Pandangan politik Adolf Hitler

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Adolf Hitler sedang latihan berpidato pada tahun 1927.

Pandangan politik Adolf Hitler yang sesungguhnya sulit ditetapkan oleh para sejarawan dan penulis biograafi. Tulisan-tulisan dan metodenya seringkali disesuaikan dengan keperluan dan kondisi yang ada, walaupun terdapat beberapa tema yang selalu sama, seperti anti-semitisme, anti-komunisme, anti-parliamentarianisme, Lebensraum Jerman, supremasi "ras Arya", dan nasionalisme Jerman yang ekstrem. Hitler secara pribadi mengklaim bahwa ia berjuang melawan "Marxisme Yahudi".[1] Secara umum, ia menjunjung ideologi yang menggabungkan anti-Semitisme tradisional Jerman dan Austria dengan doktrin ras yang diintelektualisasi dengan mencampur Darwinisme Sosial dan gagasan-gagasan Friedrich Nietzsche, Arthur Schopenhauer, Richard Wagner, Houston Stewart Chamberlain, Arthur de Gobineau dan Alfred Rosenberg, serta Paul de Lagarde, Georges Sorel, dan Alfred Ploetz.[2]

Pandangan politik Hitler terbentuk selama tiga periode: (1) Saat ia masih muda dan miskin di kota Wina dan München sebelum Perang Dunia I. Pada saat itu, ia mulai membaca pamflet politik berorientasi nasionalis dan koran antisemit karena ia tidak percaya dengan koran-koran dan partai-partai politik utama; (2) Bulan-bulan terakhir Perang Dunia I; konon nasionalisme Hitler menjadi ekstrem pada masa ini, karena ia ingin "menyelamatkan" Jerman dari "musuh-musuh" luar dan dalam; (3) Tahun 1920-an, ketika ia memulai karier politiknya dan menulis Mein Kampf.Hitler juga dipengaruhi oleh Benito Mussolini yang diangkat sebagai Perdana Menteri Italia pada Oktober 1922 setelah peristiwa "Pawai ke Roma".[3]

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lihat: Georg Lukács, Die Zerstörung der Vernunft, hlm. 565.
  2. ^ Stern, J. P. (1992). Hitler: The Führer and the People, hlm. 45–53.
  3. ^ Lihat: Jäckel (1981). Hitler’s Worldview: A Blueprint for Power, hlm. 108–121.