Mitsubishi Kuda
| Mitsubishi Kuda 三菱 クダ | |
|---|---|
Mitsubishi Kuda (1999-2005) | |
| Informasi | |
| Produsen | Mitsubishi Motors China Motor Corporation |
| Juga disebut | Mitsubishi Adventure Mitsubishi Freeca Mitsubishi Jolie Soueast Freeca Africar Landio Africar Jockey |
| Masa produksi | 1998–2017 (Filipina) 1999–2005 (Indonesia) 1997–2008 (Taiwan) 2001–2010 (China) 1998–2007 (Vietnam) 2002–2007 (Afrika Selatan) |
| Perakitan | Yang Mei, Taoyuan, Taiwan (1997 sampai 2008) Jakarta, Indonesia (1999 sampai 2005) Cainta & Santa Rosa, Filipina (1998 sampai 2017) Qing Kou, Min Hou, Fuzhou, China (2001 sampai 2010) Hồ Chí Minh City, Vietnam (1998 sampai 2007) Cape Town, Afrika Selatan (2002 sampai 2007 perkiraan berdasarkan kesamaan model dengan Mitsubishi Freeca generasi pertama dan pola distribusi di Afrika Selatan) |
| Kesamaan | Isuzu Panther Toyota Kijang Toyota Kijang Innova (2004–2005) |
| Bodi & rangka | |
| Kelas | AUV (Asian Utility Vehicle), MPV, Mid-size MPV, MPV Menengah |
| Tata letak | Mesin depan, penggerak roda belakang |
| Platform | VA & VB Series |
| Penyalur daya | |
| Mesin | 4G18 1.6 L (1.600 cc) SOHC 12 Valve 4 segaris Mesin Bensin Karburator 4G63A 2.0L (2.000 cc) SOHC 16 Valve Multi Point Injection MPI 4 segaris Mesin Bensin Injeksi 4D56 2.5L (2.500 cc) SOHC 8 Valve Indirect Injection 4 segaris Mesin Diesel |
| Transmisi | 5-speed Manual (All Tipe & Variant) 4-speed Otomatis dengan Power Mode & overdrive (Hanya di Tipe Grandia 2.0 MPI) |
| Dimensi | |
| Jarak sumbu roda | Sasis Pendek: 2.420 mm (95,3 in) (1.600 cc Karburator) Sasis Panjang: 2.620 mm (103,1 in) (2.000 cc MPI (Injeksi) & 2.500 cc Diesel) |
| Panjang | 4.140–4.205–4.210–4.340–4.405–4.410–4.455–4.655 mm (163,0–165,6–165,7–170,9–173,4–173,6–175,4–183,3 in) |
| Lebar | 1.650–1.690–1.750 mm (65,0–66,5–68,9 in) |
| Tinggi | 1.800–1.830 mm (70,9–72,0 in) |
| Berat kosong | 1.300 kg, 1.325 kg, 1.350 kg (1.6 Karburator Short Body All Tipe). 1.426 kg, 1.460 kg, 1.470 kg, 1.505 kg, 1.525 kg (2.0 MPI (Injeksi) & 2.5 Diesel Long Body All Tipe). |
| Kapasitas bahan bakar | 55 Liter (1.6 Karburator, 2.0 MPI (Injeksi), 2.5 Diesel) |
| Kronologi | |
| Penerus | Mitsubishi Zinger/Fuzion (Bensin 2.400 cc, Taiwan dan Filipina) Mitsubishi Xpander (Bensin 1.500 cc) Mitsubishi Pajero Sport (Diesel 2.500 cc, 2.400 cc) Mitsubishi Destinator (Bensin 1.500 cc Turbo) |
