Paloma Costa
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (November 2025) |

Paloma Costa Oliveira adalah seorang mahasiswa hukum asal Brasil, aktivis sosial-lingkungan, pegiat sepeda, pendidik iklim, dan penggerak pemuda.[1] Ia merupakan salah satu dari tujuh pemimpin muda di bidang iklim (usia 18 hingga 28 tahun) yang ditunjuk oleh Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa, António Guterres, untuk bergabung dalam Youth Advisory Group yang bertugas memberikan saran terkait aksi global untuk menangani krisis iklim dan mencegah perubahan iklim.[2][3]
Aktivisme
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2019, bersama aktivis Greta Thunberg, Paloma Costa Oliveira menyampaikan pidato pada pembukaan Climate Action Summit di New York City. Pidatonya mendapat kritik karena pernyataannya, “We don’t need prayers, we need action,” ("Kami tidak butuh agama atau kepercayaan tetapi kami butuh sebuah tindakan") yang dipahami sebagian orang sebagai anti-agama. Costa menjelaskan, "What I mean is that it’s pointless to keep posting #prayforamazonia on Twitter while not stopping the consumption of meat that comes from deforestation." (“Maksud saya adalah sia-sia terus memposting #prayforamazonia di Twitter, sementara tidak berhenti mengonsumsi daging yang berasal dari deforestasi.)”[4]
Ia merasa pengalaman tersebut positif, namun secara keseluruhan kecewa: "Almost no commitment… nothing really touches my heart." *“Hampir tidak ada komitmen… tidak ada yang benar-benar menyentuh hati saya.”). Ia melaporkan sempat berbicara singkat dengan Angela Merkel (Perdana Menteri Jerman) dan Michelle Bachelet (Presiden Chile), sementara tidak ada perwakilan dari pemerintahan Bolsonaro di Brasil yang bersedia mengajaknya berbicara maupun berdiskusi.[5]
Dalam sebuah wawancara, Costa menyatakan bahwa ia “tidak akan bekerja untuk perusahaan yang memfasilitasi deforestasi di Amazon, meskipun dibayar seluruh uang di dunia.” Ia juga memutuskan untuk berhenti mengonsumsi daging setelah mengetahui hubungan antara rantai pasok daging sapi dan deforestasi. Selain itu, ia menggunakan sepeda untuk bepergian sehari-hari jika memungkinkan, termasuk untuk pergi ke pesta.[6]
Costa pernah menjadi mahasiswa pertukaran di sebuah universitas di Chile dan magang di Mahkamah Agung Chile.[1] Ia terlibat dengan Instituto Socioambiental (Socio-environmental Institute), organisasi pemuda Engajamundo, proyek Ciclimáticos yang ia dirikan bersama, serta gerakan #FreeTheFuture.[4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 "Jovem ativista brasileira abre cúpula de clima da ONU, em Nova York". ISA - Instituto Socioambiental (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ↑ Blazhevska, Vesna (2020-07-27). "Young leaders tapped to invigorate UN's climate action plans, hold leaders to account". United Nations Sustainable Development (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ↑ "Estudante do DF é única brasileira em Grupo Consultivo da ONU sobre mudança climática". G1 (dalam bahasa Brazilian Portuguese). 2020-08-05. Diakses tanggal 2025-11-05.
- 1 2 "Uma jovem na ONU: Paloma Costa discursou em NY ao lado de Greta Thunberg e é uma das ativistas em grupo de consultores da ONU". www.uol.com.br (dalam bahasa Brazilian Portuguese). Diakses tanggal 2025-11-05.
- ↑ "Brasileira que abriu discursos na Cúpula do Clima sai decepcionada: 'Resultado foi pouco para o que precisamos'". O Globo (dalam bahasa Brazilian Portuguese). 2019-09-23. Diakses tanggal 2025-11-05.
- ↑ "Conheça Paloma Costa, a brasileira que falou na ONU sobre Emergência Climática". Greenpeace Brasil (dalam bahasa Brazilian Portuguese). 2025-05-13. Diakses tanggal 2025-11-05.