Nótt
| Nótt | |
|---|---|
Dewi personifikasi dari Malam | |
Nótt menunggangi kudanya dalam lukisan abad ke-19 karya Peter Nicolai Arbo. | |
| Gender | Perempuan |
| Kediaman | Langit |
| Kendaraan | Hrímfaxi |
| Keluarga | |
| Orang tua | Nörvi |
| Suami | (1) Naglfari, (2) Annar, (3) Dellingr |
| Anak | (1) Auðr, (2) Jörð, (3) Dagr |
| Padanan | |
| Romawi | Nox |
| Yunani | Nyx |
Dalam mitologi Nordik, Malam (Bahasa Nordik Barat Kuno: Nótt, [ˈnoːtː]; Bahasa Nordik Timur Kuno: Nátt; [ˈnɔːtː]),[1] adalah seorang dewi dan personifikasi dari malam. Baik dalam Edda Puisi, yang dihimpun pada abad ke-13 dari sumber-sumber tradisional yang lebih tua, maupun Edda Prosa, yang digubah pada abad ke-13, Nótt dicatat sebagai putri dari sesosok tokoh bernama Nörvi (dengan variasi ejaan) dan senantiasa dikaitkan dengan kuda Hrímfaxi, sementara Edda Prosa memuat informasi mengenai silsilah Nótt, termasuk ketiga pernikahannya. Pernikahan ketiga Nótt adalah dengan dewa Dellingr dan penyatuan ini menghasilkan putra mereka Dagr, personifikasi dari siang (meskipun beberapa variasi manuskrip justru mencatat Jörð sebagai istri Dellingr dan ibu dari Dagr). Sebagai sebuah nama diri, kata nótt muncul berserakan di sepanjang ragam kesusastraan Nordik Kuno.
Bukti tertulis
[sunting | sunting sumber]Edda Puisi
[sunting | sunting sumber]Pada bait ke-24 dari puisi Vafþrúðnismál, dewa Odin (yang tengah menyamar sebagai "Gagnráðr") bertanya kepada sang jötunn Vafþrúðnir dari mana datangnya siang, serta malam dan pasang surutnya. Pada bait ke-25, Vafþrúðnir menjawab:
- Delling namanya, dia yang merupakan ayah dari siang,
- namun malam dilahirkan dari Nörvi;
- bulan baru dan bulan susut diciptakan oleh kuasa yang penuh welas asih,
- guna menghitung pergantian tahun bagi manusia.[2]
Pada bait ke-14 dari Vafþrúðnismál, Odin menyatakan bahwa kuda Hrímfaxi "menarik setiap malam menuju para dewa yang penuh welas asih" dan bahwa sang kuda membiarkan buih dari kekangnya berjatuhan setiap pagi, yang darinya embun senantiasa turun membasahi lembah-lembah.[3] Pada bait ke-30 dari puisi Alvíssmál, dewa Thor meminta sang kurcaci Alvíss untuk menjabarkan kepadanya apa sebutan bagi malam di masing-masing dari sembilan dunia, dia yang dilahirkan oleh "Nórr". Alvíss menjawab bahwa malam disebut sebagai "malam" oleh umat manusia, "kegelapan" oleh para dewa, "sang penopeng" oleh para Kuasa yang agung, "ketiadaan cahaya" oleh para jötunn, "sukacita tidur" oleh para elf, sementara para kurcaci menyebutnya "Njörun-mimpi" (yang bermakna "dewi-mimpi").[4]
Dalam Sigrdrífumál, setelah valkyrie Sigrdrífa dibangunkan dari kutukan tidurnya oleh pahlawan Sigurd, Sigurd menanyakan namanya, dan dia memberinya "minuman kenangan" dari sebuah tanduk minum yang terisi penuh dengan anggur madu (mead), dan kemudian Sigrdrifa memanjatkan sebuah doa. Bait pertama dari doa ini memuat rujukan yang ditujukan kepada "putra-putra Dagr" dan "putri Nótt":
- Salam bagi Siang! Salam bagi putra-putra Siang!
- Bagi Malam dan putrinya, salam!
- Dengan tatapan teduh, pandanglah kami di sini,
- dan karuniakanlah kemenangan bagi kami yang bersimpuh ini.
