Nik Abdul Aziz Nik Mat

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Yang Amat Berhormat Tuan Guru Dato' Bentara Setia

Haji Nik Abdul Aziz Nik Mat
نئ عبدالعزيز بن نئ مت
Kepala Menteri Kelantan
Masa jabatan
22 Oktober 1990 – 6 Mei 2013
Penguasa monarki Sultan Ismail Petra
Sultan Muhammad V
Deputi Ahmad Yaakob
Didahului oleh Mohamed Yaacob
Digantikan oleh Ahmad Yaakob
Ketua Umum PAS
Masa jabatan
1990 – 12 Februari 2015
Didahului oleh Yusof Rawa
Digantikan oleh Kosong
Informasi pribadi
Lahir 10 Januari 1931
Desa Pulau Malaka, Kota Bharu, Kelantan, Malaya Britania (sekarang Malaysia)
Meninggal 12 Februari 2015 (umur 84)
Kampung Pulau Malaka, Kota Bharu, Kelantan, Malaysia
Partai politik PAS logo.svg PAS - Barisan Alternatif
Suami/istri Datin Hajjah Tuan Sabariah Binti Tuan Ishak
Anak 10
Agama Islam

Tuan Guru Dato' Bentara Setia Haji Nik Abdul Aziz Bin Nik Mat (lahir 10 Januari 1931 – meninggal 12 Februari 2015 pada umur 84 tahun) adalah seorang tokoh agama dan tokoh politik oposisi di Malaysia. Ia menjabat sebagai kepala menteri negara bagian Kelantan sejak tahun 1990 hingga 2013. (Jabatan ini dapat dibandingkan dengan gubernur provinsi di Indonesia) Selain itu, ia juga merupakan penasihat spiritual Partai Islam Se-Malaysia (PAS) yang merupakan anggota dari koalisi oposisi Barisan Alternatif) di Malaysia.

Pada tahun 2008, Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GERAK) telah menganugerahkannya sebagai kepala menteri yang memiliki catatan paling bersih di Malaysia. Penghargaan itu diberikan untuk menghargai usahanya dalam melawan korupsi ketika beliau masih memerintah Kelantan selama hampir 18 tahun.[1]

Pada tahun 2009, beliau ditempatkan di antara 50 tokoh Islam berpengaruh di dunia dan terdaftar di dalam buku berjudul "The 500 Most Influential Muslims".[2]

Latar belakang[sunting | sunting sumber]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Dilahirkan pada tanggal 10 Januari 1931 di Desa Pulau Malaka, Kota Bharu ia merupakan anak kedua dari sembilan orang bersaudara. Hasil berbagi hidup dengan istrinya, yaitu Tuan Sabariah Binti Tuan Ishak, dia dikaruniai 10 orang cahaya mata (5 laki-laki dan 5 perempuan).

Nik Aziz selalu dikenal sebagai seorang Menteri Besar yang paling zuhud dan wara '. Pada hampir setiap waktu, dia selalu terlihat dalam keadaan berjubah dan bersorban. Dia mengaku shalat dalam keadaan gelap ketika berada di dalam kantornya karena tidak ingin menggunakan uang pemerintah untuk kepentingan dirinya.[3] Rumahnya pula hanyalah sebuah rumah kampung biasa seperti yang dimiliki oleh rakyat kebanyakan. Rumahnya tidak berpagar sama sekali dan tiada pengawal keselamatan yang diupah untuk menjaganya.

Sebelum menjadi Menteri Besar, dia adalah seorang guru agama yang aktif. Dia pernah mengajar di Sekolah Menengah Agama Tarbiyyah Mardiah, SMA Agama Darul Anwar dan SMA Maahad Muhammadi yang semuanya terletak di Kelantan. Maka tidak heran dia lebih ramah dengan julukan 'Tuan Guru' di kalangan rakyat Malaysia. Bahkan hingga kini, dia masih aktif menyebarkan ilmu-ilmu Islam kepada masyarakat. Pada hampir setiap pagi, dia akan menjadi imam kepada Solat Subuh dan kemudian memberikan kuliah singkat di sebuah masjid yang terletak hanya beberapa langkah saja dari rumahnya.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Nik Aziz mendapat pendidikan awal dari ayahnya sendiri, Tuan Guru Haji Nik Mat Raja Banjar di kediamannya di Pulau Melaka. Dia memiliki persetujuan dalam bidang Sarjana Hukum Islam dari Universitas al-Azhar di Mesir.[4] Ketika belajar, dia pernah menjadi salah seorang saksi kepada Perang Arab-Israel.[butuh rujukan]

Dia juga pernah belajar di:

Dia mampu berkomunikasi dalam bahasa Arab, Urdu, Inggris dan Tamil.[4]

Karier politik[sunting | sunting sumber]

Tuan Guru mulai menjadi anggota PAS pada tahun 1967, saat ini beliau menjadi ketua umum partai tersebut. Sejak tahun 1990, beliau telah memegang tampuk kepemimpinan sebagai Menteri Besar Kelantan. Ia juga adalah seorang ADUN bagi daerah N.06 Chempaka, Kelantan. Pada pemilu ke-11, Nik Aziz menyandang kursi tersebut setelah mengalahkan Ruhani Mamat (BN) dengan jumlah 3.694 suara.[5]

Pada pemilu ke-12/2008, beliau berhadapan dengan Datuk Dr Nik Mohd Zain Omar yang mewakili Barisan Nasional (BN) di daerah yang sama. Secara peraturannya, Nik Aziz sudah bisa menang tanpa bertanding pada hari penamaan calon ketika lawannya itu lupa untuk menurunkan tanda tangannya pada formulir pencalonan. Namun ia tidak ingin menang dengan cara begitu lalu meminta calon BN itu menandatangani kembali formulir pencalonan tersebut.[6] Hasil pemilu tersebut menyatakan kemenangan Nik Aziz dalam jumlah lebih besar, yaitu 4.249 suara.[7]

Ia bersedia untuk melepaskan jabatan sebagai seorang Menteri Besar setelah pemilu 2013[8] Penggantinya itu akan dipilih melalui proses pemungutan suara yang sulit. Namun jika dinilai yang dibuat kelak mengawasinya terus dipilih, ia siap melanjutkan tanggung jawab itu bahkan sudah terlibat dalam politik PAS sejak 42 tahun lalu.[9]

Dia dituduh mengamalkan kronisme dengan menunjuk menantunya Ariffahmi sebagai direktur utama PMBK, tetapi ia menyatakan janji itu berdasarkan kualifikasi pendidikan tinggi dan pengalaman luas dalam bidang rekayasa. Ariffahmi akhirnya mengundurkan diri.[10][11][12]

Kutipan[sunting | sunting sumber]

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Dia memiliki masalah kesehatan jantung, darah tinggi dan maag. Pada akhir tahun 2004, ia dimasukkan ke rumah sakit setelah mendapat serangan sakit jantung.[15] Pada tahun 2007, ia dirawat di Rumah Sakit Universitas Sains Malaysia (HUSM) karena keletihan.

Dia sendiri mengakui bahwa kesehatannya semakin terganggu sejak akhir-akhir ini. Namun itu semua tidak menghalanginya untuk terus berbakti kepada masyarakat.

Ia pun meninggal pada 12 Februari 2015 di kediamannya di Kampung Pulau Melaka, Kota Bharu.[17]

Lihat pula[sunting | sunting sumber]

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]