Mitsubishi Kuda (Jepang: 三菱 クダ) adalah sebuah van dan station wagon yang didesain oleh Mitsubishi Motors dan China Motor Corporation untuk pasar Asia, dan dibuat di Taiwan. Di Taiwan & China dinamai Mitsubishi Freeca, berasal dari kata "free" yang berarti "bebas", dan "ca", Bahasa Taiwan untuk "kendaraan", di Filipina dinamai Mitsubishi Adventure, sementara di Vietnam dinamai Mitsubishi Jolie. Pertama kali diluncurkan di dunia pada 11 September 1997 di Taiwan, serta pada awal tahun 1998 diluncurkannya mobil ini di Filipina & Vietnam di tahun yang sama. Mitsubishi Kuda di Indonesia peluncurannya terkena penundaan atau delay akibat adanya krisis moneter pada tahun 1998 yang seharusnya meluncur di tahun tersebut, kemudian secara resmi diluncurkan pada kuartal pertama atau awal tahun 1999 di Indonesia. Menurut data produksi di Filipina model mobil ini menyentuh ke-50.000 unit di tahun 2005, serta pada tahun 2016 produksi menyentuh ke-600.000 unit menandakan mobil ini menandai perjalanan signifikan melalui berbagai pembaruan dan mempertahankan popularitasnya berkat body & mesin yang tangguh, mekanisme sederhana, serta harga yang terjangkau, sehingga menjadi mobil keluarga dan komersial yang sangat dipercayai oleh masyarakat Filipina.[1]
Kompetitor yang mirip dengannya adalah Isuzu Panther dan Toyota Kijang, tetapi khusus facelift kedua kompetitornya bertambah yaitu Toyota Kijang Innova, Daihatsu Taruna dan Suzuki Escudo.
Mitsubishi Kuda terbagi dalam tiga tipe Mesin yaitu Bensin 1.6 L (1.600 cc) 12 Valve dengan teknologi SOHC yang masih memakai Karburator bertenaga 90 PS/88,77 HP (dibulatkan 89 HP) di putaran 5,500 Rpm dengan Torsi 13,6 Kg.m/133,38 Nm (dibulatkan 133 Nm) di putaran 4.000 Rpm, Bensin 2.0L (2.000 cc) 16 Valve yang sudah Injeksi memakai teknologi SOHC Multi Point Injection atau MPI dengan tenaga 114 PS/112,44 HP (dibulatkan 112 HP) di putaran 5.000 Rpm dan Torsi 16,3 Kg.m/159,87 Nm (dibulatkan 160 Nm) di putaran 3.000 Rpm, serta Diesel 2.5L (2.500 cc) 8 Valve dengan teknologi SOHC Indirect Injection, di mana Mesin Diesel ini sama seperti yang dipakai oleh Mitsubishi Colt L300 (meskipun berbeda komponen) tetapi menghasilkan tenaga yang lebih besar daripada Mitsubishi Colt L300 yaitu 86 PS/84.8 HP (dibulatkan 85 HP) di putaran 4.200 Rpm, Torsi 16.2 Kg.m/158.8 Nm (dibulatkan 159 Nm) di putaran 2.500 Rpm[2]
Produksi mobil ini di Indonesia telah dihentikan sejak tahun 2005. Tiga tahun kemudian, hal serupa juga berlaku di Taiwan.
Di Filipina produksinya dihentikan pada tanggal 10 Desember 2017 karena tidak memenuhi standar regulasi Euro 4.[3]
Tipe Mitsubishi Kuda untuk pasar Indonesia:
- Super Exceed Bensin 1.6 Karburator dan 2.5 Diesel (1999 - 2002) Tipe tertinggi dari Mitsubishi Kuda.
- GLS Bensin 1.6 Karburator dan 2.5 Diesel (1999 - 2002)
- GLX Bensin 1.6 Karburator dan 2.5 Diesel (1999 - 2002)
- Grandia Bensin 1.6 Karburator, 2.0 MPI (Injeksi) dan 2.5 Diesel (2002 - 2005) - menggantikan Tipe Super Exceed.
- Diamond Bensin 1.6 Karburator, 2.0 MPI (Injeksi) dan 2.5 Diesel (2002 - 2005) - menggantikan Tipe GLS.
