National Register of Historic Places
Sebuah plakat NRHP | |
| Informasi lembaga | |
|---|---|
| Dibentuk | 1966 |
| Wilayah hukum | United States |
| Kantor pusat | Main Interior Building, U.S. Department of Interior, Washington, D.C., A.S. |
| Pejabat eksekutif |
|
| Departemen induk | National Park Service |
| Situs web | nps.gov/nationalregister |
National Register of Historic Places (NRHP) adalah daftar resmi pemerintah federal Amerika Serikat yang berisi daftar situs, bangunan, struktur, kawasan dan objek yang dianggap layak untuk dilestarikan karena signifikansi sejarahnya atau "nilai artistik yang besar."
Pengesahan National Historic Preservation Act (NHPA) pada tahun 1966 membentuk National Register dan proses untuk menambahkan properti ke dalamnya. Dari lebih dari satu setengah juta properti di National Register, 95.000 terdaftar secara individual. Sisanya adalah sumber daya penyumbang dalam kawasan bersejarah.
Selama sebagian besar sejarahnya, National Register telah dikelola oleh National Park Service (NPS), sebuah badan dalam United States Department of the Interior. Tujuannya adalah membantu pemilik properti dan kelompok kepentingan, seperti National Trust for Historic Preservation, serta mengoordinasikan, mengidentifikasi, dan melindungi situs bersejarah di Amerika Serikat. Meskipun daftar National Register sebagian besar bersifat simbolis, pengakuan atas signifikansinya memberikan beberapa insentif finansial kepada pemilik properti yang terdaftar. Perlindungan terhadap properti tidak dijamin. Selama proses nominasi, properti dievaluasi berdasarkan empat kriteria untuk dimasukkan dalam National Register of Historic Places. Penerapan kriteria tersebut telah menjadi subjek kritik oleh akademisi sejarah dan pelestarian, serta publik dan politisi. Sebuah properti yang terdaftar dalam National Register, atau yang berada dalam Kawasan Bersejarah National Register, dapat memenuhi syarat untuk insentif pajak yang berasal dari total nilai biaya yang dikeluarkan untuk melestarikan properti tersebut.
Properti dapat dinominasikan dalam berbagai bentuk, termasuk properti individual, kawasan bersejarah dan multiple property submissions (MPS). Register mengkategorikan daftar umum ke dalam salah satu dari lima jenis properti: kawasan, situs, struktur, bangunan atau objek.
Kawasan Bersejarah National Register adalah area geografis yang terdiri dari properti penyumbang dan non-penyumbang. Beberapa properti ditambahkan secara otomatis ke National Register ketika mereka dikelola oleh National Park Service. Ini termasuk National Historic Landmarks (NHL), National Historic Landmark Districts (NHLD), National Historic Sites (NHS), National Historical Parks, National Military Parks, national memorials, dan beberapa national monuments.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]

Pada 15 Oktober 1966, Historic Preservation Act menciptakan National Register of Historic Places dan State Historic Preservation Offices (SHPO).[3] National Register pada awalnya terdiri atas National Historic Landmarks yang ditetapkan sebelum pembentukan Register, serta situs bersejarah lain dalam National Park System.[4] Persetujuan undang-undang tersebut, yang diamendemen pada 1980 dan 1992, merepresentasikan pertama kalinya Amerika Serikat memiliki kebijakan pelestarian sejarah yang berbasis luas.[3][5] Undang-undang 1966 mewajibkan lembaga-lembaga tersebut bekerja bersama SHPO dan sebuah lembaga federal independen, yaitu Advisory Council on Historic Preservation (ACHP), untuk menghadapi dampak buruk aktivitas federal terhadap pelestarian sejarah.[6]
Untuk mengelola National Register of Historic Places yang baru dibentuk, National Park Service dari U.S. Department of the Interior, dengan direktur George B. Hartzog Jr., mendirikan divisi administratif bernama Federal Office of Archaeology and Historic Preservation (OAHP).[6][7] Hartzog menugasi OAHP untuk menciptakan program National Register sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang 1966. Ernest Connally merupakan direktur pertama kantor tersebut. Di dalam OAHP, divisi-divisi baru dibentuk untuk menangani National Register.[8] Divisi tersebut mengelola beberapa program yang sudah ada, termasuk Historic Sites Survey dan Historic American Buildings Survey, serta National Register yang baru dan Historic Preservation Fund.[6]
Keeper of the Register resmi pertama adalah William J. Murtagh, seorang sejarawan arsitektur.[4] Pada tahun-tahun awal Register pada akhir 1960-an dan awal 1970-an, organisasi masih longgar dan SHPO kecil, kekurangan staf, serta kekurangan dana.[7] Namun, dana tetap disalurkan untuk Historic Preservation Fund guna menyediakan grants-in-aid pendamping bagi pemilik properti terdaftar, awalnya untuk museum rumah dan bangunan institusi, tetapi kemudian juga untuk struktur komersial.[6]
