Lompat ke isi

Museum Taman Tino Sidin

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Infotaula de geografia políticaMuseum Taman Tino Sidin
museum Suntingan nilai di Wikidata

Tempat
PetaKoordinat: 7°47′57.516″S 110°20′41.892″E / 7.79931000°S 110.34497000°E / -7.79931000; 110.34497000 
Negara berdaulatIndonesia
Provinsi di IndonesiaYogyakarta
KabupatenBantul
KecamatanBantul Suntingan nilai di Wikidata
NegaraIndonesia Suntingan nilai di Wikidata
Sejarah
Pembuatan4 Oktober 2014 Suntingan nilai di Wikidata
Peresmian14 Desember 2017 Suntingan nilai di Wikidata
Informasi tambahan
Kode pos55184 Suntingan nilai di Wikidata
Lain-lain

Situs webLaman resmi
Facebook: Taman Tino Sidin Instagram: tinosidin Modifica els identificadors a Wikidata

Museum Taman Tino Sidin adalah museum khusus yang menyimpan koleksi karya dari Tino Sidin dan kenangan tentang dirinya.[1] Peresmian museum dilakukan pada tanggal 4 Oktober 2014.[2] Peresmiannya dilakukan oleh Mohammad Nuh selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia saat itu.[3] Museum Taman Tino Sidin digunakan sebagai tempat kegiatan menggambar bagi anak-anak dengan tujuan pendidikan.[4] Pemiliki sekaligus pengelola museum ini adalah Yayasan Taman Tino Sidin. Museum Taman Tino Sidin mengoleksi dua jenis karya seni utama yaitu sketsa dan lukisan. Beberapa jenis sketsa yang dikoleksi yaitu sketsa hitam putih, sketsa cat, dan sketsa spidol. Sedangkan beberapa jenis lukisan yang dikoleksi yaitu lukisan cat minyak, lukisan cat akrilik. Museum ini juga mengoleksi memorabilia, foto, dan surat pribadi dari Sidin. Museum ini beralamat di Jalan Tino Sidin 297, Kadipiro, Ngestiharjo, Kasihan, Bantul, Yogyakarta.[5] Titik koordinatnya di 7°47’58.1” Lintang Selatan dan 110°20’41.6” Bujur Timur. Museum ini dapat dicapai dari arah Bandar Udara Internasional Adi Sutjipto sejauh 12,5 km. Selain itu, museum dapat dicapai melalui Stasiun Tugu (3 km), Stasiun Lempuyangan (5,4 km), atau Terminal Giwangan (10 km).[6]

Museum Taman Tino Sidin dibangun menempati rumah yang menjadi tempat tinggal bagi Tino Sidin.[7] Pada tanggal 29 Desember 1995, Tino Sidin meninggal.[8] Karena itu, rumahnya dialih-fungsikan menjadi museum kecil yang dikenal sebagai Rumah Tetengger sejak tahun 2014. Pada tahun 2015 hingga 2017, pemerintah merevitalisasi bangunan museum dan mengubah namanya menjadi Museum Taman Tino Sidin. Museum ini dibuka kembali pada tahun 2017 dan menjadi tempat untuk mengenang dan mengapresiasi karya sang maestro.[9]

Museum Taman Tino Sidin menyimpan berbagai koleksi menarik untuk para pecinta seni dan sejarah. Koleksi ini meliputi:

  • Lukisan dan Sketsa: Di lantai 2, pengunjung dapat menikmati karya lukisan dan sketsa Tino Sidin yang dibuat saat beliau mengunjungi berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri.[10]
  • Memorabilia dan Dokumentasi: Museum memamerkan berbagai memorabilia dan dokumentasi yang menceritakan kehidupan dan karya Tino Sidin.[10]
  • Barang-barang Favorit: Di lantai 1, terdapat koleksi barang-barang favorit Tino Sidin yang memberikan gambaran tentang kepribadian dan kehidupannya.[10]
  • Buku-buku Tino Sidin: Koleksi buku-buku yang ditulis oleh Tino Sidin dapat ditemukan di lantai 1.[10]
  • Penghargaan: Museum juga memamerkan berbagai penghargaan yang pernah diterima Tino Sidin dari pemerintah.[10]
  • Perpustakaan: Di lantai 3, terdapat perpustakaan kecil yang menyimpan koleksi buku-buku seni, menggambar, dan sejenisnya yang dapat dibaca oleh pengunjung.[10]

