Lompat ke isi

Nikea

Nikea
Νίκαια (bahasa Yunani Kuno)
Reruntuhan Teater Romawi
Tembok kota era Bizantium • Gerbang Lefke
Masjid Orhan (sebelumnya Hagia Sophia)
Nikea di Marmara
Nikea
Shown within Marmara
Nikea di Turkey
Nikea
Nikea (Turkey)
Nama alternatifNikaia
Lokasiİznik, Provinsi Bursa, Turki
WilayahBitinia
Koordinat40°25.74′N 29°43.17′E / 40.42900°N 29.71950°E / 40.42900; 29.71950
JenisPemukiman
Luas145 ha (360 ekar)[1][2]
Sejarah
PendiriAntigonos I Monofthalmos[3]
Didirikansek. 316[4][5][6] – 315[7][8] SM
BudayaYunani Kuno, Romawi Kuno, Bizantium, Utsmaniyah
PeristiwaKonsili Nikea Pertama dan Kedua

Nikea atau Nikaia adalah sebuah kota kuno yang terletak di Asia Kecil (Turki modern), khususnya di provinsi Bithynia. Kota ini memiliki peran penting dalam sejarah Kekaisaran Romawi dan Kristen awal, serta merupakan lokasi dua Konsili Ekumenis yang terkenal, yaitu Konsili Nikea I pada tahun 325 M dan Konsili Nikea II pada tahun 787 M. Lokasi Nikea kuno berada di wilayah yang saat ini dikenal sebagai İznik di Provinsi Bursa, Turki.

Etimologi

[sunting | sunting sumber]

Nama Nikea diyakini berasal dari bahasa Yunani kuno, yang berarti "kemenangan." Nama ini mungkin merujuk pada Dewi Nike, dewi kemenangan dalam mitologi Yunani. Kota ini awalnya dikenal dengan nama Helikore sebelum berganti nama menjadi Nikea.

Sejarah Awal

[sunting | sunting sumber]

Zaman Yunani dan Romawi

[sunting | sunting sumber]

Nikea didirikan pada abad ke-4 SM oleh Antigonus I Monophthalmus, salah satu jenderal Aleksander Agung, setelah kematian Aleksander. Kota ini kemudian direbut oleh Lysimachus dan diganti namanya menjadi Nikea, mungkin untuk menghormati istri atau seorang anggota keluarganya. Nikea menjadi salah satu kota penting di Asia Kecil, dengan pengaruh Yunani yang kuat dalam budaya dan arsitektur kota tersebut.

Zaman Romawi

[sunting | sunting sumber]

Pada masa Kekaisaran Romawi, Nikea berkembang pesat dan menjadi pusat perdagangan dan intelektual. Kota ini memiliki teater besar, forum, dan struktur-struktur umum lainnya yang menonjolkan arsitektur Romawi. Nikea dikelilingi oleh dinding yang kuat sepanjang 5 km dan memiliki empat gerbang besar. Selain itu, lokasinya yang strategis di tepi Danau Askania (sekarang İznik Gölü) menjadikan Nikea sebagai kota yang sangat penting secara militer dan ekonomi.

Kekristenan Awal dan Konsili Nikea

[sunting | sunting sumber]

Nikea memainkan peran yang sangat penting dalam perkembangan agama Kristen, terutama selama Konsili Nikea yang pertama. Kota ini adalah lokasi dua konsili ekumenis utama yang diadakan oleh Gereja Kristen.

Konsili Nikea I (325 M)

[sunting | sunting sumber]

Konsili Nikea I diadakan pada tahun 325 M di bawah Kaisar Konstantinus I. Konsili ini dihadiri oleh para uskup dari seluruh Kekaisaran Romawi, yang bertujuan untuk mengatasi masalah teologi yang memecah belah Gereja Kristen pada waktu itu, terutama mengenai ajaran Arianisme. Salah satu hasil terpenting dari konsili ini adalah pembentukan Kredo Nikea, pernyataan iman yang kemudian menjadi dasar bagi ajaran Kristen Ortodoks.

Konsili Nikea II (787 M)

[sunting | sunting sumber]

Konsili Nikea II diadakan pada tahun 787 M untuk mengatasi perselisihan mengenai ikona dalam Gereja Kristen, yang dikenal sebagai Ikonoklasme. Konsili ini mengakhiri fase pertama Ikonoklasme, dengan menyatakan bahwa penggunaan ikona dalam ibadah Kristen adalah sah dan tidak melanggar ajaran gereja. Konsili Nikea II juga dianggap sebagai konsili ekumenis ketujuh oleh Gereja Ortodoks Timur dan Gereja Katolik.

