Lompat ke isi

Murid-murid Buddha Gotama

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Buddha Gotama dan murid-murid-Nya. Kandy, Sri Lanka

Murid agung Buddha Gotama (Pali: Mahāsāvaka) dan murid terkemuka Buddha Gotama (Pali: etadagga) merujuk pada para murid dari Buddha Gotama yang menonjol dalam kemajuan spiritual serta peranannya dalam penyebaran dan pelestarian awal Dhamma dan Vinaya. Para murid ini, baik biku (bhikkhu), bikuni (bhikkhunī), upasaka (upāsaka), maupun upasika (upāsikā), diyakini telah mencapai tingkat kesucian tertentu.[1]

Klasifikasi

[sunting | sunting sumber]

Tradisi Theravāda mengenal beberapa daftar yang menyebut para murid utama Buddha, masing-masing dengan kriteria, cakupan, dan sumber tekstual yang berbeda:

  • Dua murid utama (aggasāvaka): Sāriputta dan Mahāmoggallāna, dua biku yang secara eksplisit ditunjuk Buddha sebagai pendamping utama. Mereka diakui sebagai murid yang paling unggul dalam kebijaksanaan dan kesaktian.[2][3][4]
  • 74 murid terkemuka (etadagga): individu-individu yang ditetapkan Buddha sebagai "yang paling terdepan" dalam suatu kualitas tertentu, tercatat di dalam bagian Etadaggavagga dari Aṅguttara Nikāya (AN 1.188–267). Daftar ini mencakup empat puluh satu biku, tiga belas bikuni, sepuluh upasaka, dan sepuluh upasika.[2][5][6]
  • 80 murid agung (asīti mahāsāvaka): daftar para biku terkemuka yang disusun berdasarkan urutan senioritas, tercantum di dalam kitab komentar (aṭṭhakathā) atas Aṅguttara Nikāya.[5]
  • 11 sesepuh (thera): daftar pendek para sesepuh yang muncul di dalam kitab Pali Majjhimanikāya dan Udāna.[7]

Daftar-daftar ini tidak sepenuhnya tumpang tindih. Daftar 74 etadagga mencakup empat kelompok murid (biku, bikuni, upasaka, upasika), sedangkan 80 mahāsāvaka hanya mencakup para biku. Empat puluh satu biku yang termasuk dalam 74 etadagga sebagian besar—tetapi tidak semuanya—juga tercantum di dalam 80 mahāsāvaka; sebaliknya, 80 mahāsāvaka juga memuat banyak biku terkemuka lain yang tidak menerima gelar etadagga (seperti Aṅgulimāla, Assaji, dan Vappa).

Selain itu, terdapat daftar-daftar lain yang berasal dari tradisi-tradisi di luar Tripitaka Pali dan kitab komentar:

Dua murid utama

[sunting | sunting sumber]

Di antara puluhan murid agung, Buddha menunjuk dua orang biku sebagai murid yang paling utama (Pali: aggasāvaka):

  • Sāriputta: Murid utama pertama yang berasal dari keluarga kasta brahmana. Kebijaksanaannya diakui sebagai yang tertinggi kedua setelah Buddha, sehingga ia dijuluki "Panglima Dhamma" (Dhammasenāpati).[3]
  • Mahāmoggallāna: Sahabat Sāriputta sejak kecil yang juga berasal dari keluarga brahmana. Ia merupakan murid utama kedua yang dinyatakan paling unggul dalam pencapaian kesaktian (iddhi).[4]

Tujuh puluh empat murid terkemuka

[sunting | sunting sumber]

Dalam bagian Etadaggavagga dari kitab Aṅguttara Nikāya (AN 1.188–267), Buddha Gotama menetapkan sejumlah murid sebagai yang "paling terdepan, terkemuka, terbaik" (Pali: etadagga) dalam satu atau lebih bidang tertentu. Terdapat tujuh puluh empat individu yang disebutkan, dengan beberapa murid menerima lebih dari satu gelar (Ānanda menerima lima gelar; Subhūti dan Cūḷapanthaka masing-masing menerima dua gelar).[6] Latar belakang dan kisah penunjukan masing-masing murid juga diuraikan secara terperinci di dalam kitab komentar atas bagian Etadaggavaggavaṇṇanā tersebut.[2]

Empat puluh satu biku (Pali: bhikkhu) menerima gelar etadagga di dalam empat sub-bagian Etadaggavagga.[6]