Pada 1979, program sejarah NPS yang terkait dengan U.S. National Park system dan National Register dikategorikan secara resmi menjadi dua "Assistant Directorates". Dibentuklah Assistant Directorate for Archeology and Historic Preservation dan Assistant Directorate for Park Historic Preservation.[8] Dari 1978 hingga 1981, badan utama untuk National Register adalah Heritage Conservation and Recreation Service (HCRS) dari United States Department of the Interior.[9]
Pada Februari 1983, kedua assistant directorates digabungkan untuk meningkatkan efisiensi dan mengakui saling ketergantungan program mereka. Jerry L. Rogers dipilih untuk memimpin associate directorate yang baru digabung ini. Ia digambarkan sebagai administrator yang terampil, dan peka terhadap kebutuhan NPS untuk bekerja dengan SHPO, akademisi, dan pemerintah lokal.[8]
Meskipun tidak dijelaskan secara rinci dalam undang-undang 1966, SHPO pada akhirnya menjadi bagian integral dari proses pencantuman properti dalam National Register. Amandemen 1980 pada undang-undang 1966 semakin mendefinisikan tanggung jawab SHPO terkait National Register.[9] Beberapa amandemen NHPA tahun 1992 menambahkan satu kategori pada National Register, dikenal sebagai Traditional Cultural Properties: properti yang terkait dengan kelompok Native American atau Hawaii.[5]
National Register of Historic Places telah berkembang pesat sejak asal-usul legislatifnya pada 1966. Pada 1986, warga negara dan kelompok menominasikan 3.623 properti, situs, dan distrik terpisah untuk dimasukkan dalam National Register, dengan total 75.000 properti terpisah.[9] Dari lebih dari satu setengah juta properti dalam National Register, 95.000 tercantum secara individual. Lainnya tercantum sebagai anggota penyumbang dalam historic districts.[6][10]
Proses nominasi
[sunting | sunting sumber]It is hereby declared to be the policy of the United States Government that special effort should be made to preserve the natural beauty of the countryside and public park and recreation lands, wildlife and waterfowl refuges, and historic sites.[11]
— (49 USC 303)
Siapapun dapat menyiapkan nominasi untuk National Register, meskipun sejarawan dan konsultan historic preservation sering dipekerjakan untuk pekerjaan ini. Nominasi terdiri dari formulir pendaftaran standar (NPS 10-900) dan memuat informasi dasar mengenai penampilan fisik properti serta jenis signifikansi yang dimiliki oleh bangunan, struktur, objek, situs, atau distrik.[12]
State Historic Preservation Office (SHPO) menerima nominasi National Register dan memberikan umpan balik kepada individu atau kelompok yang menominasikan. Setelah peninjauan awal, SHPO mengirim setiap nominasi ke komisi peninjau sejarah negara bagian, yang kemudian merekomendasikan apakah State Historic Preservation Officer harus mengirim nominasi tersebut ke Keeper of the National Register. Untuk properti yang tidak dimiliki federal, hanya State Historic Preservation Officer yang dapat secara resmi menominasikan properti agar dimasukkan ke National Register. Setelah nominasi direkomendasikan untuk dicantumkan dalam National Register oleh SHPO, nominasi dikirim ke National Park Service, yang kemudian menyetujui atau menolak nominasi tersebut.
Jika disetujui, properti secara resmi dimasukkan oleh Keeper of the National Register ke dalam National Register of Historic Places.[12] Pemilik properti diberitahukan tentang nominasi selama proses peninjauan oleh SHPO dan komisi peninjau sejarah negara bagian. Jika pemilik menolak nominasi properti pribadi, atau dalam kasus distrik bersejarah, mayoritas pemilik menolak, maka properti tersebut tidak dapat dicantumkan dalam National Register of Historic Places.[12]
Kriteria
[sunting | sunting sumber]
Agar sebuah properti memenuhi syarat untuk dimasukkan ke National Register of Historic Places, properti tersebut harus memenuhi setidaknya salah satu dari empat kriteria utamanya.[13] Informasi mengenai gaya arsitektur, keterkaitan dengan berbagai aspek social history dan perdagangan serta kepemilikan merupakan bagian integral dari nominasi. Setiap nominasi memuat bagian naratif yang memberikan deskripsi fisik properti secara rinci dan menjelaskan mengapa properti tersebut signifikan secara historis, baik terkait sejarah lokal, negara bagian, maupun nasional. Empat kriteria National Register of Historic Places adalah sebagai berikut:
- Criterion A, "Event", properti harus memberikan kontribusi terhadap pola utama sejarah Amerika.
