Meroda (senam)

Meroda, baling-baling, atau radslag adalah gerakan memutarkan tubuh dari samping badan. Gerakan ini dilakukan dengan kedua tangan satu per satu bertumpu pada lantai sambil memutarbalikkan tubuh. Kaki bergerak di atas batang tubuh dengan satu atau kedua tangan bertumpu pada lantai, lalu kaki kembali menapak ke lantai satu per satu, diakhiri dengan pelaku berdiri tegak. Gerakan tersebut disebut meroda karena lengan dan kaki bergerak dengan cara yang mirip dengan jari-jari roda yang berputar.
Meroda umumnya diperagakan pada senam lantai dan balok keseimbangan. Namun, gerak meroda juga dilakukan pada kegiatan selain senam seperti dalam pandu sorak, capoeira, dan tarian-tarian tertentu.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Gerakan meroda sudah dilakukan sejak dahulu dan biasa diperagakan pada pentas sandiwara oleh masyarakat Yunani dan Romawi kuno.[1] Peristiwa gerak meroda tertua terdokumentasikan di Düsseldorf setelah Pertempuran Worringen saat Adolf VIII, Pangeran Berg, mengalahkan Uskup Agung Köln pada tahun 1288. Akibat dari kemenangan tersebut, Düsseldorf menerima hak status sebagai kota dan anak-anak Düsseldorf merayakannya dengan meroda di jalanan.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- ↑ Andreu-Cabrera, Eliseo (2010). "Play and childhood in ancient greece" (PDF). Journal of Human Sport & Exercise. 5 (3). Faculty of Education, University of Alicante: 339–347. doi:10.4100/jhse.2010.53.04. Diakses tanggal 19 March 2025.
- ↑ "Do You Know The Story of the Famous Düsseldorf Cartwheeler?". Life in Düsseldorf. 12 September 2019. Diakses tanggal 19 March 2025.