OVO (pembayaran)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
OVO
PT Visionet Internasional
OVO
IndustriTeknologi informasi
Didirikan25 September 2017
PendiriLippo Group
Kantor
pusat
Tokoh
kunci
Karaniya Dharmasaputra
IndukPT Multipolar Tbk (2017-sekarang)
Grab Holdings Inc. (2018-sekarang)
PT Tokopedia (2018-sekarang)
Softbank Group (2019-sekarang)
Situs webovo.id

OVO (PT Visionet Internasional) merupakan layanan keuangan digital asal Indonesia yang mempermudah pengguna untuk bertransaksi di merchant. Saat ini, OVO termasuk unikorn yang bernilai sekitar $2,9 miliar pada Oktober 2019.[1] [2]

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Pendirian OVO dimulai pada tahun 2006, dengan PT Visionet Internasional yang dibentuk oleh PT Multipolar Tbk untuk memenuhi kebutuhan EDC Lippo Bank (telah digabungkan dengan Bank CIMB Niaga pada tanggal 1 November 2008). VisioNet pun mengembangkan variasi produk dan servis yang mereka tawarkan dari sekadar layanan terkelola IT hingga aplikasi dan hardware untuk kebutuhan IT bisnis. PT Visionet Internasional mengalami pengalihan ke perusahaan baru yaitu menjadi PT Visionet Data Internasional pada tahun 2016.[3]

Perjalanan OVO dimulai pada tahun 2016 sebagai aplikasi yang menawarkan pembayaran, poin loyalitas, dan layanan keuangan yang didukung oleh lengan digital Lippo Group. Namun ia mendapat izin untuk beroperasi sebagai perusahaan fintech di seluruh Indonesia pada 25 September 2017.[4] OVO berekspansi ke toko luring pada awal 2019.[5] OVO dilaporkan mengakuisisi perusahaan pinjaman peer-to-peer lokal Taralite pada awal 2019.[6]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ "Ovo confirms unicorn status". Tech in Asia. Diakses tanggal 14 November 2019. 
  2. ^ "OVO becomes Indonesia's fifth unicorn startup, Rudiantara says". The Jakarta Post. Diakses tanggal 14 November 2019. 
  3. ^ Tentang OVO
  4. ^ "OVO's Thompson: "We're moving forward from payments into financial services"". The Asian Banker. Diakses tanggal 14 November 2019. 
  5. ^ Singh, Pooja. "How Ovo Has Grown to be Indonesia's Largest Digital Payments Platform". Entrepreneur. 
  6. ^ (cnbcindonesia.com) OVO ditinggal lippo group

Pranala luar[sunting | sunting sumber]