Mesin 6 silinder segaris

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Lompat ke: navigasi, cari
Mesin BMW M20B25 dengan kepala silinder yang sudah diambil, menunjukkan piston dari mesin 6 silinder segaris.
Inline 6 Cylinder with firing order 1-5-3-6-2-4.gif

Mesin 6 silinder segaris atau 6 segaris adalah sebuah mesin pembakaran dalam yang memiliki 6 silinder terpasang membentuk satu garis lurus pada bak mesin. Semua pistonnya menjalankan satu buah crankshaft. Mesin 6 silinder segaris adalah mesin dengan desain paling simpel untuk menciptakan sebuah keseimbangan mesin, sehingga mesin jenis ini menimbulkan lebih sedikit getaran daripada mesin dengan silinder lebih sedikit.[1]

Kapasitas Mesin[sunting | sunting sumber]

Mesin 6 silinder segaris biasanya dipakai oleh para pabrikan otomotif untuk mesin mobil berkapasitas 2.0L sampai 5.0L.[2]. Meskipun pernah dipakai untuk kapasitas yang lebih kecil (karena mesinnya sangat halus), tapi ongkos produksinya menjadi besar. Ciri lain dari mesin ini adalah membutuhkan tempat yang agak besar karena seluruh 6 silindernya diletakkan segaris, menjadikan mesin ini membutuhkan ruang mesin yang lebih besar dari mesin 4 segaris, V6, atau V8.

Besaran Tenaga Mesin[sunting | sunting sumber]

Besaran Tenaga Mesin 6 silinder lebih kecil dari mesin V6 yang memiliki jumlah porsi tenaga yang lebih besar, isi silinder mesinnya paling besar 15.000 cc dan paling kecil 4.002 cc. Pada mesin 6 silinder segaris yang lebih ditonjolkan adalah besaran Torsi, yaitu tenaga mesin yang disemburkan pada putaran mesin tertentu untuk menghasilkan tenaga pada mesin silinder 6 segaris, sedangkan tenaga isi silindernya dibuat lebih kecil dari besaran torsi nya.

Kelebihan dan Kekurangan[sunting | sunting sumber]

Kelebihannya antara lain :

  • Biaya Perbaikan lebih Murah daripada mesin V6.
  • Konsumsi Bahan Bakar lebih Irit. (Terutama bahan bakar solar)
  • Diaplikasikan untuk kendaraan besar dan kecil.

Kekurangannya antara lain :

  • Pemasangan komponen mesin lebih sulit daripada mesin V6.
  • Tenaga yang disemburkan terbatas isi silinder.
  • Mudah mengalami panas berlebihan / Overheat.
  • Biaya operasi mesin lebih mahal.
  • Hanya digunakan untuk Kendaraan Besar saja.

Tren[sunting | sunting sumber]

Mesin 6 silinder segaris lebih dulu diperkenalkan daripada V6. Mesin ini sudah dipakai oleh pabrikan Spyker tahun 1903 dan mesin V6 baru dipakai tahun 1950. Tapi, karena mesin ini membutuhkan ruang yang besar, belakangan ini mesin ini sudah sangat jarang dipakai dan digantikan oleh mesin V6.[3]

Referensi[sunting | sunting sumber]

  1. ^ Nunney, pp. 12-13
  2. ^ Cheetham, p. 209
  3. ^ Nunney, p. 14