Palet (komputasi)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Contoh citra
Palet yang dipakai oleh citra tersebut; diputar dalam ruang warna RGB

Dalam grafika komputer, palet atau tabel pencarian warna (bahasa Inggris: colour lookup table, CLUT) adalah daftar warna yang telah diberi nomor urut (indeks) sehingga bisa dirujuk dari indeksnya saja. Karena hanya perlu menyimpan indeksnya, cara ini diharapkan dapat mengurangi penggunaan data. Citra yang menggunakan palet disebut citra berwarna terindeks.

Penjelasan[sunting | sunting sumber]

Per 2020, ruang warna yang sering dipakai dalam komputasi adalah RGB dengan kedalaman warna 8 bit per komponen warna per piksel atau 24 bit per piksel. Tujuan pemakaian palet adalah untuk menghemat penyimpanan dengan mengurangi jumlah warna yang dibutuhkan untuk menampilkan citra. Warna-warna tersebut diberi nomor urut (indeks) dan dirujuk oleh tiap piksel. Contohnya adalah palet 256 warna yang dipakai oleh format gambar GIF. Dengan begitu, selama sistem dapat menampilkan warna RGB (yang dibutuhkan oleh palet), penyimpanan yang dibutuhkan berkurang dari 24 menjadi 8 bit per piksel.

Palet master[sunting | sunting sumber]

Palet warna adaptif yang bertambah dari 2 warna sampai 256 warna (klik untuk melihat animasi)

Ketika menampilkan banyak citra yang berbeda, palet adaptif masing-masing belum tentu bisa termuat bersamaan. Penyelesaiannya adalah dengan membuat palet master atau palet universal yang bisa menampilkan citra apa pun dengan akurasi yang cukup.

Cara ini dilakukan dengan membuat palet yang menggambarkan ruang warna RGB "versi kecil". Derajat tiap komponen dibatasi. Penyusunan seperti ini terkadang disebut sebagai palet seragam.[1] Penglihatan manusia memiliki tingkat kepekaan yang berbeda, yaitu lebih peka terhadap warna hijau dan kurang peka terhadap warna biru. Penyusunan palet dapat memanfaatkan sifat tersebut dengan memperbanyak derajat hijau dan mengurangi derajat biru.

Palet master yang dibuat dengan cara ini bisa diisi dengan RGB 8-8-4 (256 warna), tetapi tidak menyediakan ruang untuk warna-warna khusus. Yang biasa dipakai adalah RGB 6-6-6 (216 warna seperti warna web aman, RGB 6-8-5 (240 warna), atau RGB 6-7-6 (252) sehingga memberikan ruang untuk warna khusus.

Setelah itu, ketika citra-citra tersebut dimuat, tiap piksel dipetakan ke warna terdekat pada palet master, lalu dikirim ke penyangga video. Berikut contoh mosaik empat citra dengan palet master 240 warna dan 16 derajat keabuan.

IndexedColorSample (Mosaic).png

Palet adaptif[sunting | sunting sumber]

Ketika menggunakan warna terindeks, citra fotografi dapat ditampilkan mendekati true color dengan menggunakan palet adaptif. Palet ini disusun dari warna-warna yang ada pada citra asal (dengan memilih warna-warna yang sering muncul). Dengan cara ini, ditambah pembauran galat, citra berwarna terindeks dapat mendekati citra asal.

Namun, tiap citra jadi memiliki ketergantungan terhadap paletnya. Untuk sistem yang terbatas, tiap palet warna harus dimuat sebelum menampilkan sebuah citra (seperti peragaan salindia) dan tidak bisa memuat dua citra bersamaan. Berikut tiga contoh citra beserta palet adaptifnya untuk menunjukkan ketidakserasian antarpalet adaptif.

  • IndexedColorSample (Strawberries picked).png
  • IndexedColorSample (Lemon).png
  • IndexedColorSample (Lapis.elephant.800pix.060203).png

Transparansi dalam palet[sunting | sunting sumber]

Satu entri pada palet dapat dipakai untuk menyatakan warna transparan. Beberapa komputer lawas, seperti Commodore 64, MSX, dan Amiga, menggunakan nomor entri yang telah ditetapkan oleh perangkat keras untuk menyatakan warna transparan.

Palet perangkat lunak[sunting | sunting sumber]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Daftar pustaka[sunting | sunting sumber]