- Deluxe Bensin 1.6 Karburator dan 2.5 Diesel (2002 - 2005) - menggantikan Tipe GLX.
Selain Tipe diatas, Mitsubishi Kuda juga hadir dengan varian spesial atau Special Edition sebagai berikut:
- Ralliart/R Limited (basis Tipe Diamond) Bensin 1.6 Karburator (2003)
- Sporty Edition (basis Tipe Diamond) Bensin 2.0 MPI (Injeksi) dan 2.5 Diesel (2003 - 2004)
Tipe Mitsubishi Adventure Filipina:
- Super Sport (1998 - 2017)
- Grand Sport (2004 - 2006)
- GLS Sport Special Edition (2013 - 2015)
- GLS Sport (2010 - 2017)
- GLS (1998 - 2017)
- GLX (1998 - 2017)
Sebelum facelift (1999-2002)
[sunting | sunting sumber]Pada awal diluncurkan tahun 1999, Kuda ditawarkan dalam Tipe GLX Bensin, GLS Bensin dan Super Exceed, dengan desain lampu depan seperti Mitsubishi Pajero generasi kedua. Di mana, versi Super Exceed di Mitsubishi Kuda itu adalah Tipe Tertinggi, sedangkan GLS Tipe Menengah & GLX adalah Tipe Terendah dari Mitsubishi Kuda.
Pada generasi ini pula, versi Diesel di setiap tipe memiliki sasis yang lebih panjang dan atap yang meninggi ketimbang versi Bensin nya. Dan tersedia aksesoris bumper tanduk yang ada fog lamp, menutupi kekurangan Mitsubishi Kuda, bumper tanduk ini bagian tengah nya berwarna silver dengan bahan Fiber. sedangkan bagian pinggirnya yang mengelilingi fog lamp bewarna hitam dan terbuat dari karet, sampai sekitar tahun 2012, bumper ini masih bisa dipesan inden ke ATPM, tetapi untuk saat ini tentu saja sudah tidak diproduksi.
Pada bulan Juni 1999 muncul Mitsubishi Kuda bermesin Diesel, ketika diluncurkan Juni 1999 ini varian bermesin Diesel hanya tersedia pada Tipe GLX dan GLS, tidak ada pada Super Exceed, dan varian bermesin Diesel ini koplingnya sudah pakai Master Hidrolik, pada awal tahun 2000, Kuda mendapatkan sedikit improvement, di eksterior bisa dilihat dari lubang hawa atau udara masuk ditengah bumper depan sekarang jadi motif garis-garis horizontal, tidak pakai jaring kawat nyamuk atau Honey Comb seperti sebelumnya, kemudian di interior, sekarang Tipe Super Exceed mendapatkan setir palang 4 atau 4 Spoke Steering Wheel, dan sekarang Tipe Super Exceed tersedia dengan mesin Diesel, bahkan Tipe Super Exceed Diesel ini memiliki tambahan kemewahan yang tidak dimiliki Super Exceed Bensin yaitu doortrim dengan bentuk yang lebih proper layaknya seperti mobil sedan tidak dari triplek lagi, dengan handle pintu berwarna krom dan bentuknya modern seperti stik golf atau mirip bentuknya seperti Mitsubishi Pajero (non Sport), Tidak kotak kaku lagi, dan ada motif kayu-kayuan atau Panel Wood di sekitar tombol power window dan bagian tengah dashboard.
