Pandemi COVID-19 di Zambia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pandemi koronavirus di Zambia
PenyakitCOVID-19
Galur virusSARS-CoV-2
LokasiLusaka, Zambia
Tanggal kemunculan18 Maret 2020
(10 bulan dan 2 hari)
AsalWuhan, Hubei, Tiongkok
Kasus terkonfirmasi1.568[1] (30 Juni 2020)
Kasus sembuh1.311[1] (30 Juni 2020)
Kematian
22[1] (30 Juni 2020)

Pandemi koronavirus 2019–2020 di Zambia pertama kali dikonfirmasi pada tanggal 18 Maret 2020. Dua kasus pertama terjadi pada pasangan asal Zambia yang tiba dari Prancis.[2]

Garis waktu[sunting | sunting sumber]

Maret[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 17 Maret 2020, pemerintah Zambia mengumumkan penutupan sekolah, kampus, dan universitas pada tanggal 20 Maret untuk mencegah penyebaran. Menteri Kesehatan juga mengumumkan telah menyiapkan 500 pekerja kesehatan untuk menghadapi koronavirus.[3]

Pada tanggal 18 Maret 2020, Presiden Edgar Lungu mengumumkan dua kasus koronavirus pertama. Kedua pasien masing-masing adalah pria berusia 39 tahun dan wanita berusia 37 tahun asal Zambia yang kembali setelah berlibur di Prancis. Mereka tiba di Bandar Udara Internasional Kenneth Kuanda pada tanggal 15 Maret 2020 dan telah melewati pemeriksaan, sebelum melakukan swakarantina meski pun tidak menunjukkan gejala pada saat kedatangan. Keesokan harinya, suspek dilaporkan menunjukkan gejala, yang mana pada hari yang sama tes menunjukkan bahwa kedua pasien positif terpapar koronavirus.[2]

April[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 2 April 2020, Menteri Kesehatan Chitalu Chilufya mengumumkan korban jiwa pertama akibat koronavirus.[4]

Mei[sunting | sunting sumber]

Pada tanggal 11 Mei 2020, Zambia mengumumkan penutupan perbatasan negaranya dengan Tanzania untuk menekan penyebaran setelah mengalami peningkatan kasus positif beberapa hari sebelumnya.[5]

Pada tanggal 27 Mei 2020, Menteri Kesehatan Chitalu Chilufya diumumkan positif terkena koronavirus dan tengah menjalani swakarantina. Beberapa hari sebelumnya, Menteri Informasi Dora Siliya juga terdampak koronavirus.[6][7]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ a b c "Zambia Coronavirus - Worldometer". worldometers.info. Worldometer. 30 Juni 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 1,568 Cases and 22 Deaths 
  2. ^ a b "Zambia confirms first two cases of Coronavirus". Lusaka Times (dalam bahasa Inggris). 18 Maret 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 
  3. ^ "Zambia to shut down all schools this Friday as Coronavirus outbreak looms". Lusaka Times (dalam bahasa Inggris). 17 Maret 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 
  4. ^ "One Death of COVID-19 case recorded in Zambia, three new cases detected". Lusaka Times (dalam bahasa Inggris). 2 April 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 
  5. ^ "Zambia shuts border with Tanzania to curb COVID-19". Anadolu Agency (dalam bahasa Inggris). 11 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 
  6. ^ "Health Minister Dr Chitalu Chilufya has Tested Positive for COVID-19". Lusaka Times (dalam bahasa Inggris). 27 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020. 
  7. ^ "Zambian health minister tests positive for COVID-19". Anadolu Agency (dalam bahasa Inggris). 27 Mei 2020. Diakses tanggal 30 Juni 2020.