Padang Bulan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Padang Bulan
Padang Bulan.jpg
PengarangAndrea Hirata
NegaraIndonesia
BahasaIndonesia
Genre
Penerbit
Tanggal terbit
2010
Halaman260 halaman
ISBNISBN 978-602-881-109-5

Padang Bulan adalah sebuah novel fiksi karya Andrea Hirata, diterbitkan oleh Bentang Pustaka pada 2010. Novel ini berkisah tentang Enong, gadis kecil yang ketika usia ke 14 harus kehilangan sosok seorang ayah dan mengemban tugas sebagai anak pertama yang begitu berat. Enong harus meninggalkan sekolahnya demi sekolah adik-adiknya dan mengambil suatu pekerjaan yang hina, yaitu seorang pendulang timah.[1]

Alur cerita[sunting | sunting sumber]

Cerita bermula kompilasi Syalimah (ibu Enong) diberikan kejutan oleh Zamzami (suami Syalimah). Kejutan itu sepeda yang sebenarnya buatan Syalimah empat tahun lalu. Seharusnya Syalimah sudah lupa dengan permintaan itu. Zamzami juga membelikan Enong kamus Bahasa Inggris Satu Miliar Kata, karena Enong memang sangat senang terhadap pelajaran Bahasa Inggris.

Akan tetapi kebahagiaan Syalimah tidak berlangsung lama, karena Kecelakaan menimpa pemulihan. Zamzami tertimbun tanah akibat longsor. Akibat dari kejadian itu Syalimah kehilangan tulang punggung keluarga. Terkait gadis kecilnya yang disetujui 12 tahun, yang bernama Enong yang sangat suka pelajaran bahasa Inggris, harus berhenti sekolah lantaran diterima, Enong harus berhenti dari bangku sekolah kelas 6 dan Enong harus mengambil alih bantuan yang diminta keluarga. Meskipun tidak lagi berhasil di sekolah, namun semangat Enong tetap kuat unuk menguasai bahasa Inggris. Berbagai usaha telah dilakukan Enong demi mendapat pekerjaaan. Enong sadar gadis seusia dia sangat sulit untuk mendapatkan pekerjaan, karena Enong sama sekali tidak punya keahlian. Enong harus menyelesaikan pekerjaan lain. Mendulang timah adalah pilihan terakhir yang menjadi solusi atas masalah berat yang dihadapinya. Demi mendulang timah, dia harus pulang sekolah.

Hari demi hari dilalui Enong. Jika ia lelah bekerja, maka ia akan membuka lagi kamus bahasa Inggris Satu Miliar kata yang mendukung disponsori. Setelah itu ia kembali bekerja mencari timah. Bersemangat setelah mendapat timah pertama, Enong semakin giat bekerja untuk mendapatkan uang demi menafkahi peternakan.

Disisi lain novel ini juga menceritakan tentang kisah cinta antara Ikal dan A Ling, tetapi kisah cinta mereka di uji karena A Ling akan dijodohkan dengan pria yang bernama Zinar. Berbagai cara gila yang Ikal lakukan untuk mendapatkan kembali cinta A Ling yang diterima nihil, Ikal pun menyerah memperjuangkan cintanya. A Ling pun datangi Ikal untuk memberikan undangan pernikahannya dengan Zinar. Saat Ikal datang ke pernikahan A Ling dengan Zinar, ia menyelipkan sebuah puisi di kertas yang ia tulis dulu SD dulu saat Ikal mulai jatuh cinta dengan A Ling.

Ikal memiliki bakat sebagai penyair puisi, dan cerita pendek kompilasi ia memenuhi dengan Enong, Ikal lebih membantu dengan membuat tugas menulis puisi dalam bahasa Inggrisnya berjudul Bulan di Atas Kota Kecilku yang Ditinggalkan Zaman. Singkat cerita Dalam perjalanan yang dibuka, Enong kemudian bertemu dengan Ikal yang akhirnya bisa mengenalkan Enong dengan Ninochka Stronovky, seorang grand master perempuan catur internasional.

Karakter[sunting | sunting sumber]

  • Syalimah berperan sebagai ibu Enong.
  • Zamzami berperan sebagai ayah Enong.
  • Enong merupakan anak dari Syalimah dan Zamzami
  • Sirun berperan sebagai teman Zamzami.
  • Ibu Guru Nizam yaitu Guru bahasa Inggris Enong.
  • Nuri, Ilham, Nizam, Naila merupakan teman Enong.
  • Moi Kiun yaitu pemilik kios cincin.
  • Liun Phok yaitu Suami Moi Kiun.
  • Detektif M. Nur yaitu seorang detektif swasta
  • A ling merupakan kekasih Ikal.
  • Ikal merupakan kekasih A ling

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kompasiana.com. "Dwilogi Padang Bulan: Perjuangan, Mimpi dan Harga Diri". KOMPASIANA. Diakses tanggal 2020-05-16. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]

Didahului oleh:
Maryamah Karpov
Novel karangan Andrea Hirata Diteruskan oleh:
Cinta Dalam Gelas