Pagindar, Pakpak Bharat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Pagindar
(Peta Lokasi) Kecamatan Pagindar, Kabupaten Pakpak Bharat.svg
Peta lokasi Kecamatan Pagindar
Negara Indonesia
ProvinsiSumatra Utara
KabupatenPakpak Bharat
Pemerintahan
 • CamatHanafi Padang
Populasi
 • Total1,389 (2.017) jiwa
Kode Kemendagri12.15.06 Edit the value on Wikidata
Luas75,45 km²
Desa/kelurahan4 Desa

Pagindar adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Pakpak Bharat, Sumatra Utara, Indonesia. Kecamatan Pagindar dikategorikan sebagai salah satu kecamatan yang tertinggal di Kabupaten Pakpak Bharat. Jarak antara ibu kota Kabupaten Pakpak Bharat menuju kecamatan ini adalah sekitar 120 km dikarenakan akses menuju Kecamatan Pagindar hanya bisa ditempuh dengan melintasi Kabupaten Aceh Singkil yang berada di Provinsi Aceh.

Sejarah Kecamatan Pagindar[sunting | sunting sumber]

Adanya aspirasi untuk mengoptimalisasi dalam pelayanan publik terhadap masyarakat di desa yang semakin berkembang baik pertanian, ekonomi, politik, dan sosial budaya, maka pemekaran kecamaan di Kabupaten Pakpak Bharat pun diadakan. Adapun Kecamatan Pagindar merupakan salah satu kecamatan yang dimekarkan dari Kecamatan Salak pada tahun 2005. Kecamatan lainnya yang turut dimekarkan melalui Perda no. 8 tahun 2005 adalah Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut, Kecamatan Sitellu Tali Urang Julu (dimekarkan dari Kecamatan Salak), Kecamatan Siempat Rube, dan Kecamatan Tinada (dimekarkan dari Kecamatan Kerajaan).

Geografi[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pagindar memiliki luas wilayah 75,45 km² atau 6,19% dari total luas Kabupaten Pakpak Bharat.

Kecamatan Pagindar berada pada 98°15’ Lintang Utara dan 2°48’ Bujur Timur.

Kecamatan Pagindar pada umumnya adalah berbukit-bukit dan berada di atas sekitar 250 Meter di atas permukaan laut.

Iklim di Kecamatan Pagindar adakalanya musim hujan dan serta musim kemarau, rata-rata hari hujan sebanyak 11 hari, dan tidak merata setiap bulannya.

Sungai[sunting | sunting sumber]

Sungai (dalam Bahasa Pakpak disebut lae) yang mengalir di Kecamatan Pagindar meliputi Lae Pagindar, Lae Tumbago, Lae Kerebaren, Lae Sinendang, Lae Naparohen, dan Lae Kite Batu.

Batas wilayah[sunting | sunting sumber]

Utara Kecamatan Kerajaan
Timur Kecamatan Salak dan Kecamatan Pergetteng-getteng Sengkut
Selatan Kabupaten Tapanuli Tengah
Barat Provinsi Aceh

Pemerintahan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pagindar terdiri dari 4 desa yang terbagi habis dalam 12 dusun. Desa Pagindar adalah ibu kota dan pusat pemerintahan Kecamatan Pagindar.

Desa Sibagindar merupakan desa dengan wilayah terluas yaitu 22,19 km² atau 29,41% dari total luas Kecamatan Pagindar, sementara Desa Napatalun Perlambukan merupakan wilayah terkecil yaitu 14,31 km² atau 18,97% dari total luas Kecamatan Pagindar.

Desa Lae Mbentar merupakan desa yang paling jauh dari ibu kota Kecamatan Pagindar yaitu berjarak sekitar 14 kilometer.

