Lompat ke isi

Nusa Tenggara Timur (daerah pemilihan)

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Nusa Tenggara Timur
Bekas Daerah pemilihan Daerah Pemilihan /
untuk Dewan Perwakilan Rakyat
Republik Indonesia
WilayahSeluruh wilayah Nusa Tenggara Timur
Daerah pemilihan bekas
Dibentuk1955–59 (periode pertama), 1971
Dibubarkan2004
Kursi9 [ket. 1] (1956—59)
12 (1971—97)
13 (1997—99)
17 (1999—2004)
Digantikan olehNusa Tenggara Timur I
Nusa Tenggara Timur II
Dibentuk dariTidak ada, daerah pemilihan baru

Nusa Tenggara Timur adalah sebuah bekas daerah pemilihan dalam pemilihan umum legislatif di Indonesia. Daerah pemilihan ini terdiri dari seluruh kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Timur. Sejak awal pembentukannya, daerah pemilihan ini diwakili oleh 12 anggota Dewan Perwakilan Rakyat, kecuali Pemilu 1955 (9 orang) dan Pemilu 1997 dan 1999 (13 orang). Namun pada tahun 1999, jumlah anggota bertambah 4 orang dikarenakan dibubarkannya Timor Timur yang memilih kemerdekaan. Pada Pemilu 2004, daerah pemilihan ini dibagi menjadi dua daerah pemilihan baru, yaitu Nusa Tenggara Timur I dan Nusa Tenggara Timur II.

Daftar Anggota

[sunting | sunting sumber]

Daftar mengikuti urutan abjad nama anggota. Partai yang memiliki anggota terbanyak diletakkan bersamaan di paling atas.

Pemilihan umumAnggota DPRPartai
1955
(Parlemen ke-1)
R. H. Soetarto Hadisoedibjo [ket. 8]Katolik
D.S. Matakupan [ket. 9]
L. Kape
V. B. Saka
Christoffel Joseph MooyParkindo
Marthinus Caley
Abdulmutalib Daeng TaluPIR Hazairin
Muhammad Thajib AbdullahMasyumi
Soleman Dairo BiliPNI
1959–1971 Dewan Perwakilan Rakyat hasil Pemilu 1955 dibubarkan oleh Presiden Soekarno.
Periode berikutnya: DPR Peralihan (1959—60), DPR-GR (1960—65), DPR-GR tanpa PKI (1965—66), DPR-GR Orde Baru (1966—71)
1971
(Parlemen ke-2)
Alfonsius Andreas Bere TalloGolkar
Carolus Hamboer
Casper Melchior Keluanan Amalo
Gaspar Emanuel Gero
Hendrikus Fernandez
Jeanette Batseba Tarigah
Nino Matheos Nope
Willybrordus Paulus Doy
B.D. BlegurParkindo (sebelum fusi)
PDI (sesudah fusi)
Melkianus Oemboe Nganggoe
Sani Fenat GregoriusKatolik (sebelum fusi)
PDI (sesudah fusi)
Vincentius Bata da Costa
1977
(Parlemen ke-3)
Frans D. BurhanGolkar
Godfridus Sugiharso
Jacobus Ukat
Jack Djobo
Jan Kiapoli
Laurentius Say
Nino Matheos Nope
Petrus Joseph Nuwa Wea
Robertus Revu
Umbu Remu Samapaty
Viktor Hendrik Rasyam Koroh
Vincentius Bata da CostaPDI
1982
(Parlemen ke-4)
Anton LesiangiGolkar
Frans Sales Lega
Benyamin Paulus Messakh
Godfridus Sugiharso
Jacob Keda
Leonard Maximilian Frans
Marcellinus Adang da Gomez
Piet Jos Nuwa Wea
Rom Pieters Seransonbay
Umbu Haramburu Kapita
Umbu Remu Samapaty (1982–86) [ket. 10] [1]
Daniel Andrias Banunaek (1987)
Willem Cornelis Hendrik Oematan
1987
(Parlemen ke-5)
Aloysius Wiratno PuspoatmodjoGolkar
Benyamin Paulus Messakh
Fransiskus Skera
Imam Soedarwo
Joanes Riberu
Mansjoer Sjah Arkiang
Marcellinus Adang da Gomez
Nanny Dading Kalbuadi
Savrinus Suardi
Umbu Haramburu Kapita
Umbu Mehang Kunda
Kanis PariPDI
1992
(Parlemen ke-6)
Achmad Saidun AliGolkar
Alberth Daniel John Manafe
Benyamin Paulus Messakh
Fransiskus Skera
Hasaloan Johan Hutagaol
Joanes Riberu
Nafsiah Mboi
Savrinus Suardi
Thomas Suyatno
Umbu Haramburu Kapita
Umbu Mehang Kunda
Vincentius Bata da CostaPDI
1997
(Parlemen ke-7)
Achmad Saidun AliGolkar
Alberth Daniel John Manafe
Alo Jong Joko
Ansel da Lopez
Charles Jones Mesang
Johanes Mau Nailiu
Petrus Boliona Keraf
Pinantun Hutasoit
Thomas Suyatno
Umbu Djima
Umbu Mehang Kunda
Yosia Nehemia Manafe
Nicolaus DaryantoPDI
1999
(Parlemen ke-8)
Charles Jones MesangGolkar
Cornelis Tapatab
Johanes Mau Nailiu
Imanuel Ekadianus Blegur
Marthin Bria Seran
Umbu Mehang Kunda (1999–2000) [ket. 11]
Lapoe Moekoe (2001–04)
Jacob Nuwa Wea (1999–2001) [ket. 12]
Ni Luh Mariyati Tirtasari (2002–04)
PDI-P
Julius Bobo
Matheos Pormes
Paulus Maloa Saul de Ornay
Vincentius Bata da Costa
Abdul Kadir AklisPPP
Manasse MaloPDKB
Anggota yang bergabung dari daerah pemilihan Timor Timur setelah referendum
Natercia M.J.O. SoaresGolkar
Setya Novanto
Rekso Ageng HermanPDI-P
Ronny B. Hutagaol
2004 Daerah pemilihan dibubarkan dan dibagi menjadi Nusa Tenggara Timur I dan II.
  1. Sebelumnya berjumlah 8, namun kemudian berubah menjadi 9 yang merupakan hasil dari sistem pembagian kursi yang diterapkan pada Pemilu 1955
  2. UU No. 64 Tahun 1958
  3. UU No. 7 Tahun 1976
  4. UU No. 5 Tahun 1996
  5. UU No. 52 Tahun 1999
  6. UU No. 9 Tahun 2002
  7. UU No. 8 Tahun 2003
  8. Ketua Fraksi
  9. Sekretaris Fraksi
  10. Meninggal dunia saat menjabat.
  11. Mengundurkan diri karena terpilih menjadi Bupati Sumba Timur.
  12. Mengundurkan diri karena terpilih menjadi Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi pada Kabinet Gotong Royong.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Periode 1982-1987. Jakarta: Sekretariat Jenderal Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. 1988. hlm. 7.

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]