Mesin kabut

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Mesin kabut kecil untuk penggunaan di daerah perumahan.
Mesin asap memasukkan asap ke dalam blower untuk menghasilkan efek kabut di lokasi pembuatan film.

Mesin kabut atau sering juga disebut mesin asap, mesin kabut asap, mesin generator kabut, adalah perangkat yang memancarkan uap padat sehingga mirip dengan kabut atau asap. Kabut buatan ini paling sering digunakan dalam dunia hiburan profesional, mesin kabut yang lebih kecil dan lebih terjangkau harganya sangat umum untuk penggunaan pribadi.

Mesin kabut digunakan di berbagai aplikasi industri, pelatihan, dan beberapa keperluan militer. Biasanya, kabut dibuat dengan menguapkan cairan berbasis air, glikol, gliserin atau melalui atomisasi minyak mineral. Cairan (dalam bahasa sehari-hari sering disebut "jus kabut") akan menguap atau menyemprotkan atom di dalam mesin kabut. Setelah keluar dari mesin kabut dan bercampur dengan udara luar, maka uapnya akan mengembun sehingga menghasilkan kabut yang terlihat tebal.

Pada Mei 2005, sebuah hasil penelitian yang diterbitkan American Journal of Industrial Medicine,[1] yang dilakukan oleh School of Environment and Health di University of British Columbia, mengamati efek pernapasan yang merugikan pada anggota kru di berbagai tempat hiburan mulai dari teater, konser musik, hingga produksi televisi dan film. Studi ini menemukan bahwa paparan kumulatif terhadap minyak mineral dan kabut berbasis glikol terkait dengan efek samping akut dan kronis pada kesehatan pernapasan. Selain itu, studi ini juga menemukan bahwa paparan jangka pendek kabut glikol terkait dengan batuk, tenggorokan kering, sakit kepala, pusing, kantuk. Sedangkan untuk paparan jangka panjang terhadap asap dan kabut terkait dengan masalah pernapasan baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang berupa sesak dada dan mengi. Orang-orang yang bekerja paling dekat dengan mesin kabut berisiko mengalami pengurangan fungsi paru-paru mereka.

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Varughese S, Teschke K, Bauer M, Chow Y, van Netten C, Kennedy SM. Effects of theatrical smokes and fogs on respiratory health in the entertainment industry. American Journal of Industrial Medicine. 2005 May;47(5):411-8.