Khusus untuk Super Exceed Diesel ini jok baris ketiga nya menghadap ke depan atau menggunakan model Front Face, karena memang body nya panjang sehingga muat dipasang jok hadap depan, sedangkan untuk Mitsubishi Kuda Bensin semua Tipe (Super Exceed, GLS, GLX) jok baris ketiga menghadap ke samping atau memakai model Face To Face. Namun Mitsubishi Kuda Diesel GLX dan GLS tetap menggunakan jok hadap samping atau menggunakan model Face To Face, improvement berikutnya untuk Kuda terjadi pada akhir tahun 2001.[4]
Untuk Model Year 2001 Perubahan pada eksterior terjadi pada bagian belakang bodi, sekarang di pojok kiri bawah bagian belakang tidak ada tonjolan bumper lagi, jadi secara teknis sekarang Kuda tidak punya bumper belakang, karena dari ujung kiri sampai ujung kanan sekarang datar-datar saja, lurus dengan pijakan kaki untuk naik ke bagasi, pada improvement ini terjadi penambahan fitur untuk Tipe GLS, Tipe GLS sekarang mendapatkan AC double blower bawaan dari pabrik, doortrim tidak lagi menggunakan model triplek tetapi mengikuti Tipe Super Exceed akan tetapi panel Instrumennya tidak menggunakan Panel Wood tetapi menggunakan warna Silver Grey, jok baris keduanya terpisah 50:50 dengan armrest ditengah nya seperti milik Tipe Super Exceed, versi improvement di akhir 2001 ini Tipe Super Exceed sudah menggunakan Jok Kulit atau Leather Seat. Untuk Tipe GLS dibaris ketiga sudah menggunakan bangku hadap depan atau menggunakan model Front Face untuk Varian Long Wheelbase. Untuk Tipe Super Exceed sudah dilengkapi Roof Rail serta Roof Rack.
Setelahnya tidak ada pembaruan lagi untuk model ini sampai Februari 2002, ini sebagai penutup dari model produksi 1999 - 2002. Sambil menunggu facelift pertama resmi meluncur dipasaran pada waktu itu.[4]
Versi Indonesia dan Filipina untuk generasi pertama ini memiliki pintu belakang 3/4 sama seperti Toyota Kijang atau Isuzu Panther Kotak, sementara untuk beberapa pasar negara lainnya seperti Taiwan dan Vietnam sudah memiliki pintu belakang bukaan atas (Hatchback). Di beberapa pasar luar negeri juga tersedia mesin Bensin 2.0L Injeksi (tidak ada varian 1.6L Karburator di luar negeri).
Pihak ATPM juga Berencana Menciptakan Tipe Baru bernama GL, Tipe ini diposisikan lebih rendah dari GLX, Tanpa Tachometer dan AC, tetapi tidak jadi.[4]


Facelift pertama (2002-2004)
[sunting | sunting sumber]Pada 2002, diluncurkan New Mitsubishi Kuda dengan perubahan nama varian, di mana Super Exceed menjadi Grandia, GLS menjadi Diamond, dan GLX menjadi Deluxe. Pada generasi ini pula tersedia Mesin Bensin 2.000 cc MPI (Injeksi), tetapi Mesin Bensin 1.600 cc Karburator masih tersedia untuk sasis pendek. Perbedaan tinggi atap pada generasi ini sudah tidak berlaku lagi karena seluruhnya memakai atap meninggi. Perubahan lain yang dapat dijumpai adalah hilangnya pintu 3/4 dan digantikan model Hatchback atau pintu bagasi terbuka ke atas seperti mobil modern.
Di Facelift pertama juga Mitsubishi Kuda mendapatkan transmisi otomatis dengan 4 percepatan, dapat fitur Power Mode serta overdrive sebagai pelengkap dari pabrik untuk menambahkan tenaga yang lebih lincah dan responsif, selain itu di speedometer nya juga mendapatkan indikator transmisi nya (P, R, N, D, 2, L) berikut indikator Power Mode dan overdrive. Di panel speedometer juga Mitsubishi Kuda mendapatkan Door Ajar Indicator atau indikator pintu kurang tertutup sempurna sebagai pengingat untuk pengemudi bahwa di mobilnya ada salah satu pintu yang kurang tertutup dengan sempurna, fitur ini tersedia di semua Tipe Mitsubishi Kuda. Sayangnya transmisi otomatis 4 percepatan ini hanya ada di Mitsubishi Kuda Grandia 2.0 MPI Injeksi tidak ada di 1.6 Karburator maupun di 2.5 Diesel.
