Metro: Last Light

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Metro: Last Light
Pengembang4A Games
PenerbitDeep Silver
Spike Chunsoft (Japan)
PengarahAndrew Prohorov
PerancangViacheslav Aristov
PemrogramOles Shyshkovtsov
Alexander Maximchuk
SenimanAndrey Tkachenko
KomponisAlexey Omelchuk
Engine4A Engine
PlatformLinux
Microsoft Windows
OS X
PlayStation 3
PlayStation 4
Xbox 360
Xbox One
Tanggal rilis14 Mei 2013
GenrePemain tunggal
ModeTembak-menembak orang-pertama

Metroː Last Light dalah sebuah permainan video bergenre tembak-menembak orang-pertama yang diluncur pada tanggal 14 May 2013 untuk Microsoft Windows, Playstation 3 dan Xbox 360 yang dikembangkan oleh 4A Games dan diterbitkan oleh Deep Silver.[1]

Plot Permainan[sunting | sunting sumber]

Perselisihan melawan para The Dark Ones yang dilihat sebagai ancaman terbesar di Metro 2033(seri game sebelumnya) memang sebuah kesimpulan akhir yang destruktif.[2] Serangan misil yang dilakukan dianggap telah berhasil menghancurkan semua makhluk misterius ini, sekaligus mengembalikan sedikit kedamaian untuk kehidupan sang karakter utama – Artyom.[2] Sebuah nafas lega yang tidak berlangsung lama.[2] Hadir sebuah sekuel langsung, Metro: Last Light bersettingkan satu tahun setelah event terakhir di 2033.[2] Artyom, yang kini bergabung di dalam The Rangers dan hidup di dalam fasilitas militer penting – D6, masih terus dihantui oleh mimpi The Dark Ones, yang kini seolah berupaya menyampaikan sesuatu untuknya.[2] Berbeda dengan pendapat yang lain, Khan, salah satu karakter penting di dalam permainan, percaya masih ada satu Dark One yang masih selamat justru melihat ras ini sebagai masa depan, dan bukannya ancaman.[2] Usaha untuk mencari dan menyelamatkan satu-satunya Dark One yang tersisa ini tentu saja ditolak oleh pihak militer.[2] Artyompun ditugaskan untuk memburu Dark One yang selamat ini.[2] The Dark One yang selama ini ternyata bukan yang selama Artyom prediksikan.[2] Masih kecil dan terlihat tidak berbahaya, Artyom justru terjebak dalam perang melawan para pasukan Nazi dan masuk ke dalam konspirasi kudeta yang tengah dilancarkan oleh salah satu petinggi Russia sendiri.[2] Mempelajari usaha salah satu Jenderal tentara merah – Korbut yang berusaha menguasai fasilitas militer D6 dan mengendalikan Metro, Artyom mengemban tanggung jawab yang lebih besar.[2] The Dark One kecil yang berhasil selamat ini justru menjadi comrade (teman) setia yang membantunya mengatasi para pasukan dan mutan yang tidak segan menghabisi nyawa Artyom dengan sekejap.[2]

Permainan[sunting | sunting sumber]

Permainan tidak berubah banyak dari Metro 2033, tetapi tentunya semuanya ditingkatkan dari sebelumnya.[3][4] Masih menggunakan sistem ekonomi dengan menggunakan peluru mutu militer, pema harus memilih menggunakan peluru biasa yang lebih lemah, atau menggunakan peluru mutu militer yang kuat, tapi membuang-buang uang.[3] Uang ini bisa digunakan untuk membeli senjata dan peluru, serta memasang attachment ke senjata.[3] Dengan jumlah bagian di Metro (melawan manusia) dan di permukaan (lawan mutan) yang cukup seimbang, pemain bisa kewahalan ketika di permukaan karena pemain hanya bisa mengharapkan peluru yang sudah disediakan di area tersebut.[3] Menjelajahi dunia Metro: Last Light kali ini lebih menarik karena pemain bisa merasakan bagaimana suasana kehidupan Metro yang kelam.[3] Menjelajahi jaringan kereta bawah tanah ini juga cukup penting dikarenakan kembali hadirnya sistem moral.[3] Metro: Last Light memiliki dua ending yang bisa pemain dapatkan.[3] Ending ini ditentukan berdasarkan hal-hal yang pemain lakukan dalam game ini seperti mendengarkan cerita dari NPC, menolong orang-orang yang kesulitan, dan masih banyak lainnya.[3] .[5]

Sekuel[sunting | sunting sumber]

Metro Exodus dirilis pada 15 Februari 2019 sebagai sekuel langsung ke Last Light. Gim ini dirilis untuk PC, Xbox One, dan PlayStation 4. [6]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Kayser, Daniel (2013-03-01). "Metro: Last Light To Shine In May | Side Mission". GameTrailers. Diakses tanggal 14 Mei 2014. 
  2. ^ a b c d e f g h i j k l "MetroːLast Light". Jagatplay. Diakses tanggal 14 Mei 2014. 
  3. ^ a b c d e f g h "MetroːLast Light". Video Games Indonesia. Diakses tanggal 14 Mei 2014. 
  4. ^ "Metro: Last Light Faction Pack Review". RealGamerNewz. 2013-07-17. Diakses tanggal 14 Mei 2014. 
  5. ^ "Metro: Last Light, Review". Gry-Online.pl (PL). May 13, 2013. Diakses tanggal 15 Mei 2014. 
  6. ^ "Title sequence revealed". Deep Silver. 13 December 2018. Diakses tanggal 6 January 2019. 

Pranala luar[sunting | sunting sumber]