapur sirih juga ditambahkan. Adonan tersebut kemudian dibentuk menjadi roti pipih tipis berbentuk bundar, dikeringkan (secara tradisional dijemur di bawah sinar matahari),[7] dan dimasak dengan cara digoreng, dipanggang di atas api terbuka, dipanggang kering, atau dipanaskan dalam pemanggang gelombang mikro, tergantung pada tekstur yang diinginkan.
Di sebagian besar restoran India di berbagai belahan dunia, papad disajikan sebagai hidangan pembuka bersama berbagai saus cocol, seperti chutney mangga, acar jeruk nipis, chutney bawang, dan raita.[8] Salah satu jenis papad paling populer di India adalah masala papad, yang disajikan dengan taburan sev (mi renyah), bawang, tomat, dan daun ketumbar.
Bahan
[sunting | sunting sumber]Papadam dapat dibuat dengan berbagai bahan dan metode. Salah satu resep yang populer menggunakan tepung hasil gilingan kacang hitam kupas[9] yang dicampur dengan lada hitam, garam, sedikit minyak nabati, dan alkali pangan, kemudian diuleni hingga kalis. Adonan yang sudah kalis kemudian dipipihkan menjadi bundaran tipis, dikeringkan, dan disimpan untuk dimasak atau dikonsumsi kemudian. Papadam juga dapat dibuat dengan bahan utama lain seperti beras, nangka, atau sagu.
Sebagai penambah rasa, sering digunakan bahan-bahan seperti lada hitam pecah, bubuk cabai merah, asafetida, jinten, atau biji wijen. Selain itu, papadam juga dapat dibuat dari serpihan beras, ragi (millet), atau kacang kuda.[10]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "poppadom, n." OED Online. December 2006. Oxford University Press.
- ↑ "Digital Dictionaries of South Asia". 1962.
- ↑ "Poppadom - Definition and synonyms of poppadom in the English dictionary". educalingo.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2021-09-22.
- ↑ "Lip-Smacking Ways to Use Papad: From Masala Papad to Rolls and Chaats". NDTV Food (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2022-09-12.
According to food historian and author KT Achaya, "The parpata (papad) is first mentioned in about 500BC in Buddhist-Jain canonical literature, and the medical authorities note that they are made from pulses like urad, masoor, chana and the like."
- ↑ Khedkar, Renu; Shastri, Pratima; Bawa, Amarinder Singh (2016). "Standardization, Characterization and Shelf Life Studies on Sandge, a Traditional Food Adjunct of Western India". International Journal of Environment, Agriculture and Biotechnology. 1 (2): 237–243. doi:10.22161/ijeab/1.2.18.
- ↑ Aoyagi, William Shurtleff; Akiko (2019-02-17). History of Soy Flour, Flakes and Grits (510 CE to 2019): Extensively Annotated Bibliography and Sourcebook (dalam bahasa Inggris). Soyinfo Center. hlm. 814. ISBN 978-1-948436-06-9. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ B.Gangwar (2013-01-21). Solving The Pulses Crisis (dalam bahasa Inggris). New India Publishing Agency. hlm. 197. ISBN 978-93-81450-48-2.
- ↑ "Poppadom Dips Recipe (easy Indian dips)". 2023-05-23.
- ↑ J. Smartt; Emmanuel Nwokolo (6 December 2012). Food and Feed from Legumes and Oilseeds. Springer Science & Business Media. hlm. 28. ISBN 978-1-4613-0433-3.
- ↑ "Poha papad, Rice flakes Papad, Summer Recipe". Udupi-Recipes. 11 March 2018. Diakses tanggal 9 January 2020.