Edda Prosa
[sunting | sunting sumber]Dalam kitab Edda Prosa yang berjudul Gylfaginning, Nótt sekali lagi dipersonifikasikan. Pada bab 10, sosok Mahatinggi yang bertakhta menyatakan bahwa Nótt adalah putri dari seorang jötunn asal Jötunheimr yang bernama "Norfi atau Narfi". Nótt digambarkan "berwarna hitam dan berkulit gelap", serta telah melangsungkan tiga pernikahan. Pernikahan pertamanya adalah bersama Naglfari, dan keduanya dikaruniai seorang putra bernama Auðr. Pernikahan kedua Nótt adalah dengan Annar, yang membuahkan putri mereka, Jörð, sang personifikasi bumi. Terakhir, Nótt menikah dengan dewa Dellingr, dan pasangan tersebut melahirkan Dagr, yang mewarisi sifat "kaum ayahnya" dalam hal rupa yang terang dan menawan. Odin membawa Nótt beserta putranya, Dagr, menempatkan mereka ke langit dengan masing-masing diberikan sebuah kereta dan seekor kuda, dan mereka mengelilingi Bumi setiap 24 jam. Nótt memacu kudanya di depan Dagr, dan buih dari kekang kudanya, Hrímfaxi, memerciki Bumi.[6]
Akan tetapi, pakar Haukur Thorgeirsson menyoroti bahwa keempat manuskrip Gylfaginning memiliki sedikit perbedaan dalam mendeskripsikan hubungan kekerabatan antara Nótt, Jörð, Dagr, dan Dellingr. Dengan kata lain, bergantung pada manuskripnya, Jörð ataupun Nátt dapat berperan sebagai ibu dari Dagr sekaligus pasangan dari Dellingr. Haukur merincikan bahwa "manuskrip tertua, U, menyajikan sebuah versi di mana Jǫrð menikah dengan Dellingr dan menjadi ibu bagi Dagr, sementara manuskrip-manuskrip lainnya, R, W, dan T, menempatkan Nótt dalam peran sebagai istri Dellingr dan ibu Dagr", dan berargumen bahwa "versi dalam U terjadi secara tidak sengaja ketika penulis U atau pendahulunya meringkas teks yang serupa dengan yang ada di RWT. Hasil dari ketidaksengajaan ini kemudian meresap ke dalam tradisi puitis Islandia".[7]
Dalam kitab Edda Prosa yakni Skáldskaparmál, ragam rujukan untuk menyebut Jörð dipaparkan, termasuk salah satunya "putri Nótt".[8] Bab 58 menyebutkan bahwa "Hrimfaxi atau Fiorsvartnir menarik sang malam",[9] dan pada bab 64, "nótt" dinyatakan sebagai salah satu dari berbagai lema untuk menyatakan waktu dan sebuah versi dari nas Alvíssmál pun turut dikutip.[10]
Lihat pula
[sunting | sunting sumber]Catatan
[sunting | sunting sumber]- ↑ Orchard (1997:120).
- ↑ Thorpe (1907:13).
- ↑ Larrington (1996:42).
- ↑ Terjemahan dari seluruh bagian ini dikurangi "Njörun-mimpi" dari Larrington (1996:113). Larrington mengartikan draum-Njörun (Jónsson (1931:84, Bahasa Nordik Kuno "Njörun-mimpi") sebagai "dewi-mimpi".
- ↑ Thorpe (1907:181).
- ↑ Byock (2005:19).
- ↑ Haukur (2008:159—168).
- ↑ Faulkes (1995:90).
- ↑ Faulkes (1995:137).
- ↑ Faulkes (1995:144).
Referensi
[sunting | sunting sumber]- Byock, Jesse (Terj.) (2006). The Prose Edda. Penguin Classics. ISBN 0-14-044755-5
- Faulkes, Anthony (Terj.) (1995). Edda. Everyman. ISBN 0-460-87616-3
- Jónsson, Finnur (1931). Lexicon poeticum. S. L. Møllers bogtrykkeri.
- Haukur Thorgeirsson (2008). "Hinn fagri foldar son" sebagaimana diterbitkan dalam Gripla XIX, halaman 159–168. Árni Magnússon Institute for Icelandic Studies.
- Larrington, Carolyne (Terj.) (1999). The Poetic Edda. Oxford World's Classics. ISBN 0-19-283946-2
- Orchard, Andy (1997). Dictionary of Norse Myth and Legend. Cassell. ISBN 0-304-34520-2
- Thorpe, Benjamin (Terj.) (1907). The Elder Edda of Saemund Sigfusson. Norrœna Society.
- Calaway, Bernie L. (2019-10-22). History and Mystery: The Complete Eschatological Encyclopedia of Prophecy, Apocalypticism, Mythos, and Worldwide Dynamic Theology Vol 4 (dalam bahasa Inggris). Lulu.com. ISBN 978-1-387-70316-6.