SumberNama (Pali)Gelar etadagga
AN 1.188Aññā KoṇḍaññaPaling senior (rattaññū)
AN 1.189SāriputtaPaling bijaksana (mahāpaññā)
AN 1.190MahāmoggallānaPaling unggul dalam kesaktian (iddhimanta)
AN 1.191MahākassapaPaling unggul dalam praktik pertapaan (dhutavāda)
AN 1.192AnuruddhaPaling unggul dalam mata dewa (dibbacakkhu)
AN 1.193Bhaddiya KāḷigodhāyaputtaPaling unggul dari keluarga bangsawan tinggi (uccākulīna)
AN 1.194Lakuṇḍaka BhaddiyaPaling merdu suaranya (mañjussara)
AN 1.195PiṇḍolabhāradvājaPaling lantang bersuara seperti singa (sīhanāda)
AN 1.196Puṇṇa MantāṇiputtaPaling unggul dalam membabarkan Dhamma (dhammakathika)
AN 1.197MahākaccānaPaling unggul dalam menguraikan ajaran ringkas Buddha secara terperinci (saṅkhittena bhāsitassa vitthārena atthaṃ vibhajanta)
AN 1.198CūḷapanthakaPaling unggul dalam penciptaan tubuh batiniah (manomaya)
AN 1.199CūḷapanthakaPaling unggul dalam transformasi pikiran menuju jhāna rūpa (cetovivaṭṭakusala)
AN 1.200MahāpanthakaPaling unggul dalam transformasi persepsi menuju jhāna arūpa (saññāvivaṭṭakusala)
AN 1.201SubhūtiPaling bebas dari pertentangan (araṇavihārī)
AN 1.202SubhūtiPaling layak menerima persembahan (dakkhiṇeyya)
AN 1.203Revata KhadiravaniyaPaling unggul sebagai penghuni hutan (āraññaka)
AN 1.204KaṅkhārevataPaling unggul dalam pencapaian penyerapan meditatif (jhāyī)
AN 1.205Soṇa KoḷivisaPaling bersemangat (āraddhaviriya)
AN 1.206Soṇa KuṭikaṇṇaPaling indah tutur katanya (kalyāṇavākkaraṇa)
AN 1.207SīvaliPaling unggul dalam menerima rezeki dan persembahan (lābhī)
AN 1.208VakkaliPaling condong kepada keyakinan (saddhādhimutta)
AN 1.209RāhulaPaling gemar dalam menuntut ilmu (sikkhākāma)
AN 1.210RaṭṭhapālaPaling unggul dalam keyakinan meninggalkan kehidupan rumah tangga (saddhāpabbajita)
AN 1.211KuṇḍadhānaPaling pertama menerima undian makanan (paṭhamasalāka)
AN 1.212VaṅgīsaPaling unggul dalam berimprovisasi syair (paṭibhānavanta)
AN 1.213Upasena VaṅgantaputtaPaling menyenangkan sepenuhnya (samantapāsādika)
AN 1.214Dabba MallaputtaPaling unggul dalam mengatur tempat tinggal (senāsanapaññāpaka)
AN 1.215PilindavacchaPaling disenangi dan dicintai para dewa (devapiyamanāpa)
AN 1.216Bāhiya DārucīriyaPaling cepat mencapai pengetahuan mendalam (khippābhiññā)
AN 1.217KumārakassapaPaling indah dalam bercerita Dhamma (cittakathika)
AN 1.218MahākoṭṭhitaPaling unggul dalam pengetahuan analitis (paṭisambhidāpatta)
AN 1.219ĀnandaPaling banyak belajar (bahussuta)
AN 1.220ĀnandaPaling penuh perhatian (satimantu)
AN 1.221ĀnandaPaling baik perilakunya (gatimantu)
AN 1.222ĀnandaPaling teguh (dhitimantu)
AN 1.223ĀnandaPaling setia sebagai pelayan (upaṭṭhāka)
AN 1.224UruvelakassapaPaling memiliki pengikut besar (mahāparisa)
AN 1.225KāḷudāyīPaling menyenangkan bagi keluarga-keluarga (kulappasādaka)
AN 1.226BakkulaPaling sedikit sakit (appābādha)
AN 1.227SobhitaPaling unggul dalam mengingat kehidupan lampau (pubbenivāsānussara)
AN 1.228UpāliPaling unggul dalam penguasaan Vinaya (vinayadhāraka)
AN 1.229NandakaPaling unggul dalam membimbing para bikuni (bhikkhunīovādaka)
AN 1.230NandaPaling unggul dalam penguasaan pintu indra (indriyesu guttadvāra)
AN 1.231MahākappinaPaling unggul dalam membimbing para biku (bhikkhuovādaka)
AN 1.232SāgataPaling unggul dalam unsur api (tejodhātukusala)
AN 1.233RādhaPaling unggul dalam berimprovisasi atas pertanyaan (paṭibhāneyyaka)
AN 1.234MogharājaPaling unggul dalam mengenakan jubah kasar (lūkhacīvaradhāraka)

