Mesin antrean

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari

Mesin antrian (bahasa Inggris:queuing system) adalah komputer yang dilengkapi dengan peragkat lunak antrean, dengan tampilan monitor komputer (atau LCD monitor / plasma / LCD Projector / dll) yang digantung di dinding. Memfoto konsumen dengan kamera digital dan menampilkan foto konsumen saat dipanggil. Memanggil dengan suara wanita dalam beberapa bahasa. Menampilkan nomor antrean dan nomor loket yang dituju di layar monitor. Menggunakan kartu antrean dengan bar code atau menggunakan mini printer.

Tipe[sunting | sunting sumber]

Terdiri dari 2 tipe yaitu dengan slip antrean dari mini printer atau dengan kartu antrean yang digesek ke bar code reader. Untuk Versi mini printer dilakukan dengan cara menekan tombol group antrian, ataupun via touch screen ( Layar sentuh ) pada menu yang group layanan yang dituju

Keistimewaan[sunting | sunting sumber]

Hanya perlu 1 unit untuk 1 ruang tunggu, dengan loket dan layanan dalam jumlah tidak terbatas. Output / Display dihubungkan ke monitor dalam jumlah tidak terbatas. Juga dapat dihubungkan ke amplifier / speaker dalam jumlah tidak terbatas.

Bisa diaplikasikan serba Nirkabel. dengan wifi system

Fasilitas[sunting | sunting sumber]

Terdapat fasilitas basis data / statistik dan data foto konsumen. Layar menampilkan data dan iklan perusahaan. Data tidak hilang saat listrik padam.

  • Suara

Memperdengarkan suara stereo sesuai nomor antrean diperdengarkan di speaker stereo. Suara bisa dalam bahasa apa saja. Dapat diganti kapan saja. Misalnya : "Nomor antrean 123 diharap datang ke loket 3, terima kasih".

Untuk pelanggan yang memiliki kartu anggota, akan dipanggil berdasarkan namanya, misalnya : "Bapak Alex diharap datang ke loket 2".

Panggilan dapat dalam 2 bahasa atau lebih, misalnya dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris atau bahasa Indonesia dan bahasa Jawa.

Dapat ditambahkan amplifier dengan speaker di halaman atau tempat parkir untuk panggilan suara.

FOTO Komputer akan memfoto setiap konsumen baru dengan kamera PC saat ia memilih nomor antrean. Foto konsumen ini akan ditampilkan saat ia dipanggil. Data ini disimpan 1 bulan.

TAMPILAN DI MONITOR Nama perusahaan. Nomor antrean dan loket yang dipanggil dan beberapa nomor sebelumnya. Foto konsumen yang dipanggil. Nama perusahaan, tanggal, hari, jam. Nomor antrean yang baru masuk mengantre. Gambar bergerak / video saat konsumen masuk.

Film, VCD lagu, Company Profile, dll saat tidak ada panggilan antrean. Foto iklan perusahaan pada saat tidak ada antrean baru. Berganti setiap 15 detik.

Text iklan perusahaan. Berganti setiap 15 detik. Tampilan display dapat disesuaikan dengan permintaan.

CCTV Merupakan sarana visual monitoring dari ruang lain (CCTV) dengan cara menempatkan monitor tambahan. Misalnya untuk satpam, petugas back office, kepala cabang dll. Tanpa fasilitas ini, mereka tidak bisa melakukan pengawasan visual terhadap ruang pelayanan dari ruang terpisah, kecuali dengan berjalan mendatangi ruang tersebut dan meninggalkan ruang kerjanya.

DATABASE Statistik setiap aktivitas loket di simpan dalam file sehingga dapat dilihat dalam pengolah kata seperti MS-Word atau diolah dalam database sederhana. Data yang disimpan adalah tanggal, menit dan detik serta nomor antrean yang dilayani dari masing-masing loket.


Data foto setiap konsumen, disimpan 1 bulan.

RUANGAN SEMPIT Cocok untuk ruang pelayanan yang sempit, karena konsumen tidak perlu antre berbaris di ruangan yang sempit, tapi setelah mengambil nomor antrean, dapat menunggu di ruangan lain, di luar ruangan, bahkan dalam mobil di lapangan parkir. Cukup disediakan tambahan horn speaker atau monitor tambahan di ruang lain, sehingga peningkatan jumlah konsumen tidak membutuhkan investasi untuk penambahan ruangan pelayanan.

RUANGAN LUAS Sangat memudahkan pelayanan untuk ruang tunggu yang sangat luas. Konsumen dapat duduk di mana saja tanpa takut terlewat antrean. Mungkin hanya diperlukan tambahan monitor.

CARA KERJA Jenis mesin antrean berdasarkan tombol pemilihan layanan oleh konsumen : 1. Mesin antrean dengan tombol = ada beberapa tombol (misalnya : CS, Teller, kasir, dll) yang diberi label yang dapat ditekan konsumen untuk memilih layanan yang diinginkan.