- Criterion B, "Person", terkait dengan orang-orang penting dari masa lalu Amerika.
- Criterion C, "Design/Construction", berkaitan dengan karakteristik khas bangunan melalui arsitektur dan konstruksinya, termasuk memiliki nilai artistik tinggi atau merupakan karya seorang master.
- Criterion D, "Information potential", dipenuhi jika properti telah atau mungkin dapat menghasilkan informasi penting bagi prasejarah atau sejarah.[12]
Kriteria tersebut diterapkan secara berbeda untuk berbagai jenis properti; misalnya, properti maritime memiliki pedoman penerapan yang berbeda dari bangunan.[13]
Pengecualian
[sunting | sunting sumber]National Park Service menyebut tujuh kategori properti yang "biasanya tidak dipertimbangkan untuk" dan "umumnya ... tidak akan dianggap memenuhi syarat untuk" National Register: properti keagamaan (misalnya, gereja); bangunan yang telah dipindahkan; tempat lahir atau makam orang penting; pemakaman; properti yang direkonstruksi; properti peringatan (misalnya, patung); dan "properti yang baru mencapai signifikansi dalam lima puluh tahun terakhir".[13]:25 Namun, jika properti tersebut memenuhi "Criteria Considerations" tertentu untuk kategori mereka selain kriteria umum, properti tersebut sebenarnya memenuhi syarat.[13]:25 Dengan demikian, meskipun bahasa peraturan terdengar tegas, jenis tempat ini sebenarnya tidak dikecualikan sebagai aturan.[14] Misalnya, Register mencatat ribuan gereja.[15][16]
Terdapat kesalahpahaman bahwa ada aturan ketat yang menyatakan properti harus berusia minimal 50 tahun untuk dicantumkan dalam National Register of Historic Places.[14] Pada kenyataannya, tidak ada aturan baku. John H. Sprinkle Jr., deputi direktur Federal Preservation Institute, menyatakan:[14]
[T]his "rule" is only an exception to the criteria that shape listings within the National Register of Historic Places. Of the eight "exceptions" [or criteria considerations], Consideration G, for properties that have achieved significance within the past fifty years, is probably the best-known, yet also misunderstood preservation principle in America.
Prosedur evaluasi National Register tidak menggunakan istilah "exclusions". Kriteria National Historic Landmarks yang lebih ketat, yang menjadi dasar kriteria National Register,[14] memang menetapkan pengecualian, beserta "exceptions to the exclusions" yang sesuai, yang seharusnya diterapkan lebih sempit.[13]:52
Pengajuan beberapa properti
[sunting | sunting sumber]
Multiple property submission (MPS) adalah pencatatan kelompok tematik dalam National Register of Historic Places yang terdiri dari properti terkait yang memiliki tema umum dan dapat diajukan sebagai satu kelompok. Multiple property submissions harus memenuhi kriteria dasar tertentu agar kelompok properti tersebut dapat dimasukkan ke dalam National Register.
Proses ini dimulai dengan multiple property documentation form yang berfungsi sebagai dokumen penutup (cover document) dan bukan sebagai nominasi ke National Register of Historic Places. Tujuan dari dokumen ini adalah untuk menetapkan dasar kelayakan bagi properti-properti yang terkait. Informasi dari multiple property documentation form dapat digunakan untuk menominasikan dan mendaftarkan properti sejarah yang terkait secara bersamaan, atau untuk menetapkan kriteria bagi properti yang mungkin dinominasikan di masa depan. Dengan demikian, penambahan ke MPS dapat terjadi seiring waktu.