Tiga belas bikuni (Pali: bhikkhunī) menerima gelar etadagga di dalam sub-bagian kelima Etadaggavagga.[6]

SumberNama (Pali)Gelar etadagga
AN 1.235Mahāpajāpatī GotamīPaling senior (rattaññū)
AN 1.236KhemāPaling bijaksana (mahāpaññā)
AN 1.237UppalavaṇṇāPaling unggul dalam kesaktian (iddhimanta)
AN 1.238PaṭācārāPaling unggul dalam penguasaan Vinaya (vinayadhārikā)
AN 1.239DhammadinnāPaling unggul dalam membabarkan Dhamma (dhammakathikā)
AN 1.240NandāPaling unggul dalam pencapaian penyerapan meditatif (jhāyī)
AN 1.241SoṇāPaling bersemangat (āraddhaviriya)
AN 1.242SakulāPaling unggul dalam mata dewa (dibbacakkhu)
AN 1.243Bhaddā KuṇḍalakesāPaling cepat mencapai pengetahuan mendalam (khippābhiññā)
AN 1.244Bhaddā KapilānīPaling unggul dalam mengingat kehidupan lampau (pubbenivāsānussarikā)
AN 1.245BhaddākaccānāPaling unggul dalam pengetahuan mendalam agung (mahābhiññā)
AN 1.246KisāgotamīPaling unggul dalam mengenakan jubah kasar (lūkhacīvaradhārikā)
AN 1.247SiṅgālamātāPaling condong kepada keyakinan (saddhādhimutta)

Sepuluh upasaka (Pali: upāsaka) menerima gelar etadagga di dalam sub-bagian keenam Etadaggavagga.[6]

SumberNama (Pali)Gelar etadagga
AN 1.248Tapussa dan BhallikaYang pertama berlindung kepada Tiga Permata (upāsakānaṃ paṭhamaṃ saraṇaṃ gacchanta)
AN 1.249AnāthapiṇḍikaPaling unggul sebagai pendana (dāyaka)
AN 1.250CittaPaling unggul dalam membabarkan Dhamma (dhammakathika)
AN 1.251Hatthaka ĀḷavakaPaling unggul dalam memikat pengikut melalui empat dasar simpati (catūhi saṅgahavatthūhi parisaṃ saṅgaṇhanta)
AN 1.252Mahānāma SakkaPaling unggul dalam memberikan dana makanan terbaik (paṇītadāyaka)
AN 1.253UggaPaling unggul dalam memberikan dana yang menyenangkan (manāpadāyaka)
AN 1.254UggataPaling unggul dalam melayani Saṅgha (saṅghupaṭṭhāka)
AN 1.255Sūra AmbaṭṭhaPaling memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan (aveccapasanna)
AN 1.256Jīvaka KomārabhaccaPaling memiliki keyakinan kepada pribadi (puggalapasanna)
AN 1.257NakulapitāPaling dapat dipercaya (vissāsaka)

Sepuluh upasika (Pali: upāsikā) menerima gelar etadagga di dalam sub-bagian ketujuh Etadaggavagga.[6]

SumberNama (Pali)Gelar etadagga
AN 1.258SujātāUmat awam perempuan pertama yang berlindung kepada Tiga Permata (upāsikānaṃ paṭhamaṃ saraṇaṃ gacchantī)
AN 1.259VisākhāPaling unggul sebagai pendana perempuan (dāyikā)
AN 1.260KhujjuttarāPaling banyak belajar (bahussuta)
AN 1.261SāmāvatīPaling unggul dalam kediaman cinta kasih (mettāvihārī)
AN 1.262UttarānandamātāPaling unggul dalam pencapaian penyerapan meditatif (jhāyī)
AN 1.263SuppavāsāPaling unggul dalam memberikan dana makanan terbaik (paṇītadāyikā)
AN 1.264SuppiyāPaling unggul dalam merawat yang sakit (gilānupaṭṭhāyikā)
AN 1.265KatiyānīPaling memiliki keyakinan yang tak tergoyahkan (aveccapasannā)
AN 1.266NakulamātāPaling dapat dipercaya (vissāsikā)
AN 1.267KāḷīPaling percaya pada tradisi lisan (anussavapasannā)

