Lompat ke isi

Naltrekson

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Naltrekson
Data klinis
Pengucapan/ˌnælˈtrɛksn/
Nama dagangRevia, Vivitrol, Depade, others
Nama lainEN-1639A; UM-792; ALKS-6428; N-cyclopropylmethylnoroxymorphone; N-cyclopropylmethyl-14-hydroxydihydromorphinone; 17-(cyclopropylmethyl)-4,5α-epoxy-3,14-dihydroxymorphinan-6-one
AHFS/Drugs.commonograph
MedlinePlusa685041
License data
Kategori
kehamilan
    Rute
    pemberian
    By mouth, intramuscular injection, subcutaneous implant
    Kode ATC
    Status hukum
    Status hukum
    Data farmakokinetika
    Bioavailabilitas5–60%[4][5]
    Pengikatan protein20%[4][1]
    MetabolismeLiver (non-CYP450)[6]
    Metabolit6β-Naltrexol, others[4]
    Onset aksi30 minutes[7]
    Waktu paruh eliminasiOral (Revia):[1]
    • Naltrexone: 4 hours
    6β-Naltrexol: 13 hours
    Oral (Contrave):[2]
    • Naltrexone: 5 hours
    IM (Vivitrol):[3]
    • Naltrexone: 5–10 days
    • 6β-Naltrexol: 5–10 days
    Durasi aksi>72 hours[4][8][9]
    EkskresiUrine[1]
    Pengenal
    • (4R,4aS,7aR,12bS)-3-(cyclopropylmethyl)-4a,9-dihydroxy-2,4,5,6,7a,13-hexahydro-1H-4,12-methanobenzofuro[3,2-e]isoquinoline-7-one
    Nomor CAS
    PubChem CID
    IUPHAR/BPS
    DrugBank
    ChemSpider
    UNII
    KEGG
    ChEBI
    ChEMBL
    CompTox Dashboard (EPA)
    ECHA InfoCard100.036.939 Sunting di Wikidata
    Data sifat kimia dan fisik
    RumusC20H23NO4
    Massa molar341,41 g·mol−1
    Model 3D (JSmol)
    Titik leleh169 °C (336 °F)
    • O=C4[C@@H]5Oc1c2c(ccc1O)C[C@H]3N(CC[C@]25[C@@]3(O)CC4)CC6CC6
    • InChI=1S/C20H23NO4/c22-13-4-3-12-9-15-20(24)6-5-14(23)18-19(20,16(12)17(13)25-18)7-8-21(15)10-11-1-2-11/h3-4,11,15,18,22,24H,1-2,5-10H2/t15-,18+,19+,20-/m1/s1 checkY
    • Key:DQCKKXVULJGBQN-XFWGSAIBSA-N checkY
      (verify)

    Naltrexone adalah obat yang digunakan untuk mengatasi individu yang mengalami ketergantungan alkohol ataupun opioid . [7] Untuk penggunaan obat ini pada individu ketergantungan obat golongan opioid direkomendasikan untuk melakukan detoksifikasi. [7] Rute pemberian obat ini melalui oral dan melalui penyuntikan intraotot . [7] Efek terapi membutuhkan waktu 30 menit. [7]

    Kejadian efek samping yang mungkin bisa muncul yakniinsomnia, kegelisahan, rasa mual, dan juga sakit kepala . [7] Pada individu yang masih menggunakan obat-obatan opioid, bisa mengalami sindrom penghentian opioid. [7] Untuk penderita gagal hati tidak direkomendasikan untuk menggunakan obat ini. [7] Penggunaan untuk ibu hamil masih belum diketahui tingkat keamanannya. [7] [10] Naltrexone merupakan golongan antagonis opioid dan memiliki mekanisme kerja dengan cara memblokir efek opioid, baik yang berasal dari dalam maupun luar tubuh. [7]

    Obat ini pertama kali dibuat di tahun 1965 dan disetujui untuk penggunaannya secara medis di Amerika Serikat di tahun 1984. [7] [11] Obat ini masuk ke dalam Daftar Obat Esensial Organisasi Kesehatan Dunia .

    Referensi

    [sunting | sunting sumber]
    1. 1 2 3 4 "Revia (naltrexone hydrochloride tablets USP50 mgOpioid Antagonist". DailyMed. 24 April 2015. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 14 June 2022. Diakses tanggal 13 June 2022.
    2. 1 2 "Contrave Extended-Release – naltrexone hydrochloride and bupropion hydrochloride tablet, extended release". DailyMed. 4 November 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 4 June 2020. Diakses tanggal 13 June 2022.
    3. 1 2 "Vivitrol- naltrexone kit". DailyMed. 10 March 2021. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 30 May 2022. Diakses tanggal 13 June 2022.
    4. 1 2 3 4 Gonzalez, JP; Brogden, RN (Maret 1988). "Naltrexone. A review of its pharmacodynamic and pharmacokinetic properties and therapeutic efficacy in the management of opioid dependence". Drugs. 35 (3): 192–213. doi:10.2165/00003495-198835030-00002. PMID 2836152.
    5. Lee, MW; Fujioka, K (Agustus 2009). "Naltrexone for the treatment of obesity: review and update". Expert opinion on pharmacotherapy. 10 (11): 1841–5. doi:10.1517/14656560903048959. PMID 19537999.
    6. Sevarino KA, Kosten TR (2009). "Naltrexone for Initiation and Maintenance of Opiate Abstinence". Dalam Dean RL, Bilsky EJ, Negus SS (ed.). Opiate Receptors and Antagonists. Humana Press. hlm. 227–245. doi:10.1007/978-1-59745-197-0_12. ISBN 978-1-58829-881-2.
    7. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 "Naltrexone Monograph for Professionals - Drugs.com". Drugs.com. American Society of Health-System Pharmacists. Archived from the original on 9 November 2017. Retrieved 9 November 2017.
    8. Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama ColasantiLingford-HughesNutt2013
    9. Kesalahan pengutipan: Tag <ref> tidak sah; tidak ditemukan teks untuk ref bernama pmid2839637
    10. Tran TH, Griffin BL, Stone RH, Vest KM, Todd TJ (July 2017). "Methadone, Buprenorphine, and Naltrexone for the Treatment of Opioid Use Disorder in Pregnant Women". Pharmacotherapy. 37 (7): 824–839. doi:10.1002/phar.1958. PMID 28543191.
    11. Sadock, Benjamin J.; Sadock, Virginia A.; Sussman, Norman (2012). Kaplan & Sadock's Pocket Handbook of Psychiatric Drug Treatment (dalam bahasa Inggris). Lippincott Williams & Wilkins. hlm. 265. ISBN 9781451154467. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 2017-12-05.