Obat anti-inflamasi nonsteroid

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS atau Nonsteroidal anti-inflammatory drugs (NSAIDs)) kelas obat yang sama-sama memberikan efek analgesik (antinyeri) dan antipiretik (penurun panas), dandalam dosis yang lebih tinggi berefek efek anti-inflamasi. Istilah "nonsteroid" membedakan obat ini dari atin-inflamasi lain yaitu "steroid", yang bekerja menekan produksi eikosanoid. Istilah ini pertama kali digunakan pada tahun 1960, digunakan untuk menjauhkan obat baru dari tragedi iatrogenik terkait steroid.[1]

Klasifikasi[sunting | sunting sumber]

OAINS dapat diklasifikasikan berdasarkan struktur kimianya atau mekanisme aksi. OAINS lebih tua dikenal jauh sebelum mekanisme aksi mereka itu dijelaskan dan untuk alasan ini diklasifikasikan oleh struktur atau asal kimia. Zat baru lebih sering diklasifikasikan berdasarkan mekanisme aksi.

Salisilat[sunting | sunting sumber]

Turunan asam propionat[sunting | sunting sumber]

Turunan asam asetat[sunting | sunting sumber]

Turunan asam enolat (Oksikam)[sunting | sunting sumber]

Turunan asam antranilat (Fenamat)[sunting | sunting sumber]

OAINS berikut adalah turunan dari asam fenamat yang merupakan turunan dari asam antranilat,[5]:235 yang pada gilirannya adalah nitrogen isoster dari asam salisilat[5]:235[6]:17

COX-2 inhibitor selektif (koksib atau Coxibs)[sunting | sunting sumber]

Sulfonanilid[sunting | sunting sumber]

  • Nimesulid (sediaan sistemik dilarang oleh beberapa negara karena potensi risiko hepatotoksisitas)

Lainnya[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Buer JK (Oct 2014). "Origins and impact of the term 'NSAID'". Inflammopharmacology 22 (5): 263–7. PMID 25064056. doi:10.1007/s10787-014-0211-2. 
  2. ^ "Ibuprofen". DB01050. DrugBank. 
  3. ^ Consolidated List of products whose consumption and/or sale have been banned, withdrawn, severely restricted or not approved by Governments, United Nations, 2003, p. 123 link to 2005 ed
  4. ^ Fung, M.; Thornton, A.; Mybeck, K.; Wu, J. H.-h.; Hornbuckle, K.; Muniz, E. (1 January 2001). "Evaluation of the Characteristics of Safety Withdrawal of Prescription Drugs from Worldwide Pharmaceutical Markets-1960 to 1999". Therapeutic Innovation & Regulatory Science 35 (1): 293–317. doi:10.1177/009286150103500134. 
  5. ^ a b Sriram D, Yogeeswari P. Medicinal Chemistry, 2nd Edition. Pearson Education India, 2010. ISBN 9788131731444
  6. ^ Auburn University course material. Jack DeRuiter, Principles of Drug Action 2, Fall 2002 1: Non-Steroidal Antiinflammatory Drugs (NSAIDS)
  7. ^ Information for Healthcare Professionals: Celecoxib (marketed as Celebrex) http://www.fda.gov/Drugs/DrugSafety/PostmarketDrugSafetyInformationforPatientsandProviders/ucm124655.htm
  8. ^ "Safety of Vioxx". FDA Public Health Advisory. United States Food and Drug Administration. 
  9. ^ Alert for Healthcare Professionals: Valdecoxib (marketed as Bextra)
  10. ^ Viljoen A, Mncwangi N, Vermaak I (2012). "Anti-inflammatory iridoids of botanical origin". Curr. Med. Chem. 19 (14): 2104–27. PMC 3873812. PMID 22414102. doi:10.2174/092986712800229005. 
  11. ^ Zhang L, Feng L, Jia Q, Xu J, Wang R, Wang Z, Wu Y, Li Y (2011). "Effects of β-glucosidase hydrolyzed products of harpagide and harpagoside on cyclooxygenase-2 (COX-2) in vitro". Bioorg. Med. Chem. 19 (16): 4882–6. PMID 21775152. doi:10.1016/j.bmc.2011.06.069.