Di Facelift pertama ini desain doortrim pun dibedakan, untuk variant 1.6 L (1.600 cc) Karburator, Masih memakai doortrim Mitsubishi Kuda generasi awal dengan tuas handle pintu kotak, sedangkan variant 2.0 L (2.000 cc) Injeksi & 2.5 L (2.500 cc) Diesel memakai model doortrim baru seperti layaknya mobil sedan dengan tuas handle seperti stik golf atau seperti pada Mitsubishi Pajero (non Sport).
Khusus Tipe Grandia, Sudah menggunakan Panel Wood serta Console Box dua tingkat. Untuk variant 1.600 cc Karburator baik Tipe Diamond maupun Grandia karena dia memakai sasis pendek, bangku baris ketiga masih menggunakan model Face To Face, sedangkan untuk variant 2.000 cc Injeksi & 2.500 cc Diesel menggunakan model Front Face seperti mobil modern (kecuali Tipe Deluxe mau Sasis Pendek atau Sasis Panjang bangku baris ketiganya menggunakan model Face To Face).
Kuda R Limited merupakan varian Kuda Limited Edition yang berbasis dari Kuda Diamond 1.600 cc Karburator, Yang diwarnai merah terang, diberi velg racing warna putih, dop velg khusus dengan emblem "R" produksi Enkei Corporation, Bagian kap mesin dipasang Deflector warna hitam smoke dengan tulisan Ralliart, body ditempel stripping lurus horizontal dari bonet depan bagian samping sampai body belakang bagian samping dengan gradasi silver hitam dan stiker Ralliart dibagian atap belakang samping, dilengkapi Roof Rack & Roof Rail serta Foglamp sebagai pelengkap dari pabrik, Pemanis tambahan ada stiker bertuliskan "The Spirit of Competition" Disebelah kiri dekat tutup tangki bahan bakar itu adalah slogannya dari divisi balap Mitsubishi Motors yaitu Ralliart. Serta ada emblem R Limited di bagian pintu bagasi samping kanan atas, Ralliart adalah divisi balap resmi dari Mitsubishi Motors.
Kuda Sporty Edition yaitu Kuda Diamond 2.000 cc MPI Injeksi & 2.500 cc Diesel mendapatkan cat khusus ungu tua mirip seperti warna Terong, diberi velg berwarna silver keabuan produksi dari Enkei Corporation, serta dilengkapi Foglamp dari bawaan pabrik sama seperti hal nya R Limited tetapi tidak mendapatkan Roof Rail serta Roof Rack dan mendapatkan stiker stripping di pinggul samping belakang pilar D warna tembaga, serta terdapat decal Sporty Edition di bagian pintu bagasi samping kanan atas.[4] [5]
- Mitsubishi Kuda Grandia 2.0 MPI
- Mitsubishi Kuda Grandia 2.0 MPI
- Bagian depan Mitsubishi kuda R-Limited
- bagian belakang Mitsubishi R-Limited
- Bagian depan Mitsubishi Kuda Sporty Edition
- Bagian belakang Mitsubishi Kuda Sporty Edition
Facelift kedua (2004-2005)
[sunting | sunting sumber]Pada tahun 2004, diluncurkan generasi ketiga sebagai edisi penutup Mitsubishi Kuda di Indonesia sebelum dihentikan produksinya. Perubahan yang paling mencolok adalah dipindahkannya lampu belakang yang tadinya berada dibody bagian bawah pindah ke pilar atas atau pilar D, untuk bagian depan atau Front Fascia dibuat membulat tidak kotak kaku seperti model produksi 1999 & 2002 dengan memakai lampu berbentuk oval seperti mata melotot atau Water Drop dan grille nya sudah menggunakan bahasa desain Split Grille seperti model Mitsubishi modern Lancer Evolution pada waktu itu.