Museum Taman Tino Sidin memiliki tiga lantai:

  • Lantai 1: Menampilkan koleksi buku, penghargaan, dan barang-barang favorit Tino Sidin.[10]
  • Lantai 2: Menampilkan karya lukisan dan sketsa Tino Sidin.[9]
  • Lantai 3: Menampung perpustakaan kecil dengan koleksi buku-buku seni dan menggambar.[10]

Fasilitas

[sunting | sunting sumber]

Museum Taman Tino Sidin bukan hanya tempat untuk melihat karya seni, tetapi juga ruang untuk berkarya dan belajar. Desain bangunannya yang estetis dan didominasi kayu memberikan suasana yang nyaman untuk berkreasi. Museum ini menyediakan berbagai fasilitas lengkap, seperti buku-buku tentang seni gambar, taman untuk bersantai, dan tempat duduk yang nyaman. Pengunjung dapat melakukan berbagai aktivitas menarik di sini, seperti:

  • Menggambar bersama Tino Sidin: Saksikan video arahan Tino Sidin dalam menggambar dan ikuti instruksinya. Pihak museum menyediakan alat gambar dan kertas untuk Anda.[9]
  • Les Menggambar Anak: Setiap hari Sabtu sore, museum menyelenggarakan les menggambar khusus untuk anak-anak.[9]
  • Pameran Karya Murid: Hasil karya murid-murid les dipamerkan setiap tahunnya di museum.[9]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Warta Kita (27 Januari 2021). "Di Museum Taman Tino Sidin, Pengunjung Mengenang Guru Gambar Legendaris Anak Indonesia". Warta Kita. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  2. Dinas Kebudayaan Daerah Istimewa Yogyakarta. "Museum Taman Tino Sidin". Gregah Museum. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  3. Husni (9 November 2024). Tim Harian Lingga (ed.). "Wisata Seni di Museum Tino Sidin: Jejak Sang Maestro Menggambar di TVRI". Harian Lingga. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  4. Direktorat Pelindungan Kebudayaan (5 Juni 2015). "Museum Taman Tino Sidin Bertekad Membentuk Kepribadian Anak-anak Melalui Mengambar". Direktorat Jenderal Kebudayaan. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  5. "DAFTAR MUSEUM KEBUDAYAAN PER KEC. Kasihan". Pusdatin Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Diakses tanggal 31 Mei 2025. ;
  6. Rusmiyati, dkk. (2018). Katalog Museum Indonesia Jilid II (PDF). Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman. hlm. 58. ISBN 978-979-8250-67-5. Pemeliharaan CS1: Status URL (link)
  7. Jogja Heritage Society (1 Desember 2020). "7. Nilai Mahakarya Seni Tradisi dan Kontemporer: 25. Museum Taman Tino Sidin". Jogja Heritage Society. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  8. Himawan, Furqon Ulya (14 Desember 2017). "Museum Taman Tino Sidin Diresmikan". Media Indonesia. Diakses tanggal 5 Juni 2025.
  9. 1 2 3 4 5 Ayu, Dyar (2023-10-23). "Museum Taman Tino Sidin, Kenalkan Seni Lukis dengan Cara Sederhana". IDN Times (dalam bahasa In-Id). Diakses tanggal 2024-05-31. Pemeliharaan CS1: Bahasa yang tidak diketahui (link)
  10. 1 2 3 4 5 6 7 8 Eirin, Grace (2022-03-23). "Berkunjung ke Museum Taman Tino Sidin, Mengenal Seorang Tokoh Seniman Pendidik - Bobo". bobo.grid.id. Diakses tanggal 2024-05-31.

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]