Lompat ke isi

Osilasi Atlantik Utara

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

North Atlantic Oscillation (NAO) adalah fenomena cuaca di wilayah Samudra Atlantik Utara yang berupa fluktuasi perbedaan tekanan atmosfer di permukaan laut (sea level pressure/SLP) antara Icelandic Low dan Azores High. Melalui perubahan kekuatan Icelandic Low dan Azores High, NAO mengendalikan arah dan kekuatan angin barat serta lokasi di lintasan badai di seluruh Atlantik Utara.[1]

NAO ditemukan melalui berbagai penelitian pada akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.[2] Berbeda dengan fenomena El NiñoSouthern Oscillation (ENSO) di Samudra Pasifik, NAO sebagian besar merupakan mode atmosferik. Fenomena ini termasuk salah satu manifestasi terpenting dari fluktuasi iklim di Atlantik Utara dan wilayah beriklim lembap sekitarnya.[3] North Atlantic Oscillation terkait erat dengan Arctic Oscillation (AO) atau Northern Annular Mode (NAM), tetapi tidak sama dengan Atlantic Multidecadal Oscillation (AMO).

Indeks North Atlantic Oscillation (NAO) memiliki beberapa definisi yang berbeda, tergantung pada cara pengukurannya. Cara paling mudah dipahami adalah dengan mengukur perbedaan rata-rata tekanan udara musiman antara stasiun-stasiun tertentu, misalnya:

  • Lisbon dan Stykkishólmur/Reykjavík
  • Ponta Delgada, Azores dan Stykkishólmur/Reykjavík
  • Azores (1865–2002), Gibraltar (1821–2007), dan Reykjavík[4]

Semua definisi ini memiliki titik utara yang sama (di Islandia), karena stasiun ini memiliki catatan jangka panjang yang stabil, serta titik selatan yang bervariasi. Tujuannya adalah untuk menangkap pola variasi NAO dengan memilih stasiun di "pusat" dua daerah tekanan stabil: Azores High dan Icelandic Low, seperti terlihat pada grafik pengukuran.Definisi yang lebih kompleks, yang hanya mungkin dengan rekaman modern yang lengkap melalui prediksi numerik cuaca, menggunakan Empirical Orthogonal Function (EOF) utama dari tekanan permukaan. Definisi ini memiliki korelasi tinggi dengan definisi berbasis stasiun.

Perdebatan kemudian muncul mengenai apakah NAO berbeda dengan Arctic Oscillation/Northern Annular Mode (AO/NAM), dan jika tidak, mana yang lebih merepresentasikan struktur atmosfer secara fisik dibandingkan hanya berdasarkan ekspresi matematis.Dengan kata lain, NAO dapat dipahami baik sebagai selisih tekanan udara antara pusat tekanan tinggi dan rendah di Atlantik Utara maupun sebagai pola utama variabilitas tekanan yang diekstraksi dari data modern, tergantung pada konteks analisis.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Hurrell, James W., ed. (2003). The North Atlantic oscillation: climatic significance and environmental impact. Geophysical monograph. Washington, DC: American Geophysical Union. ISBN 978-0-87590-994-3.
  2. Stephenson, David B.; Wanner, Heinz; Brönnimann, Stefan; Luterbacher, Jürg (2003). Hurrell, James W.; Kushnir, Yochanan; Ottersen, Geir; Visbeck, Martin (ed.). The history of scientific research on the North Atlantic Oscillation (dalam bahasa Inggris). Vol. 134. Washington, D. C.: American Geophysical Union. hlm. 37–50. doi:10.1029/134gm02. ISBN 978-0-87590-994-3.
  3. Hurrell, James W. (1995-08-04). "Decadal Trends in the North Atlantic Oscillation: Regional Temperatures and Precipitation". Science (dalam bahasa Inggris). 269 (5224): 676–679. doi:10.1126/science.269.5224.676. ISSN 0036-8075.
  4. "Accessing and Visualizing Archived Weather and Climate Data". Geography. Oxford University Press. 2022-02-21. ISBN 978-0-19-987400-2.