Daftar desa/kelurahan di Kecamatan Pagindar[sunting | sunting sumber]

Pembagian Wilayah di Kecamatan Pagindar
Desa /
Kelurahan
Nama Jarak Ibu kota Kecamatan
ke Kantor Kepala Desa
Kepala Desa /
Lurah
Luas (km²) /
Rasio Terhadap Luas Kecamatan
Jumlah penduduk /
Kepadatan (2017)
Jumlah Dusun
Desa Lae Mbentar 14 km Mangorom Manik 20,45 km² (27,10%) 243 (12 jiwa/km²) 3
Desa Napatalun Perlambukan 4 km Lamsiner Manik 14,31 km² (18,97%) 445 (31 jiwa/km²) 3
Desa Pagindar 2 km Linton Manik 18,50 km² (24,52%) 219 (12 jiwa/km²) 3
Desa Sibagindar 1 km Erlina Tumangger 22,19 km² (29,41%) 482 (22 jiwa/km²) 3

Daftar Camat yang pernah menjabat di Kecamatan Pagindar[sunting | sunting sumber]

Sosial Kemasyarakatan[sunting | sunting sumber]

Suku[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk yang mendiami Kecamatan Pagindar berasal dari suku Pakpak Suak Simsim, sebagian kecil suku lain meliputi Toba, Karo, Simalungun, Jawa, dan Nias.

Terdapat wilayah Transmigrasi di Desa Lae Mbentar dimana hampir seluruh penduduknya berasal dari Suku Jawa.

Agama[sunting | sunting sumber]

Agama di Kecamatan Pagindar[1]
Agama Persentasi
Kristen Protestan
  
74.24%
Islam
  
23.12%
Kristen Katolik
  
2.64%

Penduduk Kecamatan Pagindar menganut agama Kristen Protestan, Kristen Katolik, dan Islam.

Di Kecamatan Pagindar terdapat 11 sarana ibadah yang terdiri dari 7 bangunan Gereja, 3 bangunan Masjid, dan 1 Langgar.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 2017, terdapat 5 bangunan sekolah di Kecamatan Pagindar yang terdiri dari 4 sekolah SD dan 1 sekolah SMP.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Kecamatan Pagindar memiliki 8 unit sarana kesehatan yang terdiri dari:

Perekonomian[sunting | sunting sumber]

Mayoritas penduduk Kecamatan Pagindar hidup dari bertani, sebagian penduduk juga berdagang, dan lainnya.

Pertanian & Peternakan[sunting | sunting sumber]

Sumber penghasilan utama penduduk di Kecamatan Pagindar adalah di sektor pertanian dan perkebunan rakyat. Hasil pertanian yang paling luas untuk tanaman pangan adalah padi ladang, padi sawah, jagung, ubi kayu, ubi jalar, dan kacang tanah, sedangkan untuk tanaman perkebunan yang paling luas adalah kelapa sawit, karet, gambir, serta untuk tanaman hortikultura adalah tanaman durian, pisang, jengkol, dan petai.

Sementara untuk ternak yang dipelihara oleh masyarakat di Kecamatan Pagindar adalah babi, kambing, sapi, dan juga ternak unggas seperti ayam dan itik.

Sarana & Prasarana[sunting | sunting sumber]

Listrik & air minum[sunting | sunting sumber]

Seluruh desa di Kecamatan pagindar tidak dialiri oleh listrik dari PLN, namun oleh pihak swasta. Hingga Tahun 2016, Kecamatan Pagindar masih belum diakses oleh listri dari PLN. Sebanyak 13% rumah di Kecamatan Pagindar malah tidak menggunakan listrik sama sekali. Hal tersebut seharusnya merupakan perhatian khusus pemerintah, menimbang listrik merupakan kebutuhan utama masyarakat selain pangan dan sandang.

Transportasi[sunting | sunting sumber]

Dari total 84,19 km panjang jalan di Kecamatan Pagindar, hanya sepanjang 10,99 km panjang jalan yang telah diaspal, selebihnya merupakan jalan yang diperkeras (39,60 km) maupun jalan tanah (33,60 km). Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur di Kecamatan Pagindar dari segi jalan belum memadai, sehingga Kecamatan Pagindar ini seperti sulit sekali dijangkau. Angkutan yang banyak digunakan oleh masyarakat di Kecamatan Pagindar adalah sepeda motor. Hingga Tahun 2016 Kecamatan pagindar belum memiliki angkutan umum dalam kecamatan maupun menuju ke ibu kota kabupaten.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]