2. Mesin antrean dengan layar LCD dan tombol. Persis seperti mesin ATM, terdapat layar LCD dengan keterangan, pilihan, foto-foto, logo dan disampingnya ada tombol yang dapat ditekan konsumen untuk memilih layanan yang diinginkan.

3. Mesin antrean dengan layar sentuh / touch screen. Terdapat layar LCD dengan fungsi touch screen dengan keterangan, pilihan, foto-foto, logo dan layar dapat disentuh konsumen untuk memilih layanan yang diinginkan.

Jenis mesin antrean berdasarkan tiket : 1. Mesin antrean dengan mini printer. Konsumen menekan salah satu tombol atau menyentuh layar sesuai dengan layanan yang diinginkan dan mini printer akan mengeluarkan ticket nomor antrean. Dibutuhkan mini printer.

2. Mesin antrean dengan ticket nomor antrean berbentuk kartu dan bar code reader. Konsumen memilih ticket di rack sesuai dengan layanan yang diinginkan dan menggesekkanya di bar code reader. Di setiap rack telah terdapat ticket yang sebelumnya telah disusun secara berurutan. Tidak dibutuhkan printer dan dibutuhkan bar code reader.

3. Mesin antrean dengan tiket nomor antrean berbentuk kartu. Konsumen memilih ticket di rack sesuai dengan layanan yang diinginkan. Di setiap rack telah terdapat ticket yang sebelumnya telah disusun secara berurutan. Tidak dibutuhkan printer dan bar code reader.

Selanjutnya konsumen duduk menunggu dipanggil di dalam ruangan, di luar ruangan, di tempat parkir dll karena panggilan juga dilakukan melalui suara.

Setiap loket dilengkapi dengan dua tombol yaitu tombol untuk memanggil konsumen berikutnya dan tombol untuk mengulang panggilan. Juga bisa disediakan tombol untuk memanggil sembarang nomor.

Saat dipanggil, foto konsumen ditayangkan di layar monotor. Layar juga menuliskan nomor antrean dan nomor loket yang dituju. Diperdengarkan suara yang memanggil konsumen, misalnya "Nomor antrean 123 diharap datang ke loket 3, terima kasih". Atau "Bapak Alex diharap datang ke loket 2".

MANFAAT Meningkatkan pelayanan kepada konsumen. Konsumen tidak perlu berbaris berdiri menunggu dilayani, bahkan dapat duduk di dalam mobil di lapangan parkir karena panggilan juga dilakukan melalui suara.

Secara langsung dapat meningkatkan bonafiditas perusahaan dibanding kompetitor sehingga pelanggan tidak berpaling kepada kompetitor, bahkan dapat mengundang pelanggan kompetitor.

Benar-benar menghapus per-calo-an termasuk menyuruh orang lain untuk mengantri / mengambil slip antrean karena sistem akan memfoto dengan kamera video orang yang mengambil slip antrean dan menampilkan saat dipanggil. Loket dapat menerapkan kebijakan untuk tidak melayani konsumen yang berbeda dengan foto yang ditampilkan.

Cukup satu unit mesin antrean untuk satu ruang tunggu dengan jumlah loket dan layanan yang tidak terbatas.

TAMBAHAN - TAMBAHAN (Optional / Tidak harus ada) :

Kamera PC. Untuk menampilkan tayangan bergerak di display dan untuk memfoto konsumen yang baru masuk yang ditampilkan di display saat ia dipanggil.

Printer. Printer mini thermal atau dot matrix untuk mencetak slip antrean (khusus untuk mesin antrean dengan printer).

Display Loket. Menampilkan nomor loket berupa angka yang berkedip di setiap loket yang melakukan pemanggilan konsumen.

Mini Keypad / Keyboard. Keypad untuk memanggil sembarangan nomor tidak berdasarkan urutan antrean.

Aneka pilihan display. Display dapat dipilih atau ditambah berupa monitor komputer, LCD monitor, Plasma, projector dll, ukuran 15", 19" atau yang lebih besar.

Bar Code Reader. Bar Code Reader untuk menggesekkan kartu antrean (khusus untuk mesin antrean dengan kartu).

Layar LCD tanpa Touch Screen. Seperti mesin ATM, pilihan layanan dapat dilakukan dengan menekan tombol disamping layar LCD.

Layar LCD dengan Touch Screen. Sebagai pengganti tombol, dengan touch screen, konsumen menyentuh layar pada posisi layanan yang diinginkan. Ini akan membuat penampilan ruang pelayanan menjadi sangat mewah.

Kiosk / casing. Jika menggunakan Layar LCD dengan atau tanpa fasilitas touch screen, sistem dapat ditempatkan di meja atau di casing mirip box mesin ATM (kiosk).

Sumber: www.globaltechbali.com