Serta khusus Tipe Grandia ban serep dipindahkan ke bagian belakang, bukan di bawah kabin penumpang. Uniknya mobil ini dilengkapi Tyre Hanger atau dudukan tersendiri tidak menempel langsung dengan pintu bagasi seperti kebanyakan mobil pada umumnya, dudukan dibuat seperti pintu pagar rumah (ada engsel tersendiri untuk membuka dudukan ban serep supaya bisa akses membuka pintu bagasi) serta ada kunci pengaman kecil berbentuk "L" supaya dudukan ban serep tidak terbuka dan menampar pengendara sepeda motor atau mobil lain saat berkendara ketika dudukan ban serep tidak ditutup dengan kencang atau sempurna.
Dudukan plat nomor dipindahkan kebagian samping pintu sebelah kanan (Khusus Tipe Grandia) dilengkapi lampu plat nomor tetapi untuk tuas bagasi tetap berada dibagian pintu tengah dibelakang Tyre Hanger. Untuk pintu bagasi tetap membukanya ke atas bukan kesamping. Sehingga kemudian populer dengan sebutan Grandia Konde.
Pada Tipe Diamond dan Deluxe bagian belakang ada perubahan Minor yaitu lampu belakangnya pindah ke atas Pilar D memanjang vertikal serta logo Mitsubishi berubah warna, yang tadinya merah menjadi chrome. Untuk Garnish Handle pintu bagasi tetap sama seperti model Tahun 2002 - 2004, ban cadangan tetap dibawah kabin penumpang belakang.[6]
Khusus pasar Indonesia, Mitsubishi Kuda di facelift kedua penyegaran interior berubah warna dari Grey menjadi Brown Beige & khusus Grandia memakai Headunit Double Din Cassette CD MP3 & panel instrumennya tidak lagi memakai Panel Wood tetapi Metal Brush. Sayangnya pada facelift kedua untuk Grandia jam digital ditiadakan & tersambung langsung dengan Headunit Double Din.
Untuk Tipe Deluxe Varian 2.5 Diesel (2.500cc) Long Wheelbase bangku baris ketiga sudah menggunakan model Front Face atau menghadap kedepan sebagai pelengkap dan penutup edisi dari Mitsubishi Kuda.
Mitsubishi Kuda dihentikan produksinya di Indonesia pada tahun 2005, karena pabrik nya, PT. Krama Yudha Kesuma Motors, yang juga produksi Mitsubishi Galant ditutup, Tutup nya pabrik tersebut disebabkan oleh penjualan Mitsubishi Kuda dan Mitsubishi Galant Rendah.[4]
Slogan yang digunakan
[sunting | sunting sumber]- Nuansa Kenyamanan Baru (1999 Sampai 2000)
- Kenyamanan Dalam Ketangguhan (2001)
- ...It's My Car (2002 Sampai 2003)
- For Spirited People (2003)
- Ekspresi Kesempurnaan (2004 Sampai 2005)
Penghargaan
[sunting | sunting sumber]Mitsubishi Kuda selama masa produksi juga mendapatkan penghargaan tertinggi berupa "The Best" & Car of The Year 2003, dikarenakan mobil ini dalam penilaian banyak nilai positif & dianggap yang terbaik dikelasnya pada waktu itu. Penghargaan ini diadakan oleh majalah Mobil Motor.
• Penghargaan sebagai "The Best" & Car of The Year 2003
New Mitsubishi Kuda Grandia dinilai lebih bergairah, dinamis dan elegan oleh majalah Mobil Motor. Karena itu, mobil yang diperkenalkan sejak 15 Maret 2002 ini berhak meraih penghargaan sebagai “The Best” pada acara pemilihan mobil terbaik bertajuk ``Bardahl Mobil Motor Indonesian Car Of The Year 2003``.
Selain karena penilaian-penilaian di atas, Kuda Grandia terpilih sebagai mobil terbaik setelah meraih point-point tertentu yang nilainya di atas merek lain yang sekelasnya. Misal pada test kecepatan 0 – 100 km/jam, Kuda Grandia mampu meraihnya dalam hitungan 14,6 detik. Sedang akselerasi 0 – 400 meter dicapai dalam waktu 19,7 detik dengan kecepatan 116,7 km/jam.
