Pabrik Gula (film)
| Pabrik Gula | |
|---|---|
Poster penayangan di bioskop | |
| Sutradara | Awi Suryadi |
| Produser | Manoj Punjabi |
| Skenario | Lele Laila |
Berdasarkan | Pabrik Gula oleh SimpleMan |
| Pemeran | |
| Penata musik | Ricky Lionardi |
| Sinematografer | Arfian |
| Penyunting |
|
Perusahaan produksi | |
| Distributor |
|
Tanggal rilis |
|
| Durasi | 133 menit |
| Negara | Indonesia |
| Bahasa |
|
Pabrik Gula adalah film horor supranatural Indonesia tahun 2025 yang disutradarai oleh Awi Suryadi berdasarkan cerita viral berjudul sama karya SimpleMan. Film ini dibintangi oleh Arbani Yasiz, Ersya Aurelia, dan Erika Carlina. Cerita berfokus pada sekelompok pekerja musiman yang datang ke pabrik gula tua di pedesaan untuk bekerja selama musim panen. Pabrik Gula tayang perdana di bioskop Indonesia pada 31 Maret 2025 dan telah ditonton oleh 4,7 juta penonton, menjadikannya sebagai film Indonesia dengan pendapatan tertinggi ketiga pada tahun 2025.[1]
Plot
[sunting | sunting sumber]Endah, Fadhil, Dwi, Hendra, Wati, Naning, dan Franky berangkat bersama menuju ke sebuah pabrik gula untuk menjadi buruh musiman. Pada malam pertama, Endah terbangun dan melihat ada seseorang yang keluar dari loji dan membuntutinya sampai ke sebuah gudang. Saat mendekatinya, dia mendengar suara alunan musik gamelan. Merasa penasaran dengan apa yang ada di dalam gudang tersebut, Endah mengintip dari balik jendela. Dilihatnya pagelaran wayang yang diiringi musik gamelan yang dimainkan oleh sekelompok pria. Secara tiba-tiba semua pria yang ada di dalam gudang tersebut menatapnya, sehingga membuat Endah terjatuh. Endah yang ketakutan segera kembali ke loji.
Keesokannya, Marni, penanggung jawab pekerja musiman menggelar briefing bagi para pekerja musiman yang baru datang. Dia memperkenalkan para karyawan yang berkerja, antara lain Mbah Samin, satpam Rano dan Karno, serta mandor-mandor yang bertugas mengawasi pekerjaan. Hal penting yang diumumkan Marni adalah adanya jam malam di pabrik tersebut. Saat ada suara pentungan berbunyi setelah maghrib yang disebut dengan jam kuning, para buruh harus segera kembali ke loji masing-masing. Saat ada suara peluit berbunyi pada jam 9 malam yang disebut jam merah, para buruh dilarang keras untuk meninggalkan loji masing-masing. Setiap mandor kemudian memanggil nama para buruh untuk membagi mereka dalam kelompok-kelompok kecil. Malam harinya, Rano, Karno, Franky dan Dwi bermain kartu domino untuk melepaskan penat seusai bekerja. Rano dan Karno bercerita mengenai banyaknya demit yang berkeliaran sehingga menyebabkan warga sekitar tidak mau lagi bekerja di pabrik gula tersebut sehingga harus mendatangkan buruh-buruh dari tempat lain untuk bekerja pada saat musim panen.
Suatu hari, Rani tiba-tiba terdiam pada saat ada kereta tebu sedang melintas, sehingga menyebabkan dia tertimpa tebu. Mbah Samin dan Mbah Jinah yang merasa ada yang tidak beres dengan kecelakaan kerja tersebut membuat persembahan untuk menenangkan para demit, tetapi tidak berhasil. Para buruh mulai mengalami teror yang terus meningkat, sampai suatu hari ditemukan seorang buruh yang tewas secara mengenaskan di sumur belakang. Marni, Mbah Samin dan Mbah Jinah kemudian memeriksa Fadhil dan Endah, dan memaksa Endah untuk mengungkap pelanggaran apa yang pernah dilakukannya. Setelah Endah berterus terang, Mbah Samin dan Mbah Jinah merasa bahwa pengalaman Endah tersebut bukanlah penyebab kemarahan para demit, dan sangat yakin pasti ada pelanggaran besar lain yang dilakukan di gudang terlarang sehingga menyebabkan para demit begitu marah. Mbah Samin melakukan ritual kuda lumping dan masuk ke gudang terlarang yang ternyata merupakan tempat kediaman Maha Ratu kerajaan demit. Mbah Samin menemukan bahwa perhiasan emas milik Maha Ratu telah hilang dicuri. Gangguan demit kepada para pekerja semakin menjadi-jadi, sampai akhirnya Naning yang ternyata adalah orang yang mencuri perhiasan milik Maha Ratu memutuskan untuk mengembalikan perhiasan tersebut ke tempat asalnya. Mbah Jinah memaksa Hendra dan Naning untuk mengakui perbuatan mereka, di mana ternyata keduanya pernah melakukan hubungan seksual di gudang terlarang. Akibat perbuatan tersebut, Mbah Samin dan Mbah Jinah menyadari bahwa kerajaan demit kembali menuntut ritual “manten tebu” yang sudah lama tidak dilakukan.
Hendra dan Naning segera dirias dan dipersiapkan menjadi pasangan yang akan dipersembahkan pada para demit. Namun untuk menghindari korban jiwa, Mbah Samin dan Mbah Jinah mencoba mengganti mereka dengan 2 boneka yang telah diolesi darah mereka. Setelah dilakukan ritual “manten tebu,” kedua boneka tersebut dikubur di ladang tebu. Merasa diperalat, Maha Ratu demit menukar kembali posisi Hendra dan Naning yang sedang berdiri di loji dengan boneka yang terkubur tersebut. Fadhil, Endah dan Wati segera berlari menuju ke tempat penguburan dan menggali kuburan, tetapi menemukan bahwa Hendra dan Naning telah meninggal.
