Miastenia gravis

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search

Myasthenia Gravis (MG) adalah penyakit autoimun kronis dari transmisi neuromuskular yang menghasilkan kelemahan otot. Istilah Myasthenia adalah bahasa Latin untuk kelemahan otot, dan Gravis untuk berat atau serius.[1]

Myasthenia Gravis termasuk salah satu jenis penyakit autoimun. Menurut kamus kedokteran, penyakit autoimun itu sendiri adalah suatu jenis penyakit dimana antibodi menyerang jaringan-jaringannya sendiri. Myasthenia Gravis dapat menyerang otot apa saja, tapi yang paling umum terserang adalah otot yang mengontrol gerakan mata, kelopak mata, mengunyah, menelan, batuk dan ekspresi wajah. Bahu, pinggul, leher, otot yg mengontrol gerakan badan serta otot yang membantu pernafasan juga dapat terserang.

Health Community dalam sebuah website-nya mendefinisikan Myasthenia Gravis sebagai penyakit autoimun kronis yang berakibat pada kelemahan otot skelet.[2] Otot-otot skelet adalah serabut-serabut otot yang terdiri dari berkas-berkas atau striasi (striasi otot) yang berhubungan dengan tulang. Myasthenia Gravis menyebabkan kelelahan yang cepat (fatigabilitas) dan kehilangan kekuatan pada saat beraktivitas, dan membaik setelah istirahat.

Penyebab[sunting | sunting sumber]

Penyebab pasti reaksi autoimun atau sel antibodi yang menyerang reseptor acetylcholine belum diketahui. Tapi pada sebagian besar pasien, kerusakan kelenjar thymus menjadi penyebabnya. Maka itu kebanyakan si penderita akan menjalani operasi thymus. Tapi setelah thymus diangkat juga belum ada jaminan penyakit autoimun ini akan sembuh.

Gejala[sunting | sunting sumber]

Gejalanya secara umum, jika seseorang terserang MG, ia akan merasa seperti mengantuk, lalu akhirnya tidak bisa menggerakkan kelopak mata. Menurunnya kelopak mata ini disebut ptosis. Bisa juga mengalami penglihatan ganda atau diplopia. 

Jika menyerang otot menelan/ tenggorokan, penderita akan sulit menelan, sulit berbicara; suara menjadi sengau atau berbicara menjadi cedal. Jika yang diserang otot yang membantu pernapasan, penderita akan mengalami napas yang pendek, sulit menarik napas secara dalam, hingga gagal napas yang membutuhkan ventilator. Gagal napas dan keadaan lumpuh total (akibat MG menyerang seluruh otot tubuh) ini merupakan myasthenia crisis. Pada kasus yang lain, jika menyerang beberapa otot (bukan seluruhnya), seperti bahu, panggul, sendi, penderita seperti tiba-tiba merasa capek luar biasa, kelelahan sepanjang hari seperti tenaga/ energi telah terkuras habis. Keadan seperti ini berlangsung dalam hitungan menit hingga satu jam. Dan akan pulih setelah badan istirahat secara total. Yang turut memperparah atau memicu, selain badan yang kecapekan, jika penderita mengalami stres, kepanasan, sedang dalam masa hamil, paska operasi atau infeksi.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Schact, Edmund & Djalinusyah. Kamus Kedokteran (Jakarta : Rineka Cipta, 2001).
  2. ^ Health Community, Inc. Myasthenia Gravis (www.neurologychannel.com, 2003).
  3. ^ Keunikan Myasthenia Gravis, Suara Merdeka. Diterbitkan tanggal 3 Maret 2013.

Pranala Luar[sunting | sunting sumber]