Nominasi properti individual dalam MPS dilakukan dengan cara yang sama seperti nominasi lainnya. Nama "thematic group" menunjukkan tema sejarah dari properti-properti tersebut. Hal ini dianggap sebagai "multiple property listing". Setelah properti individual atau kelompok properti dinominasikan dan dicatat dalam National Register, multiple property documentation form, digabungkan dengan formulir nominasi individual National Register of Historic Places, membentuk sebuah multiple property submission.[17]
Contoh MPS termasuk Lee County Multiple Property Submission, Warehouses in Omaha, Boundary Markers of the Original District of Columbia dan Illinois Carnegie Libraries. Sebelum istilah "Multiple Property Submission" diperkenalkan pada 1984, pencatatan seperti ini dikenal sebagai "Thematic Resources", seperti Operating Passenger Railroad Stations Thematic Resource, atau "Multiple Resource Areas".[10]
Properti terdaftar
[sunting | sunting sumber]Pencatatan pada National Register of Historic Places merupakan pengakuan pemerintah terhadap sebuah historic district, site, building, atau properti. Namun, Register sebagian besar merupakan "status kehormatan dengan beberapa insentif finansial federal".[18] National Register of Historic Places secara otomatis mencakup semua National Historic Landmarks serta semua area bersejarah yang dikelola oleh National Park Service,[3] termasuk National Historic Sites (NHS), National Historical Parks, National Military Parks/Battlefields, National Memorials dan beberapa National Monuments.
Terdapat juga 35 situs terdaftar di tiga negara pulau dengan Compact of Free Association dengan Amerika Serikat, serta satu situs di Maroko, yaitu American Legation in Tangier.
Pencatatan dalam National Register tidak membatasi pemilik properti pribadi dalam penggunaan propertinya.[19]
Beberapa negara bagian dan kotamadya, bagaimanapun, mungkin memiliki undang-undang yang berlaku ketika properti dicatat dalam National Register. Jika dana federal atau proses perizinan federal terlibat, Section 106 dari National Historic Preservation Act of 1966 diterapkan. Section 106 mengharuskan lembaga federal terkait menilai dampak tindakannya terhadap sumber daya bersejarah.[20] Contoh nyata dari 106 Review yang sukses adalah pada awal 1970-an ketika Departemen Transportasi meninjau proposal untuk membuat terowongan di bawah neighborhood bersejarah Federal Hill dengan jalan raya 14 jalur, 106 Review, serta rerouting dan pengurangan ukuran jalan tersebut — termasuk penyediaan buffer park, yang menjadi Robert Baker Park di Baltimore.
Secara hukum, Advisory Council on Historic Preservation (ACHP) memiliki peran paling signifikan melalui Section 106 NHPA. Section ini mengharuskan direktur setiap lembaga federal dengan yurisdiksi langsung atau tidak langsung terhadap proyek yang dapat memengaruhi properti yang terdaftar atau layak dicatat dalam National Register untuk melapor terlebih dahulu kepada Advisory Council. Direktur lembaga tersebut harus "mempertimbangkan efek dari proyek" pada properti National Register, serta memberi ACHP kesempatan yang wajar untuk memberikan komentar.[21]
Meskipun Section 106 tidak secara eksplisit mewajibkan direktur lembaga federal untuk menerima saran ACHP, nasihat mereka memiliki pengaruh praktis, terutama mengingat kewajiban hukum NHPA yang mengharuskan lembaga federal "mempertimbangkan efek dari proyek".[20][21]
Dalam kasus di mana ACHP menentukan tindakan federal akan memiliki "adverse effect" pada properti bersejarah, mitigasi dilakukan. Biasanya, Memorandum of Agreement (MOA) dibuat untuk menyepakati rencana tertentu. Banyak negara bagian memiliki undang-undang serupa dengan Section 106.[20] Berbeda dengan kondisi distrik bersejarah federal, peraturan kotamadya yang mengatur historic district lokal sering membatasi jenis perubahan tertentu pada properti. Dengan demikian, mereka mungkin melindungi properti lebih ketat dibandingkan pencatatan di National Register.[22]
Department of Transportation Act, yang disahkan pada 15 Oktober 1966, bersamaan dengan National Historic Preservation Act, mencakup ketentuan yang terkait pelestarian sejarah. DOT Act lebih umum dibandingkan Section 106 NHPA karena mencakup properti selain yang terdaftar di Register.[21]
Bahasa yang lebih umum ini memungkinkan lebih banyak properti dan lahan taman memperoleh status sebagai protected area berdasarkan undang-undang ini, sebuah kebijakan yang dikembangkan sejak awal. United States Supreme Court memutuskan dalam kasus tahun 1971 Citizens to Preserve Overton Park v. Volpe bahwa lahan taman dapat memiliki status perlindungan yang sama seperti "historic sites".[21]
- Pecos Pueblo di Pecos, New Mexico, salah satu dari sejumlah situs NRHP yang dikelola oleh National Park Service
- Illinois State Capitol di Springfield, Illinois, salah satu dari 44 U.S. state capitols yang terdaftar di NRHP
- Robert C. Weaver Federal Building di Washington, D.C., contoh bangunan modern yang terdaftar di NRHP
- American Legation di Tangier, Maroko, satu-satunya situs NRHP di negara asing selain negara Compact of Free Association
- Walden Pond di Concord, Massachusetts, contoh situs alam yang terdaftar di NRHP
- USS Wisconsin (BB-64), berlabuh di Norfolk, Virginia, salah satu dari sejumlah kapal yang terdaftar di NRHP
- Nan Madol, kota kuno yang hancur di Pohnpei dalam Federated States of Micronesia, dicatat dalam NRHP pada 1974
- Louisiana Superdome, kini Caesars Superdome, dikenal dengan desain eksteriornya yang klasik sejak dibuka pertama kali pada 1975[23]
Jenis-jenis properti
[sunting | sunting sumber]
Properti yang terdaftar umumnya termasuk dalam lima kategori umum, meskipun ada pertimbangan khusus untuk tipe properti lain yang dapat digabungkan, atau dimasukkan ke subkategori yang lebih spesifik. Lima kategori umum untuk properti National Register adalah: bangunan, struktur, lokasi, distrik, dan objek.[13] Selain itu, historic districts terdiri dari properti yang berkontribusi (contributing) dan tidak berkontribusi (non-contributing).
