Pandang fisik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Pandang fisik, pilih rupa, tampilanisme, atau diskriminasi fisik (bahasa Inggris: lookism) adalah istilah yang menggambarkan perlakuan berdiskriminasi terhadap orang-orang yang dianggap tidak menarik secara fisik.[1] Ini terjadi secara meluas dan memengaruhi peluang orang dalam hal hubungan percintaan, peluang pekerjaan, dan lain-lain.[2]

Banyak orang membuat penilaian terhadap orang lain berdasarkan penampilan fisik yang memengaruhi cara mereka menanggapi orang lain. Penelitian tentang stereotip "apa yang cantik itu baik" menunjukkan bahwa secara keseluruhan mereka yang menarik secara fisik mendapat manfaat dari kerupawanan mereka. Orang yang menarik secara fisik dilihat lebih positif. Daya tarik fisik dianggap mempunyai pengaruh yang kuat atas penilaian kecakapan seseorang.[3][4]

Rujukan[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Lookism, The Free Dictionary, diakses tanggal September 30, 2015 
  2. ^ Hosoda, M.; Stone-Romero, E. F.; Coats, G. (2003). "The effects of physical attractiveness on job-related outcomes: A meta-analysis of experimental studies". Personnel Psychology. 56 (2): 431–462. doi:10.1111/j.1744-6570.2003.tb00157.x. 
  3. ^ Eagly, Alice; Ashmore, Richard; Makhijani, Mona G.; Longo, Laura C. (1991). "What is beautiful is good, but". Psychological Bulletin. 110: 109–128. doi:10.1037/0033-2909.110.1.109. 
  4. ^ Rhodes, Gillian; Simmons, Leigh; Peters, Marianne (2005). "Attractiveness and Sexual Behavior: Does Attractiveness Enhance Mating Success?". Evolution and Human Behavior. 26 (2): 186–201. doi:10.1016/j.evolhumbehav.2004.08.014. 

Bacaan lanjut[sunting | sunting sumber]

  • Albright, Madeleine. "On being a woman and a diplomat." TEDWomen Recorded December 2010. TED Talk February 2011. Web.
  • Enloe, Cynthia. "'Gender' is not enough: the need for a feminist consciousness." International Affairs.: 97.
  • Givhan, Robin. "Condoleezza Rice's Commanding Clothes." The Washington Post, sec. Fashion and Beauty, February 25, 2005. (accessed September 23, 2013).
  • Hooper, Charlotte. "Masculinities, IR and the 'gender variable': a cost-benefit analysis for (sympathetic) gender skeptics." Review of International Studies. (1999): 475–480.
  • Shepherd, Laura J. Sex or Gender? Bodies in World Politics and Why Gender Matters. New York: Routledge, 2010.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]