Oil pulling

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian

Oil pulling adalah salah satu perawatan alternatif untuk rongga mulut. Oil pulling dipercaya dapat menjaga kebersihan rongga mulut, memutihkan gigi, mencegah jerawat, mencegah asma, dan sebagainya.[1]

Metode Oil Pulling[sunting | sunting sumber]

Oil pulling adalah salah satu teknik ayurveda, caranya adalah dengan berkumur selama 15-20 menit dengan minyak nabati tertentu, umumnya adalah dengan minyak kelapa atau minyak zaitun. Oil pulling dilakukan di pagi hari sebelum sarapan. Dapat dilanjutkan dengan berkumur larutan air garam, kemudian menyikat gigi. Teknik oil pulling di Indonesia mulai di kenal sejak 2015, salah satu dokter gigi yang gencar mempromosikan oil pulling pada pasiennya adalah drg. Teguh.

Mekanisme Kerja oil pulling[sunting | sunting sumber]

Mekanisme kerja oil pulling belum jelas. Oil pulling akan melembabkan gusi dan jaringan rongga mulut lainnya, sehingga mencegah sindrom mulut kering, yang dapat memicu timbulnya bakteri ataupun jamur (candidiasis). Berkumur dengan lama akan merangsang keluarnya saliva yang memiliki sistem imun. Partikel racun, bakteri dan sisa makan yang mengandung minyak akan lebih mudah larut di dalam minyak yang digunakan untuk berkumur pada teknik oil pulling.[2]

Pro-Kontra[sunting | sunting sumber]

Belum ada penelitian yang mencukupi untuk membuktikan manfaat dari oil pulling, dokter gigi lebih merekomendasikan menyikat gigi 2 kali sehari daripada hanya mengandalkan teknik oil pulling. Oil pulling dipercaya tidak akan menimbulkan efek samping yang negatif walaupun digunakan dalam jangka panjang, karena tidak menggunakan bahan kimia dan hanya menggunakan minyak nabati yang telah lama dipercaya bermanfaat bagi kesehatan.

Referensi[sunting | sunting sumber]