Bangunan, sebagaimana didefinisikan oleh National Register, dibedakan secara tradisional. Contohnya termasuk rumah, lumbung, hotel, gereja, atau konstruksi serupa. Bangunan dibuat terutama untuk menampung aktivitas manusia. Istilah building, seperti pada outbuilding, juga dapat merujuk pada unit-unit yang terkait secara historis dan fungsional, seperti gedung pengadilan dan penjara atau lumbung dan rumah.[13]
Struktur berbeda dari bangunan karena merupakan konstruksi fungsional yang dibuat untuk tujuan selain menampung aktivitas manusia. Contohnya termasuk pesawat terbang, grain elevator, gazebo, dan jembatan.
Objek biasanya bersifat artistik, atau berskala kecil dibandingkan dengan struktur dan bangunan. Meskipun objek dapat dipindahkan, biasanya mereka terkait dengan lingkungan atau lokasi tertentu. Contoh objek termasuk monumen, patung, dan air mancur.
Lokasi (site) adalah tempat terjadinya peristiwa penting, baik bersifat prasejarah maupun bersejarah, yang mewakili aktivitas atau bangunan (berdiri, rusak, atau hilang). Ketika lokasi dicatat, lokasi itu sendiri yang menjadi fokus nilai sejarahnya. Mereka memiliki nilai budaya atau arkeologi tanpa memandang keberadaan struktur yang ada saat ini. Contoh tipe lokasi termasuk shipwrecks, battlefields, campsites, fitur alam, dan rock shelters.[13]
Historic districts memiliki konsentrasi, asosiasi, atau kontinuitas dari empat tipe properti lainnya. Objek, struktur, bangunan, dan lokasi dalam sebuah historic district terikat secara historis atau estetis, baik karena pilihan maupun karena sifat perkembangan mereka.[13]
Ada beberapa tipe pelestarian sejarah lain yang terkait dengan properti National Register of Historic Places yang tidak dapat diklasifikasikan hanya sebagai bangunan sederhana atau historic district. Melalui National Park Service, National Register of Historic Places menerbitkan serangkaian bulletin yang dirancang untuk membantu evaluasi dan penerapan kriteria penilaian untuk berbagai tipe properti.[13] Meskipun kriterianya selalu sama, cara penerapannya dapat sedikit berbeda tergantung pada tipe properti yang terlibat. Bulletin National Register menjelaskan penerapan kriteria untuk aids to navigation, medan perang bersejarah, situs arkeologi, properti penerbangan, pemakaman dan tempat pemakaman, historic designed landscapes, situs pertambangan, kantor pos, properti yang terkait dengan orang signifikan, properti yang memperoleh signifikansi dalam 50 tahun terakhir, lanskap pedesaan bersejarah, traditional cultural properties, dan kapal serta bangkai kapal.[13]
Insentif bagi pemilik properti
[sunting | sunting sumber]
Properti yang terdaftar tidak dilindungi secara ketat oleh pencatatan Federal. Negara bagian dan badan zonasi lokal dapat atau tidak memilih untuk melindungi tempat bersejarah yang terdaftar. Perlindungan tidak langsung dapat diberikan melalui peraturan negara bagian dan lokal terkait pengembangan properti National Register serta melalui insentif pajak. Sebaliknya, misalnya, negara bagian Colorado tidak menetapkan batasan apa pun bagi pemilik properti yang terdaftar di National Register.[25]
Hingga 1976, insentif pajak federal hampir tidak ada untuk bangunan yang terdaftar di National Register. Sebelum 1976, tax code federal lebih mendukung pembangunan baru dibandingkan pemanfaatan kembali bangunan lama, termasuk yang bersifat bersejarah.[6] Pada 1976, kode pajak diubah untuk memberikan insentif pajak yang mendorong pelestarian properti bersejarah yang menghasilkan pendapatan. National Park Service diberi tanggung jawab untuk memastikan bahwa hanya rehabilitasi yang mempertahankan karakter historis bangunan yang memenuhi syarat untuk insentif pajak federal. Rehabilitasi yang memenuhi syarat adalah yang dianggap NPS konsisten dengan Secretary of the Interior's Standards for Rehabilitation.[26] Properti dan situs yang terdaftar, termasuk yang berada di dan berkontribusi pada periode kepentingan sebuah National Register Historic District, menjadi memenuhi syarat untuk manfaat pajak federal.[6]