Delapan puluh murid agung

[sunting | sunting sumber]

Berdasarkan kitab komentar Aṅguttara Nikāya (Aṅguttara Nikāya Aṭṭhakathā 2.8, bagian Tikaṇṇasuttavaṇṇanā), terdapat delapan puluh murid agung Buddha (Pali: Asīti Mahāsāvaka) yang disusun berdasarkan urutan senioritas. Berbeda dengan daftar etadagga yang mencakup keempat kelompok murid, daftar ini hanya mencakup para biku.[5]

Sebelas sesepuh

[sunting | sunting sumber]

Dalam kitab Majjhimanikāya (MN 118) dan kitab Udāna (Ud 1.5),[7] sebuah daftar singkat yang menyertakan sebelas sesepuh (Pali: thera) terkemuka muncul. Daftarnya adalah:

  1. Sāriputta
  2. Mahāmoggallāna
  3. Mahākassapa
  4. Mahākaccāna
  5. Mahākoṭṭhita
  6. Mahākappina (atau Mahākapphina)
  7. Mahācunda
  8. Anuruddha
  9. Revata
  10. Devadatta
  11. Ānanda (MN 118) atau Nanda (Ud 1.5)[note 1]

Daftar lainnya

[sunting | sunting sumber]

Selain daftar-daftar dalam Tripitaka Pali dan kitab komentar (Pali: aṭṭhakathā) yang telah disebutkan di atas, terdapat berbagai daftar lain mengenai murid-murid utama Buddha, baik di dalam tradisi non-Theravāda maupun di dalam praktik populer Theravāda regional.

Delapan arahat dalam tradisi Burma

[sunting | sunting sumber]

Di dalam tradisi Theravāda Burma dikenal pemujaan terhadap "Buddha dan Delapan Arahat" yang masih hidup hingga kini.[8] Praktik ini terkait dengan sistem astrologi Burma (bahasa Burma: mahabote), yang membagi hari Rabu menjadi pagi dan sore sehingga terdapat delapan hari dalam pekan tradisional Myanmar; masing-masing arahat dipasangkan dengan satu hari dan satu planet, dan kedelapannya dimohonkan perlindungan di dalam upacara panjang umur serta pembacaan paritta. Kedelapan arahat tersebut adalah Sāriputta, Mahāmoggallāna, Ānanda, Revata, Upāli, Aññā Koṇḍañña, Rāhula, dan Gavampati. Daftar ini pada dasarnya merupakan kurasi nama-nama dari kalangan etadagga dalam kepustakaan Pali.

Daftar murid agung dalam Mahāyāna

[sunting | sunting sumber]

Dalam tradisi Mahāyāna, sepuluh murid utama adalah murid-murid utama dari Buddha Gautama.[9] Bergantung pada kitab sucinya, murid-murid yang termasuk dalam kelompok ini bervariasi. Dalam banyak diskursus Mahāyāna, kesepuluh murid ini disebutkan, tetapi dalam urutan yang berbeda-beda.[10][11][9] Kesepuluh murid ini dapat ditemukan sebagai sebuah kelompok ikonografi di tempat-tempat terkenal di Gua Mogao. Mereka disebutkan dalam teks-teks Tiongkok dari abad keempat SM hingga abad kedua belas M, dan merupakan kelompok murid yang paling dihormati, terutama di Tiongkok dan Asia Tengah.[9] Sepuluh murid tersebut antara lain disebutkan dalam teks Mahāyāna Vimalakīrti-nideśa. Zhi Dun merujuk mereka sebagai "Sepuluh Orang Bijak" (Hanzi: 十哲), sebuah istilah yang biasanya digunakan untuk murid-murid Konfusius.[12]

Teks-teks awal berbahasa Sanskerta dan Tionghoa hanya menyebut empat murid yang mencapai pencerahan, sedangkan tradisi yang lebih kemudian menyebutkan delapan murid (sebagaimana yang dijumpai di dalam naskah Tantra Mañjuśrī-mūla-kalpa),[13][8] enam belas (di dalam teks Tionghoa dan Tibet), hingga delapan belas murid (di dalam teks Tionghoa). Terdapat pula tradisi Tiongkok yang memuliakan lima ratus murid.[8][14]

Berikut adalah perbandingan susunan daftar murid dari Mañjuśrī-mūla-kalpa dan sūtra Mahāyāna pada umumnya:

No. Tantra Mañjuśrī-mūla-kalpa[13] Sūtra Mahāyāna[15][9]
1.ŚāriputraŚāriputra
2.MaudgalyāyanaMaudgalyāyana
3.Mahākāśyapa / GavāṃpatiMahākāśyapa
4.Subhūti / Piṇḍola BhāradvājaSubhūti
5.Rāhula / PilindavatsaPūrṇa Maitrāyaṇīputra
6.Nanda / RāhulaAniruddha
7.Bhadrika / MahākāśyapaMahākātyāyana
8.Kaphiṇa / ĀnandaUpāli
9.N/ARāhula
10.N/AĀnanda

Lihat pula

[sunting | sunting sumber]
  1. Pada terjemahannya atas Ud 1.5 di SuttaCentral, Bhante Sujato memberikan komentar:
    Daftar murid-murid agung yang serupa ditemukan dalam pendahuluan Ānāpānassati Sutta di MN 118:1.3. Satu-satunya perbedaan adalah bahwa orang terakhir di sana adalah Ānanda, bukan Nanda. Sangat menggoda untuk mengikuti BJT dan PTS dalam membaca Ānanda di sini juga, tetapi tujuan sutta ini adalah untuk memuji semua biku ini sebagai "brahmana", yang dijelaskan oleh sutta itu sendiri sebagai "dengan belenggu yang telah berakhir", yaitu arahat. Namun pada saat ini, Ānanda masih seorang yang baru memasuki arus (DN 16:5.13.2), dan baru akan mencapai arahat setelah kemangkatan Buddha (Kd 21:1.6.1). Nanda, di sisi lain, memang seorang arahat (Ud 3.2:14.3).

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Nyanaponika & Hecker 2007, hlm. xvii-xviii.
  2. 1 2 3 Hecker & Nyanaponika Thera 2003, hlm. xxi.
  3. 1 2 Hecker & Nyanaponika Thera 2003, hlm. 1–66.
  4. 1 2 Hecker & Nyanaponika Thera 2003, hlm. 67–104.
  5. 1 2 3 The 74 Foremost & t.t.
  6. 1 2 3 4 5 6 Bodhi 2012, hlm. 111–127.
  7. 1 2 Ray 1994, hlm. 162.
  8. 1 2 3 Strong 1997, hlm. 121–122.
  9. 1 2 3 4 Tambiah 1984, hlm. 22.
  10. Nishijima & Cross 2008, hlm. 32 note 119.
  11. Keown 2004, hlm. 298.
  12. Mather 1968, hlm. 72 note 34.
  13. 1 2 Ray 1994, hlm. 205.
  14. Ray 1994, hlm. 179.
  15. Nishijima & Cross 2008.

Daftar pustaka

[sunting | sunting sumber]
  • Bodhi, Bhikkhu (2012), The Numerical Discourses of the Buddha: A Translation of the Aṅguttara Nikāya, Boston: Wisdom Publications, ISBN 978-0-86171-491-9
  • Hecker, Hellmuth; Nyanaponika Thera (2003), Great Disciples of the Buddha: Their Lives, Their Works, Their Legacy, Boston: Wisdom Publications, ISBN 978-0-86171-381-3
  • Keown, D. (2004), A Dictionary of Buddhism, Oxford University Press, ISBN 978-0-19-157917-2
  • Malalasekera, G.P. (1937), Dictionary of Pāli Proper Names, London: Pali Text Society
  • Mather, R.B. (1968), "Vimalakīrti and Gentry Buddhism", History of Religions, 8 (1): 60–73, doi:10.1086/462575, S2CID 162382526
  • Nishijima, G.W.; Cross, S. (2008), Shōbōgenzō: The True Dharma-Eye Treasury (PDF), Numata Center for Buddhist Translation and Research, ISBN 978-1-886439-38-2, diarsipkan (PDF) dari versi aslinya tanggal 2 Agustus 2017
  • Nyanaponika, Thera; Hecker, Helmuth (2007). Great Disciples of the Buddha: Their lives, their works, their legacy (PDF). Kandy: Buddhist Publication Society. ISBN 978-955-24-0301-9.
  • Ray, R.A. (1994), Buddhist Saints in India: A Study in Buddhist Values and Orientations, New York: Oxford University Press, ISBN 0-19-507202-2
  • Strong, J.S. (1997), "A Family Quest: The Buddha, Yaśodharā, and Rāhula in the Mūlasarvāstivāda Vinaya", dalam Schober, Juliane (ed.), Sacred Biography in the Buddhist Traditions of South and Southeast Asia, Honolulu: University of Hawaii Press, ISBN 978-0-8248-1699-5

Pranala luar

[sunting | sunting sumber]