Nikea di Bawah Kekaisaran Bizantium

[sunting | sunting sumber]

Selama periode Kekaisaran Bizantium, Nikea menjadi salah satu kota penting di Asia Kecil. Kota ini merupakan pusat budaya dan pendidikan, serta rumah bagi banyak bangunan keagamaan yang penting. Setelah jatuhnya Konstantinopel ke tangan tentara Salib dalam Perang Salib Keempat pada tahun 1204, Nikea menjadi ibu kota Kekaisaran Nikea, sebuah kekaisaran pengasingan yang didirikan oleh Dinasti Laskarid. Kekaisaran Nikea bertahan sampai tahun 1261, ketika Konstantinopel berhasil direbut kembali dan Kekaisaran Bizantium dipulihkan.

Penaklukan oleh Kesultanan Utsmaniyah

[sunting | sunting sumber]

Pada tahun 1331, Nikea jatuh ke tangan Kesultanan Utsmaniyah di bawah Sultan Orhan. Kota ini kemudian mengalami perubahan budaya dan agama, dengan masjid-masjid yang didirikan di bekas gereja, termasuk Gereja Hagia Sophia di Nikea yang diubah menjadi masjid. Nikea menjadi pusat penting dalam wilayah kekuasaan Kesultanan Utsmaniyah, dan terus berkembang sebagai bagian dari provinsi Anatolia Barat.

Situs Arkeologi dan Monumen Bersejarah

[sunting | sunting sumber]

Nikea merupakan salah satu situs arkeologi penting di Turki. Banyak peninggalan masa lalu yang masih bisa ditemukan di kota ini, termasuk:

  • Dinding Kota: Dinding kota Nikea yang terkenal dibangun pada abad ke-3 dan ke-4. Dinding ini memiliki panjang sekitar 5 km, dengan ketebalan sekitar 10 meter, dan terdapat 114 menara.
  • Teater Nikea: Teater besar ini dibangun pada masa Kekaisaran Romawi dan memiliki kapasitas hingga 15.000 penonton. Meskipun sebagian besar bangunannya telah rusak, reruntuhan teater ini masih dapat dikunjungi.
  • Hagia Sophia di Nikea: Sebuah gereja bersejarah yang kemudian diubah menjadi masjid oleh Kesultanan Utsmaniyah. Bangunan ini menjadi pusat utama dalam Konsili Nikea I dan II.
  • Danau İznik: Danau ini terletak di sebelah kota dan merupakan salah satu danau terbesar di Turki. Situs-situs bersejarah di sepanjang danau ini menunjukkan pentingnya Nikea sebagai kota perdagangan dan militer.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Intagliata, Emmanuele; Barker, Simon J.; Christopher, Courault, ed. (2020). City Walls in Late Antiquity: An empire-wide perspective. Oxbow Books. hlm. 83. ISBN 9781789253672.
  2. Pascual, José; Papakonstantinou, Maria-Foteini, ed. (2013). Topography and History of Ancient Epicnemidian Locris. BRILL. hlm. 97. ISBN 9789004256750.
  3. Chamoux, François (2008). Hellenistic Civilization. John Wiley & Sons. hlm. 178. ISBN 9780470752050.
  4. Haverfield, Francis J. (2020). Ancient Town-Planing. BoD – Books on Demand. hlm. 27. ISBN 9783752307689.
  5. Dumper, Michael (2007). Dumper, Michael; Stanley, Bruce E. (ed.). Cities of the Middle East and North Africa: A Historical Encyclopedia. ABC-CLIO. hlm. 194. ISBN 9781576079195.
  6. April, Wilfred (2018). Culture and Identity. BoD – Books on Demand. hlm. 26. ISBN 9781789230406.
  7. Coleman-Norton, Paul R. (2018). Roman State & Christian Church Volume 1: A Collection of Legal Documents to A.D. 535. Wipf and Stock Publishers. hlm. 126. ISBN 9781725255647.
  8.  Chisholm, Hugh, ed. (1911). "Nicaea" . Encyclopædia Britannica. Vol. 19 (Edisi 11). Cambridge University Press. hlm. 640.
  • Mango, Cyril. Byzantium: The Empire of New Rome. New York: Charles Scribner's Sons, 1980.
  • Kazhdan, Alexander. The Oxford Dictionary of Byzantium. Oxford: Oxford University Press, 1991.
  • Catholic Encyclopedia. "First Council of Nicaea".