Osmium dioksida
Osmium dioksida dihidrat | |
| Nama | |
|---|---|
| Nama IUPAC
Osmium dioksida | |
| Nama lain
Osmium(IV) oksida | |
| Penanda | |
Model 3D (JSmol) |
|
| ChemSpider | |
| Nomor EC | |
PubChem CID |
|
| Nomor RTECS | {{{value}}} |
CompTox Dashboard (EPA) |
|
| |
| |
| Sifat | |
| OsO2 | |
| Massa molar | 222,229 g/mol |
| Penampilan | Hitam atau kuning kecokelatan |
| Densitas | 11,4 g/cm3 |
| Titik lebur | 500 °C (932 °F; 773 K) (terdekomposisi) |
| Tak larut[1] | |
| Kelarutan | Larut dalam HCl |
| Senyawa terkait[2] | |
| Osmium tetroksida | |
Kecuali dinyatakan lain, data di atas berlaku pada suhu dan tekanan standar (25 °C [77 °F], 100 kPa). | |
| Referensi | |
Osmium dioksida adalah sebuah senyawa anorganik dengan rumus kimia OsO2. Senyawa ini memiliki wujud bubuk kristalin berwarna cokelat hingga hitam, tetapi kristal tunggalnya berwarna keemasan dan menunjukkan konduktivitas metalik. Senyawa ini mengkristal dalam motif struktur rutil, yaitu konektivitasnya sangat mirip dengan yang ada pada mineral rutil.
Pembuatan
[sunting | sunting sumber]OsO2 dapat diperoleh melalui reaksi osmium dengan berbagai oksidator, termasuk natrium klorat, osmium tetroksida, dan nitrogen monoksida pada suhu sekitar 600 °C.[3][4] Dengan menggunakan transpor kimia, kristal OsO2 besar dapat diperoleh, berukuran hingga 7×5×3 mm3. Kristal tunggal menunjukkan resistivitas metalik sebesar ~15 μΩ·cm. Agen transpor yang umum digunakan adalah O2 melalui pembentukan OsO4 volatil yang reversibel:[5]
- OsO2 + O2 ⇌ OsO4
Senyawa ini juga dapat dibuat dengan mereduksi osmium dalam bilangan oksidasi yang lebih tinggi dengan alkohol, yang menghasilkan bentuk dihidrat. Berbeda dengan bentuk anhidratnya, bentuk dihidrat memiliki tampilan hitam kebiruan.[6][7]
- K2[OsO2(OH)4] + C2H5OH → OsO2•2H2O + 2KOH + CH3CHO
Menambahkan alkali kuat ke asam kloroosmat atau garamnya juga menghasilkan bentuk dihidrat.[6][7][8]
- K2OsCl6 + 4KOH → 6KCl + OsO2•2H2O
Sifat
[sunting | sunting sumber]Osmium dioksida tidak larut dalam air, tetapi dapat dilarutkan oleh asam kuat seperti asam klorida.[9][10] Kristal-kristal senyawa ini memiliki struktur rutil.[11] Tidak seperti osmium tetroksida, OsO2 tidaklah beracun.[12]
Osmium heksavalen
[sunting | sunting sumber]Senyawa osmium dalam bilangan oksidasi +6 didominasi oleh spesies osmil, di mana OsO2 hadir sebagai moitas radikal trans-diokso. Semua senyawa osmil ini bersifat diamagnetik, dan distabilkan oleh ligan donor σ dan donor π yang kuat. Sebagian besar senyawa osmil bersifat mononuklir dan memiliki struktur O=Os=O linear.[6][13]
Contoh senyawa osmil meliputi K2[OsO2(OH)4] dan [OsO2(NH3)4]Cl2, tetapi banyak senyawa lainnya juga diketahui.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Comey, Arthur Messinger (1896). A Dictionary of Chemical Solubilities: Inorganic (dalam bahasa Inggris). Macmillan and Company. hlm. 275. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
- ↑ OsO2 at webelements
- ↑ A. F. Holleman & E. Wiberg (2001). Inorganic chemistry. Academic Press. hlm. 1465. ISBN 0-12-352651-5.
- ↑ Thiele G.; Woditsch P. (1969). "Neutronenbeugungsuntersuchungen am Osmium(IV)-oxid". Journal of the Less Common Metals. 17 (4): 459. doi:10.1016/0022-5088(69)90074-5.
- ↑ Rogers, D. B.; Butler, S. R.; Shannon, R. D. (1972). "Single Crystals of Transition-Metal Dioxides". Inorganic Syntheses. Vol. XIII. hlm. 135–145. doi:10.1002/9780470132449.ch27. ISBN 9780470132449.
- 1 2 3 J. Newton Friend (1920). "Osmium and its compounds". A textbook of inorganic chemistry, vol.IX Part I Cobalt, Nickel, and The Elements of The Platinum Group (PDF). London: Charles Griffin and Company, Limited. hlm. 12, 216–219, 222. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
- 1 2 Prakash Satya (2013). "Platinum Metals-IV:Osmium". Advanced Chemistry of Rare Elements, 5th Ed. India: S Chand and Company Limited. hlm. 611.
- ↑ Stopinski, Orin (September 1977). "Platinum-Group Metals" (PDF). Environmental Health Effects Research Series. Washington, DC: Environmental Protection Agency: 85–86. Diakses tanggal 6 Juli 2025.
- ↑ J. E. Greedan; D. B. Willson; T. E. Haas (1968). "Metallic nature of osmium dioxide". Inorg. Chem. 7 (11): 2461–2463. doi:10.1021/ic50069a059.
- ↑ Yen, P (2004). "Growth and characterization of OsO2 single crystals". Journal of Crystal Growth. 262 (1–4): 271. doi:10.1016/j.jcrysgro.2003.10.021.
- ↑ Boman C.E.; Danielsen, Jacob; Haaland, Arne; Jerslev, Bodil; Schäffer, Claus Erik; Sunde, Erling; Sørensen, Nils Andreas (1970). "Precision Determination of the Crystal Structure of Osmium Dioxide". Acta Chemica Scandinavica. 24: 123–128. doi:10.3891/acta.chem.scand.24-0123.
- ↑ Smith, I.C., B.L. Carson, and T.L. Ferguson (1974). "Osmium: An appraisal of environmental exposure". Env Health Perspect. 8. National Institute of Environmental Health Sciences: 201–213. doi:10.2307/3428200. JSTOR 3428200. PMC 1474945. PMID 4470919. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
- ↑ McFadzean, Belinda (Desember 2007). The Kinetics and Associated Equilibra of High Oxidation State Osmium Complexes (PDF) (PhD thesis). Port Elizabeth, South Africa: Nelson Mandela Metropolitan University. Diakses tanggal 6 Juli 2025.