Orang Jerman Sudeten

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Orang Jerman Sudeten
Sudetendeutsche
Kratky, Frantisek - Sumava, drevorubci (ca 1890).jpg
Kelompok etnis Jerman di Hutan Bohemia
Total populasi
kr. 3.252.000 tahun 1910[1][2][3]
Kawasan dengan populasi yang signifikan
Bohemia, Moravia dan Schlesien Ceko
Bahasa
Dialek Bayern dan Austria
Schlesien
Sachsen Hulu
Erzgebirgisch
Franken Timur
Lausitz Hulun
Jerman Standar
Agama
Mayoritas Katolik
Minoritas Protestan

Orang Jerman Bohemia dan Jerman Moravia (bahasa Jerman: Deutschböhmen und Deutschmährer (de)), juga disebut orang Jerman Sudeten (bahasa Jerman: Sudetendeutsche (de)) pada awal abad ke-20, adalah orang Jerman yang pernah tinggal di wilayah Kerajaan Bohemia dan Markgrafschaft Mähren (bagian dari Tanah Mahkota Bohemia) pada masa Kekaisaran Austria dan Austria-Hongaria. Setelah kekaisaran tersebut dibubarkan seusai Perang Dunia I, upaya untuk mendirikan Republik Jerman-Austria mengalami kegagalan dan wilayah Sudetenland jatuh ke tangan Cekoslowakia.

Sebelum tahun 1945, Cekoslowakia dihuni oleh lebih dari tiga juta orang Jerman,[4] yang mencakup sekitar 23% populasi Cekoslowakia dan sekitar 29,5% populasi Bohemia dan Moravia.[5] Orang Jerman pindah ke kawasan Bohemia (wilayah elektoral Kekaisaran Romawi Suci) semenjak abad ke-11, khususnya di wilayah perbatasan Sudetenland.[6] Mereka dikenal dengan nama orang Jerman Sudeten setelah jatuhnya Austria-Hongaria. Seusai Perang Dunia II pada tahun 1945, sebagian besar orang Jerman diusir dari Cekoslowakia dan mereka terpaksa pindah ke Jerman atau Austria.

Wilayah yang dikenal dengan nama Sudetenland memiliki tempat pembuatan bahan kimia, tambang lignit, serta pabrik tekstik, keramik, dan kaca. Wilayah perbatasan Bohemia dengan Bayern mayoritas dihuni oleh orang Jerman. Hutan Pfalz Hulu yang terbentang di sepanjang perbatasan Bayern merupakan wilayah permukiman Jerman. Sementara itu, di Moravia terdapat wilayah-wilayah yang dihuni oleh orang Jerman yang "terkurung". Yang juga sering ditemui adalah "pulau bahasa" Jerman: kota-kota yang dihuni oleh minoritas Jerman dikelilingi oleh orang-orang Ceko. Tidak semua orang Jerman hidup terpisah; banyak orang Ceko dan Jerman yang bercampur di berbagai tempat. Namun, semenjak paruh kedua abad ke-19, orang Jerman dan Ceko mulai masuk ke institusi budaya, pendidikan, politik, dan ekonomi yang terpisah. Pemisahan ini berlanjut hingga orang-orang Jerman diusir seusai Perang Dunia II.

Sebagian besar orang Jerman Sudeten menganut agama Katolik yang merupakan warisan kekuasaan Wangsa Habsburg selama berabad-abad.

Catatan kaki[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Archiv Verlag - Österreich und seine Geschichte in Wort und Bild
  2. ^ "Historische Dokumente". ARCHIV VERLAG. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  3. ^ "Historische Dokumente". ARCHIV VERLAG. Diakses tanggal 2 April 2018. 
  4. ^ "Expellee 'Provocation': Prague Refuses Apology to Sudeten Germans". Der Spiegel. 14 Juni 2011.
  5. ^ "Czech Statistical Office". Diakses tanggal 2011-08-09. 
  6. ^ Otto Bauer. The Question of Nationalities and Social Democracy (Minneapolis: University of Minnesota press, 2000), 160