Muhammad Subhan

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Muhammad Subhan
Berkas:Muhammad Subhan.JPG
Lahir3 Desember 1980 (umur 38)
Bendera Indonesia Medan, Sumatra Utara
KebangsaanBendera Indonesia Indonesia
PekerjaanSastrawan, penulis
Dikenal atasPendiri FAM Indonesia

Muhammad Subhan (lahir di Medan, Sumatra Utara, 3 Desember 1980; umur 38 tahun)[1] adalah seorang sastrawan dan penulis Indonesia.[2]

Ia merupakan pendiri serta ketua Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia. Bersama Aliya Nurlela ia mendirikan FAM Indonesia pada tanggal 2 Maret 2012, dan berkantor pusat di Pare, Kediri, Jawa Timur.[3] Sebelumnya Muhammad Subhan juga dikenal sebagai seorang jurnalis.[4][5]

Cerpen, puisi, esai, dan artikelnya telah diterbitkan di sejumlah media, di antaranya Serambi Indonesia (Banda Aceh), Waspada (Medan), Haluan, Singgalang, Padang Ekspres, Koran Padang, Metro Andalas (Padang), Rakyat Sumbar (Bukittinggi), Horison, Sabili (Jakarta), Kaltim Post (Banjarmasin), dan lainnya.

Riwayat[sunting | sunting sumber]

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Pendidikan sampai kelas dua SD ia lalui di kota Medan, Sumatra Utara. Setelah itu ia pindah ke Lhokseumawe seiring kepindahan orangtuanya. SMP dan SMA kemudian ia selesaikan di Kruenggeukueh, Aceh Utara (SMP Negeri 1 Dewantara dan SMU Negeri 2 Lhokseumawe). Ia pernah kuliah di Jurusan Manajemen Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Perdagangan (STIE-P) Padang dan Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Yayasan Kebangkitan Islam (YKI) Padang. Namun, di dua kampus ini ia hanya mampu menyelesaikan beberapa semester saja karena kesibukan pekerjaannya sebagai jurnalis sehingga menyita waktu kuliahnya. Tekad yang kuat untuk belajar akhirnya membuahkan hasil setelah ia dinyatakan lulus sebagai sarjana di Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Imam Bonjol Padangpanjang, Jurusan Komunikasi Penyiaran Islam (KPI).[1]

Kehidupan pribadi[sunting | sunting sumber]

Muhammad Subhan berasal dari keluarga sederhana. Ayahnya seorang Aceh dari Sigli, tetapi lama tinggal di Lhokseumawe dan Kruenggeukueh, Aceh Utara bekerja sebagai pekerja kasar, sedangkan ibunya seorang Minang asal Kajai, Pasaman Barat seorang buruh cuci di rumah-rumah orang.[1]

Setelah ayahnya meninggal dunia pada 15 Maret 2000, kehidupannya pun semakin 'susah' karena tidak lama setelah itu ibunya juga mulai sakit-sakitan (rematik dan asam urat akut). Sebagai anak tertua dari empat bersaudara, ia kemudian mengajak ibunya pulang kampung ke Kajai, Pasaman Barat. Sedangkan dirinya sendiri mencari nafkah di kota Padang dengan menjadi salesman barang kebutuhan harian sampai berjualan majalah. Di Padang itu pula, ia mengabdikan diri sebagai gharin (marbot; pengurus) musala di kawasan Air Tawar Barat, dekat kampus Universitas Negeri Padang (UNP). Pengabdian sebagai gharin dilakoninya sejak tahun 2000 hingga 2004.[1]

Karya[sunting | sunting sumber]

Novel[sunting | sunting sumber]

  • Rumah di Tengah Sawah (2015)
  • Rinai Kabut Singgalang (2011)

Buku puisi tunggal[sunting | sunting sumber]

  • Sajak-sajak Dibuang Sayang (2014)[6]

Penghargaan[sunting | sunting sumber]

  • Penghargaan dari Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat sebagai Wartawan Penulis Buku (2010), diserahkan Ketum PWI Pusat Margiono di RRI Padang
  • Penghargaan dari Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI) Pusat sebagai Wartawan/Penulis Kota Padangpanjang (2010), diserahkan Gubernur Sumatra Barat Prof. Dr. H. Irwan Prayitno, P.Si., M.Si., didampingi Sekjen PPWI Pusat, Ruslan Andy Chandra di Ponpes Serambi Mekah Padangpanjang
  • Lima Penulis Terbaik Lomba Menulis Tentang Gempa 7,9 SR, 30 September 2009 Tingkat Mahasiswa dan Umum (Padang Ekspres Group, 2010)
  • Harapan III Lomba Penulisan Berita/Artikel Pariwisata Tanah Datar (Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tanah Datar, 2010)
  • Juara II Lomba Menulis Artikel (Badan Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sumatra Barat, 2009)
  • Juara II Journalist Writing Competition Kategori Media Cetak (Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumatra Barat, 2009)[7]
  • Nominasi Pemenang Kategori Cetak/Online Penghargaan Jurnalistik untuk Liputan Isu Perburuhan (AJI Indonesia, 2009), dll.

Referensi[sunting | sunting sumber]

Pranala luar[sunting | sunting sumber]