Pemilik properti yang menghasilkan pendapatan dan terdaftar secara individu di National Register of Historic Places, atau properti yang menjadi sumber kontributor dalam National Register Historic District, dapat memenuhi syarat untuk kredit pajak investasi sebesar 20% untuk rehabilitasi struktur bersejarah. Rehabilitasi dapat dilakukan pada properti komersial, industri, atau residensial, termasuk untuk sewa.[19] Program insentif pajak ini dijalankan oleh Federal Historic Preservation Tax Incentives program, yang dikelola bersama oleh National Park Service, masing-masing State Historic Preservation Office, dan Internal Revenue Service.[27]
Beberapa pemilik properti juga dapat memenuhi syarat untuk mendapatkan hibah, seperti Save America's Treasures yang sekarang sudah tidak beroperasi, yang secara khusus berlaku untuk properti yang tercatat di Register dengan signifikansi nasional atau yang ditetapkan sebagai National Historic Landmarks.[28][29]
NHPA tidak membedakan antara properti yang terdaftar di National Register of Historic Places dan yang ditetapkan sebagai National Historic Landmark terkait kualifikasi untuk insentif pajak atau hibah. Hal ini disengaja, karena para pembuat undang-undang belajar dari pengalaman bahwa membedakan kategori signifikansi untuk insentif seperti ini menyebabkan kategori terendah menjadi tidak diprioritaskan.[4] Pada dasarnya, hal ini menjadikan Landmark semacam "daftar kehormatan" dari properti paling signifikan di National Register of Historic Places.[4]
Batasan
[sunting | sunting sumber]
Hingga 1999,[update] 982 properti telah dihapus dari Register, paling sering karena telah dihancurkan.[31] Di antara properti yang dihancurkan atau rusak setelah pencatatan adalah:
- Jobbers Canyon Historic District di Omaha, Nebraska (terdaftar 1979, dihancurkan 1989),[32][33]
- Pan-Pacific Auditorium di Los Angeles, California (terdaftar 1978, hancur karena kebakaran 1989),[34]
- Palace Amusements di Asbury Park, New Jersey (terdaftar 2000, dihancurkan 2004),[35]
- Balinese Room di Galveston, Texas (terdaftar 1997, hancur karena Hurricane Ike 2008),[36]
- tujuh dari sembilan bangunan yang termasuk dalam University of Connecticut Historic District di Storrs, Connecticut (terdaftar 1989, dihancurkan 2017),[37]
- Terrell Jacobs Circus Winter Quarters di Peru, Indiana (terdaftar 2012, dihancurkan 2021).[38]
Perbandingan dengan daftar bersejarah negara lain
[sunting | sunting sumber]Di Prancis, penetapan monument historique mirip dengan pencatatan di NRHP. Namun, dalam program Prancis, pembatasan permanen diberlakukan pada monumen yang ditetapkan, misalnya memerlukan persetujuan terlebih dahulu untuk setiap renovasi bangunan yang ditetapkan. Pada 2015, Prancis memiliki sekitar 43.600 monumen.
Listed buildings di Kerajaan Britania Raya tidak boleh dihancurkan, diperluas, atau diubah tanpa izin khusus; program ini mencakup sekitar 374.000 pencatatan pada 2010, melibatkan lebih dari 500.000 bangunan.
Pencatatan NRHP, sebaliknya, tidak memberlakukan pembatasan seperti itu, tetapi lebih merupakan "penghargaan kehormatan",[39] meskipun subsidi pajak mungkin tersedia untuk renovasi.
Pada 2022, Amerika Serikat memiliki sekitar 94.000 properti yang terdaftar di NRHP, termasuk distrik bersejarah; jumlah total bangunan yang tercakup jauh lebih besar.
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ "National Register Information System". National Register of Historic Places. National Park Service. 2010-07-09.
