Muhamad Radjab Sutan Maradjo
Muhamad Radjab Sutan Maradjo yang lebih dikenal dengan sebutan Muhamad Radjab merupakan sosok jurnalis asal Minangkabau. Pada masanya ia aktif dan produktif menulis buku serta menerjemahkan naskah dari berbagai bahasa. Muhamad Radjab lahir di Nagari Sumpur, Danau Singkarak, Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat pada 21 Juni 1913. Ia merupakan seorang poliglot. Ia fasih berbicara dan menulis dalam lima bahasa yaitu bahasa Inggris, Belanda, Arab, Jerman dan Perancis. Trilogi bukunya yang menceritakan mengenai ranah Minang dan telah diterbitkan ulang oleh Balai Pustaka dan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) yakni Perang Padri di Sumatra Barat, Semasa Kecil di Kampung dan Catatan di Sumatra[1] merupakan tiga serangkai buku yang tak terpisahkan untuk mengenal historis, sosiologis-antropologis masyarakat Minang secara diakronis.[2]
Buku Perang Padri di Sumatra Barat mengambil batasan temporal yakni tahun 1803-1838. Buku Semasa Kecil di Kampung mengambil batasan temporal yakni di tahun 1913-1928 dan buku Catatan di Sumatra menggambarkan masyarakat Sumatra di masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Di dalam buku tersebut ada yang berubah dibandingkan masa silam tetapi rupanya ada pula yang tak berubah dan masih dapat ditemui di masa sekarang.[2]
Buku-buku yang ia tulis tak ubahnya catatan antropologis yang diracik Radjab dengan nafas jurnalistik. Sebagai pewarta, ia pernah berkiprah di tujuh media. Bermula dari harian lokal Persamaan, ia ikut mendirikan surat kabar Indonesia Raya bersama Mochtar Lubis dan berkarya di kantor berita nasional Antara.[1] Karya Radjab Semasa Kecil di Kampung telah diterjemahkan ke dalam bahasa Rusia.[3] Tulisan-tulisannya yang bernas mendapat pujian dari pengarang asal Perancis Jeanne Cuisinier.[3] Radjab tutup usia pada usia 57 tahun di Padang tatkala hendak menghadiri seminar sejarah dan budaya di Batusangkar.[1]
Pendidikan
[sunting | sunting sumber]Selain menjalani pendidikan surau, sebagaimana anak Minangkabau lainnya. Radjab juga menjalani pendidikan formal. Ia memulai pendidikan formalnya di Sekolah Rakyat di Sumpur (1919-1925); Sumatra Thawalib di Padang Panjang (1932-1934), Normaalschool Islam di Padang (1938-1941) dan Fakultas Hukum dan Ilmu Pengetahuan Kemasyarakatan, Universitas Indonesia di Jakarta.[4]
Karya
[sunting | sunting sumber]Buku
[sunting | sunting sumber]Buku yang diterjemahkan
[sunting | sunting sumber]- Kenang-kenangan dari Tiga Zaman: Satu Kisah Kekeluargaan Tertulis (1969) karya Margono Djojohadikusumo (berbahasa Belanda)[7]
- Si Lembut Hati (1948) karya Fyodor Dostoyevski (berbahasa Rusia)[8]
- Rumah Mati di Siberia (1949) karya Fyodor Dostoyevski (berbahasa Rusia)[9]
Rujukan
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Jurnalis dan Penerjemah dari Minang". Tempo. 4 Juli 2020 | 00.00 WIB. Diakses tanggal 2025-02-23.
- 1 2 3 "Catatan di Sumatra Info » Catatan di Sumatra". siapabilang siapabilang. Diakses tanggal 2025-02-23.
- 1 2 3 "Muhamad Radjab Sutan Maradjo, Dipuji Pengarang Perancis". Sumbarsatu. Diakses tanggal 2025-02-22.
- ↑ https://www.malaycivilization.com.my/omeka/files/original/260b51e8a8e296b9b054630da8f52bb5.pdf
- ↑ "Resensi Buku Semasa Kecil di Kampung–Otobiografi Seorang Anak Minangkabau". VOI - Waktunya Merevolusi Pemberitaan. Diakses tanggal 2025-05-15.
- ↑ Radjab, Muhamad (2019). Perang Padri di Sumatra Barat (1803-1838). Balai Pustaka & Kepustakaan Populer Gramedia. ISBN 978-602-260-205-7.
- ↑ "Kenang-kenangan dari Tiga Zaman: Satu Kisah Kekeluargaa…". Goodreads (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-05-15.
- ↑ "Si Lembut Hati dan Pria yang Terpukul". sora-kun.weblog(). 2008-06-08. Diakses tanggal 2025-05-15.
- ↑ "Rumah Mati di Siberia – F.M. Destojewski". Kineruku (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-05-15.