Saat skid pad test, Kuda disebut menunjukkan gejala oleng atau limbung yang cukup terkendali, yaitu mencapai nilai 0,75G. Disebutnya pula, bahwa pada kecepatan tinggi, yang terdengar paling kuat adalah suara angin dan noise mesin. Hasilnya, kebisingan yang terjadi pada kecepatan 100 km/jam mencapai 72,5 dB.
Majalah Mobil Motor juga memberi nilai tambah pada system transmisi manualnya yang dinilai memiliki perpindahan cukup baik, sehingga akselerasi lebih cepat. Bagi penyuka akselerasi, Kuda Grandia bertransmisi manual ini layak dipertimbangkan untuk memilikinya. Kuda dinilai mempunyai kenyamanan dan stabilitas berkendara yang terbaik di kelasnya.[7]
Kilas balik
[sunting | sunting sumber]

Di Taiwan model facelift kedua seperti di Indonesia dikenal dengan sebutan Freeca II untuk Pasar Taiwan, uniknya masih menggunakan lampu depan seperti facelift pertama tetapi untuk tampilan belakang seperti facelift kedua, sementara untuk Pasar Indonesia langsung menggunakan lampu depan facelift kedua tetapi tampilan belakang seperti halnya model di Pasaran Taiwan. Sayangnya Freeca di stop produksi pada tahun 2008 dan digantikan oleh Mitsubishi Zinger disana.
Meski generasi ini berhenti diproduksi di Indonesia pada tahun 2005 & Taiwan 2008, tetapi untuk pasar luar negeri seperti Filipina masih terus dibuat, terutama sebagai pilihan alternatif dikarenakan perawatan yang mudah, handal dan awet.


Di Filipina Adventure masih terus dibuat hingga berhenti diproduksi pada akhir tahun 2017 terkait tidak memenuhi standar regulasi Euro 4, dan digantikan oleh Mitsubishi Xpander pada tanggal 1 Maret 2018 sebagai debut pertama kali di pasar Filipina saat acara Xpander XPO yang diadakan oleh Mitsubishi Motors Philippines Corporation.
Serta pada 17 Juli 2025 Mitsubishi Destinator meluncur di Indonesia sebagai penerus secara eksplisit terhadap Mitsubishi Kuda untuk varian Long Wheelbase. Lalu beberapa bulan setelah peluncuran pertama kali di Indonesia sebagai debut dunia, meluncur juga di Filipina pada tanggal 20 November 2025. Ini adalah tanggal peluncuran publik pertama kali di Filipina tepatnya di Ayala Malls, Manila Bay, dengan pameran dan test drive dari 20 – 23 November 2025.
Penerus
[sunting | sunting sumber]Setelah Mitsubishi Kuda dihentikan produksinya di Indonesia pada tahun 2005, PT. KTB meluncurkan Mitsubishi Pajero Sport yang lebih besar pada tanggal 18 Juni 2009 sebagai penerus dari Mitsubishi Kuda Long Wheelbase Diesel 2.500 cc, sedangkan Mitsubishi Xpander yang diluncurkan pada tahun 2017 merupakan penerus dari Mitsubishi Kuda Short Wheelbase bensin 1.600 cc Karburator, dengan varian Kuda Grandia bensin 1.600 cc Karburator diteruskan oleh Mitsubishi Xpander cross yang diluncurkan pada tahun 2019.