Pada saat perjalanan pulang ke kampung halaman, Fadhil melihat sesosok demit yang mengikuti mereka. Sementara itu, di tempat lain Mbah Samin dan Mbah Jinah yang mempersembahkan sesajen kepada para demit kembali ditolak, dan sesosok demit hitam raksasa muncul dari balik kegelapan.
Pemeran
[sunting | sunting sumber]- Arbani Yasiz sebagai Fadhil
- Ersya Aurelia sebagai Endah, asisten manajer pabrik
- Erika Carlina sebagai Naning, admin cantik yang disukai Franky
- Bukie B. Mansyur sebagai Hendra, calon suami Wati
- Wavi Zihan sebagai Wati, calon istri Hendra
- Arif Alfiansyah sebagai Dwi
- Benidictus Siregar sebagai Franky/Mulyono, buruh yang merupakan anak seorang bakul ikan tongkol
- Sadana Agung sebagai Karno, satpam pabrik
- Yono Bakrie sebagai Rano, satpam pabrik
- Vonny Anggraini sebagai Bu Marni, manajer produksi pabrik
- Budi Ros sebagai Mbah Samin, orang pintar yang menjadi pelindung di pabrik
- Dewi Pakis sebagai Mbah Jinah, orang pintar yang menjadi pelindung di pabrik
- Azela Putri sebagai Rani
- Gilang Devialdy sebagai Eko
- Hayati Azis sebagai Nyi Wilengi
- Pratito Wibowo sebagai Dalboh
Produksi
[sunting | sunting sumber]Proses pengambilan gambar film dilakukan di pabrik yang masih aktif dan bekas pabrik gula yang sudah terbengkalai,[2] di mana lokasi syuting yang dipilih oleh tim produksi dilakukan di Cirebon, Jawa Barat, dan Gondang Winangoen, Klaten, Jawa Tengah.[3][4] Pabrik Gula Gondang Winangoen yang menjadi salah satu lokasi syuting merupakan salah satu pabrik gula tertua di Indonesia di mana didirikan pada tahun 1860 oleh perusahaan kolonial Belanda.[4] Demi kebutuhan adegan, tim produksi memborong empat hektar tebu dari petani agar dapat menahan tebu tidak dipanen.[2]
Penayangan
[sunting | sunting sumber]Pabrik Gula ditayangkan perdana pada 31 Maret 2025, bertepatan dengan Idulfitri 1446 H, bersamaan dengan film Lebaran lainnya yaitu Qodrat 2, Jumbo, Komang, dan Norma: Antara Mertua dan Menantu. Film ini dirilis dalam dua versi berbeda, yakni versi reguler yang lulus sensor oleh Lembaga Sensor Film dengan klasifikasi D17+, dan versi Uncut (utuh) yang lulus sensor dengan klasifikasi D21+.[5] Antenna Entertainment telah memegang hak distribusi film ini untuk penayangan di Malaysia, Singapura, dan Brunei. Pabrik Gula tayang di tiga negara tersebut pada 3 April 2025. Sementara itu, EST N8 yang memegang hak distribusi untuk kawasan Amerika Utara menayangkan film ini pada 18 April 2025. Pabrik Gula ditayangkan secara global melalui Netflix mulai 7 Agustus 2025.[3]
Kontroversi
[sunting | sunting sumber]Pada 7 Januari 2025, poster film Pabrik Gula menuai kontroversi karena menampilkan wanita berpakaian minim yang duduk di atas seorang pria dan dikelilingi oleh banyak bayangan hitam.[6]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Gisela, Felicia (2 April 2025). "Sinopsis Film Pabrik Gula, Adaptasi dari Thread Viral Simpleman di X". detikcom. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-06. Diakses tanggal 3 April 2025.
- 1 2 Asnurida, Rani (2025-01-30). "Banyak Kejadian Horor selama Syuting Film Pabrik Gula". IDN Times. Diakses tanggal 2025-09-23.
- 1 2 "Film PABRIK GULA Resmi Tayang di Netflix 7 Agustus 2025". KapanLagi.com. 2025-07-30. Diakses tanggal 2025-09-23.
- 1 2 "Profil Pabrik Gula Gondang Winangoen Lokasi Syuting Film Pabrik Gula". Tempo. 2025-04-08. Diakses tanggal 2025-09-23.
- ↑ "Film Pabrik Gula Rilis Versi Uncut, Bedanya Apa?". CNN Indonesia. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-04-01. Diakses tanggal 2025-04-01.
- ↑ Erwina Rachmi Puspapertiwi. "Poster Film "Pabrik Gula" Tuai Kritik, LSF: Harus Direvisi!". Kompas.com. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2025-03-10. Diakses tanggal 2025-01-08.
Pranala luar
[sunting | sunting sumber]- Pabrik Gula di IMDb (dalam bahasa Inggris)
- Film Indonesia tahun 2025
- Film berbahasa Indonesia
- Film berbahasa Jawa
- Film multibahasa
- Film horor
- Film MD Pictures
- Film yang disutradarai Awi Suryadi
- Film yang ditulis Lele Laila
- Film yang diproduseri Manoj Punjabi
- Film supernatural
- Film tentang hantu
- Film yang berdasarkan pada cerita pendek
- Film yang berlatar di pabrik
- Film yang mengambil gambar di Cirebon
- Film yang mengambil gambar di Klaten
- Film yang berdasarkan pada karya SimpleMan