Lompat ke isi

Nadine Heredia

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Nadine Heredia
Ibu Negara Peru
Bertugas
28 Juli 2011  28 Juli 2016
PresidenOllanta Humala
Presiden Partai Nasionalis Peru
Masa jabatan
30 Desember 2013  26 Agustus 2016
Informasi pribadi
Lahir
Nadine Heredia Alarcón

25 Mei 1976 (umur 49)
Lima, Peru
Partai politikPartai Nasionalis Peru
Suami/istri
(m. 1999)
Anak3
Facebook: NadineHeredia X: NadineHeredia Modifica els identificadors a Wikidata
Sunting kotak info
Sunting kotak info L B
Bantuan penggunaan templat ini

Nadine Heredia Alarcón de Humala (lahir 25 Mei 1976) adalah seorang politikus Peru.[1] Sebagai istri Presiden Peru Ollanta Humala, ia menjadi Ibu Negara Peru dari tahun 2011 hingga 2016.[2] Sebagai Presiden Partai Nasionalis Peru (PNP), yang membentuk aliansi elektoral Gana Perú (GP) pada tahun 2011, Heredia dipandang sebagai salah tokoh berpengaruh dalam politik Peru.[2] Ia telah memimpin PNP sejak Desember 2013 hingga Agustus 2016.[2]

Kehidupan awal dan pendidikan

[sunting | sunting sumber]

Baik Heredia maupun suaminya dibesarkan oleh orang tua yang menumbuhkan mereka dalam lingkungan rumah tangga yang menggunakan Bahasa Quechua sejak masa kanak-kanak.[2]

Ia terlibat dalam pendirian Partai Nasionalis Peru, yang ia pimpin hingga tahun 2016.[3] Ia dipertimbangkan sebagai calon potensial dalam pemilihan presiden Peru 2016, tetapi memilih untuk tidak mencalonkan diri.[4]

Sejak tahun 2017, peradilan Peru telah menyelidikinya terkait kasus-kasus korupsi yang serius,[5] perampasan kekuasaan dan pencucian uang. Dana tersebut diduga digunakan untuk membiayai kampanye pemilihan Presiden Ollanta Humala.[6]

Bersama suaminya, ia ditangkap pada 13 Juli 2017 sehubungan dengan skandal ini, dan diperintahkan untuk ditahan selama 18 bulan.[7]

Pada 15 April 2025, Heredia dan Humala dinyatakan bersalah dan dijatuhi hukuman 15 tahun penjara atas tindak pidana pencucian uang terkait keterlibatan mereka dalam Skandal Odebrecht.[8] Pada hari yang sama, ia mengajukan permohonan hak suaka bagi dirinya dan anak lelakinya—yang saat itu masih di bawah umur—Samin Mallko Ollanta Humala Heredia, di Kedutaan Besar Brasil di Lima.[9]

Berdasarkan Konvensi Suaka Diplomatik 1954, yang telah diratifikasi oleh kedua negara, permohonan tersebut dikabulkan dan mereka melarikan diri ke Brasil, tiba di ibu kota negara tersebut, Brasília, pada 16 April.[10]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. "PNP website". Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 29 Juli 2017. Diakses tanggal 27 November 2015.
  2. 1 2 3 4 Kozak, Robert (2014-03-25). "Peru First Lady's Role Shakes President". Wall Street Journal. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 19 Maret 2017. Diakses tanggal 18 Januari 2016.
  3. "Nadine Heredia es la nueva presidenta del Partido Nacionalista Peruano". La República. Diarsipkan dari asli tanggal 8 Desember 2015. Diakses tanggal 27 November 2015.
  4. "Peru's first lady firmly denies 2016 presidential bid". Reuters (dalam bahasa Inggris). 5 Juli 2013. Diakses tanggal 16 April 2021.
  5. "Dynamic Wife of Peru President Under Investigation, Again". Diarsipkan dari asli tanggal 4 Agustus 2015.
  6. "Peru's first lady Nadine Heredia investigated on money laundering charges". Deutsche Welle. Diarsipkan dari versi aslinya tanggal 31 Juli 2017. Diakses tanggal 25 November 2016.
  7. "Ollanta Humala and wife detained in corruption probe". Al Jazeera. Al Jazeera. 14 Juli 2017. Diakses tanggal 21 November 2017.
  8. "Peru's ex-president and first lady sentenced to 15 years jail". BBC (dalam bahasa Inggris). 15 April 2025. Diakses tanggal 16 April 2025.
  9. "Former First Lady Granted Safe-Conduct by Peru and Arrives in Brazil as Asylum Seeker". Folha de S.Paulo (dalam bahasa Inggris). 16 April 2025. Diakses tanggal 16 April 2025.
  10. "Peru's former first lady flees to Brazil for asylum after she and ex-President Humala sentenced to prison". CNN (dalam bahasa Inggris). 16 April 2025. Diakses tanggal 16 April 2025.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]