- 2023 Mitsubishi Pajero Sport 2.4 Dakar 4x2 (Facelift Pertama)
- Mitsubishi Xpander Exceed Facelift Pertama
Mitsubishi Destinator adalah kendaraan SUV tetapi multi guna seperti MPV yang diproduksi oleh Mitsubishi Motors sebagai penerus langsung dari Mitsubishi Kuda, yang sebelumnya populer di pasar Asia Tenggara, khususnya Indonesia dan Filipina. Diluncurkan secara resmi pada tanggal 17 Juli 2025 di Senayan Park, Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia Atau Tepatnya di GIIAS 2025.[8] Mitsubishi Destinator hadir sebagai respons terhadap permintaan konsumen akan kendaraan keluarga yang tangguh, serbaguna, dan efisien untuk penggunaan sehari-hari maupun niaga ringan. Secara eksplisit mobil ini sebagai penerus Long Wheelbase dari Mitsubishi Kuda untuk Varian 2.0 MPI (Injeksi) & 2.5 Diesel walaupun dengan bermesin 1.500 cc Turbo tetapi untuk tenaga setara dengan mesin 2.000 cc Bensin N/A bahkan 2.400 cc Bensin N/A. Dan banyak orang yang uji coba Mitsubishi Destinator ini di GIIAS 2025 bahkan mencapai 200 orang lebih di weekend dan meraih penghargaan sebagai 'Favorite Car' di GIIAS 2025.[9]
- 2025 Mitsubishi Destinator Ultimate CVT Pasar Indonesia
Di China dan Taiwan, Mitsubishi Freeca digantikan Oleh Mitsubishi Zinger, Sebuah MPV Kompak - Medium yang dirancang oleh Mitsubishi Motors bekerja sama dengan China Motor Corporation (CMC) dari Taiwan. Di Filipina, kendaraan ini dikenal dengan nama Mitsubishi Fuzion. Zinger dibangun di atas Platform Ladder Frame Rear Wheel Drive (RWD) dirancang dari sasis Mitsubishi Challenger (Pajero Sport). Desainnya menggabungkan elemen-elemen dari SUV & MPV untuk menawarkan kombinasi karakter sporty, ruang kabin luas, dan kenyamanan berkendara. dilengkapi dengan mesin 2.4L (2.400 cc) 4G64 SOHC 16-valve Multi-Point Fuel Injection menghasilkan tenaga sekitar 136 PS pada 5.250 rpm dan torsi 20,7 kg·m pada 4.000 rpm.
- Mitsubishi Fuzion 2.4 GLS Sport (Filipina)
- Mitsubishi Zinger (China; facelift)
- Mitsubishi Zinger (Taiwan; facelift)
- Mitsubishi Zinger (Taiwan; facelift)
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ https://youtu.be/02YRZ2ut19Y?si=2HGnYnqwbkBs103e
- ↑ https://majalah.tempo.co/read/inforial/95547/ktb-meluncurkan-mitsubishi-kuda-diesel
- ↑ https://www.autoindustriya.com/auto-industry-news/mitsubishi-developing-euro-4-engine-for-l300-cease-adventure-by-year-end.html
- 1 2 3 4 5 OHV Media (2021-11-21), Review Sejarah dan Varian Mitsubishi Kuda | Mesinnya TIDAK sama dengan L300 apalagi Pajero Sport, diakses tanggal 2025-08-04
- ↑ OHV Media (2021-11-21), Review Sejarah dan Varian Mitsubishi Kuda | Mesinnya TIDAK sama dengan L300 apalagi Pajero Sport, diakses tanggal 2025-08-07
- ↑ OHV Media (2021-11-21), Review Sejarah dan Varian Mitsubishi Kuda | Mesinnya TIDAK sama dengan L300 apalagi Pajero Sport, diakses tanggal 2025-08-25
- ↑ https://web.archive.org/web/20041119192047/http://www.aiwon.com/kuda/wmview.php?ArtID=6
- ↑ "NEW DESTINATOR". Dealer Mitsubishi Palopo (dalam bahasa American English). Diakses tanggal 2025-08-04.
- ↑ Dananjaya dan Kurniawan, Dio dan Agung (2025-08-03). "Mitsubishi Destinator: Sukses Di GIIAS 2025 Dengan Antrean Panjang". Kompas. Diakses tanggal 2025-08-04.