- ↑ "National Park Service Directors and Directorate Diarsipkan February 23, 2022, di Wayback Machine., Historic Listing of National Park Service Officials, National Park Service Data Store (IRMA). Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 "National Historic Preservation Act of 1966 Diarsipkan January 19, 2022, di Wayback Machine., Public Law 102–575, National Conference of State Historic Preservation Officers. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 4 Mackintosh, Barry. "The Historic Sites Survey and National Historic Landmarks Program: A History[pranala nonaktif], National Park Service Data Store (IRMA). Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 Ferguson, T. J. "Native Americans and the Practice of Archaeology Diarsipkan February 6, 2017, di Wayback Machine." (JSTOR), Annual Review of Anthropology, Vol. 25. (1996), pp. 63–79. Retrieved March 23, 2007.
- 1 2 3 4 5 6 7 Fisher, Charles E. (1998). "Promoting the Preservation of Historic Buildings: Historic Preservation Policy in the United States". APT Bulletin. 29 (3/4): 7–11. doi:10.2307/1504604. JSTOR 1504604.
- 1 2 Scarpino, Philip V. "Planning for Preservation: A Look at the Federal-State Historic Preservation Program, 1966–1986 (in The Intergovernmental Politics of Preservation) Diarsipkan November 11, 2018, di Wayback Machine." (JSTOR), The Public Historian, Vol. 14, No. 2. (Spring, 1992), pp. 49–66. Retrieved March 21, 2007.
- 1 2 3 Bearss, Edwin C. "The National Park Service and Its History Program: 1864–1986: An Overview (in The National Park Service and Historic Preservation) Diarsipkan February 3, 2017, di Wayback Machine." (JSTOR), The Public Historian, Vol. 9, No. 2, The National Park Service and Historic Preservation. (Spring, 1987), pp. 10–18. Retrieved March 22, 2007.
- 1 2 3 Hertfelder, Eric. "The National Park Service and Historic Preservation: Historic Preservation beyond Smokey the Bear (in Commentary: How Well Is the National Park Service Doing?) Diarsipkan November 11, 2018, di Wayback Machine." (JSTOR), The Public Historian, Vol. 9, No. 2, The National Park Service and Historic Preservation. (Spring, 1987), pp. 135–142. Retrieved March 21, 2007.
- 1 2 "National Register Database Diarsipkan August 28, 2018, di Wayback Machine.", National Register of Historic Places. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "The Department of Transportation Act of 1966, Cornell Law School Legal Information Institute. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 4 "National Register Bulletin 16: How to Complete the National Register Form, Chapter 8", National Register of Historic Places. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "National Register Bulletin 15: How to Apply the National Register Criteria for Evaluation", National Register of Historic Places. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 4 Sprinkle, John H. Jr. (Spring 2007). ""Of Exceptional Importance": The Origins of the "Fifty-Year Rule" in Historic Preservation" (PDF). The Public Historian. 29 (2): 81–103. doi:10.1525/tph.2007.29.2.81. JSTOR 10.1525/tph.2007.29.2.81. S2CID 162250940. Diarsipkan dari asli (PDF) tanggal November 29, 2022. Diakses tanggal November 8, 2022.
- ↑ LeGloahec, John (April 12, 2022). "Religious Buildings (Churches, Mosques, Synagogues) in the Records of the National Register of Historic Places". The Text Message. National Archives and Records Administration. Diakses tanggal November 8, 2022.
There are more than 30,000 references to 'church' in the NRHP records; close to 1000 entries for 'synagogue'; 106 entries for 'mosque'; along with entries for Friends Meetinghouses and Mormon Temples.
- ↑ "Spreadsheet of NRHP Listed properties" (Excel spreadsheet). National Park Service. June 28, 2022. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal August 12, 2022. Diakses tanggal November 8, 2022. Via Data Downloads Diarsipkan August 12, 2022, di Wayback Machine. di halaman NRHP. Dari 97.615 entri, 5.715 entri memuat kata "church" dalam namanya.
- ↑ "Bulletin 16 Part B: How to Complete the National Register Multiple Property Documentation Form Diarsipkan July 9, 2019, di Wayback Machine.", National Register of Historic Places. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "Working on the Past: In Local Historic Districts Diarsipkan January 22, 2022, di Wayback Machine.", Technical Preservation Services. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 "Results of listing and Owner information Diarsipkan January 26, 2021, di Wayback Machine.", National Register of Historic Places. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 "National Historic Preservation Act, Section 106", Tribal Preservation Program. Retrieved February 23, 2022.
- 1 2 3 4 Gray, Oscar S. "The Response of Federal Legislation to Historic Preservation Diarsipkan December 22, 2018, di Wayback Machine." (JSTOR), Law and Contemporary Problems, Vol. 36, No. 3, Historic Preservation. (Summer, 1971), pp. 314–328. Retrieved March 21, 2007.
- ↑ "Federal, State and Local Historic Districts Diarsipkan January 20, 2022, di Wayback Machine.", Technical Preservation Services. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "Superdome listed on National Register of Historic Places". February 16, 2016. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 18, 2024. Diakses tanggal October 1, 2023.
- ↑ "Cow Barn". Enfield Shaker Museum. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal March 14, 2022. Diakses tanggal March 14, 2022.
- ↑ ""National and state registers", at Colorado Office of Archeology & Historic Preservation Diarsipkan February 23, 2022, di Wayback Machine.", History Colorado. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "Rehabiliation Standards and Guidelines—Technical Preservation Services, National Park Service". NPS.gov Homepage (U.S. National Park Service). Diarsipkan dari asli tanggal December 18, 2017. Diakses tanggal November 16, 2017.
- ↑ "Historic Preservation Tax Incentives", Technical Preservation Services, National Park Service. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "Save America's Treasures Grants Diarsipkan February 23, 2022, di Wayback Machine." Historic Preservation Fund National Park Service, Official Site. Retrieved February 23, 2022.
- ↑ "Save America's Treasures". National Trust for Historic Preservation. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal February 19, 2013. Diakses tanggal March 1, 2013.
- ↑ Fallows, James (June 21, 2019). "Our Towns: How Danville Has Avoided Omaha's Mistake – The Atlantic". www.theatlantic.com (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal June 2, 2021. Diakses tanggal May 31, 2021.
- ↑ Caren Burmeister (March 23, 1999). "Church sues over historic site". Jacksonville Times-Union. Diarsipkan dari asli tanggal August 6, 2012. Diakses tanggal July 8, 2011.
- ↑ Gratz, R.B. (1996) Living City: How America's Cities Are Being Revitalized by Thinking Small in a Big Way. John Wiley and Sons. p. V.
- ↑ National Trust for Historic Preservation and Zagars, J. (1997) Preservation Yellow Pages: The Complete Information Source for Homeowners, Communities, and Professionals. John Wiley and Sons. p.80.
- ↑ "The L.A. architecture landmark — abandoned, trashed and left to burn". Los Angeles Times. May 24, 2019. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 25, 2019. Diakses tanggal May 25, 2019.
- ↑ Mikle, Jean (Aug 24, 2014). "Asbury Park's Tillie is still safe". Springfield News-Leader (dalam bahasa Inggris). Diarsipkan dari versi aslinya tanggal May 29, 2020. Diakses tanggal October 1, 2017.
- ↑ "Historic Galveston nightclub destroyed". ABC13 Houston (dalam bahasa Inggris). September 14, 2008. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal July 29, 2019. Diakses tanggal July 29, 2019.
- ↑ Blair, Russell (December 14, 2016). "UConn to Demolish Seven of Nine 'Faculty Row' Houses". Hartford Courant. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal October 2, 2017. Diakses tanggal October 1, 2017.
- ↑ "Circus barns on National Register of Historic Places to be demolish". WHAS11. Associated Press. March 13, 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal April 15, 2021. Diakses tanggal April 6, 2021.
- ↑ "Perbandingan dengan National Register of Historic Places". North Carolina Department of Natural and Cultural Resources. Diarsipkan dari asli tanggal January 29, 2022. Diakses tanggal 2022-09-02.
Bacaan lanjutan
[sunting | sunting sumber]- "Title 36, U.S. Code of Federal Regulations". Diarsipkan dari asli tanggal March 2, 2007.
- "Title 36--Parks, Forests, and Public Property; Chapter I--National Park Service, Department of the Interior; Part 60--National Register of Historic Places". National Archives and Records Administration. Diarsipkan dari asli tanggal March 2, 2007. Diakses tanggal April 11, 2007.
- Shrimpton, Rebecca H., ed. (1997). "How to Apply the National Register Criteria for Evaluation". Washington, D.C.: National Park Service. Diarsipkan dari asli tanggal April 7, 2007. Diakses tanggal April 11, 2007.
National Register Bulletin No. 15
- Sprinkle, John H. Jr. (2014). Crafting Preservation Criteria: The National Register of Historic Places and American Historic Preservation. New York: Routledge. ISBN 978-1-136-16984-7.
- Wiley, John (1994). National Register of Historic Places. National Park Service. ISBN 0-471-14403-7.