Merienda
Merienda adalah kebiasaan makan ringan di sore hari yang sudah jadi bagian tak terpisahkan dari hari orang Spanyol, dan juga masih dilakukan di banyak tempat yang pernah dijajah Spanyol—dari Filipina sampai sebagian Amerika Latin. Biasanya dilakukan sekitar jam lima sampai tujuh malam, tepat di antara akhir siesta dan makan malam yang baru dimulai ketika lampu-lampu kota sudah menyala. Merienda lebih sering jadi alasan untuk duduk sebentar bersama keluarga atau teman, mengobrol santai sambil mengunyah sesuatu yang sederhana seperti sepotong roti dengan chorizo, churros yang masih hangat dicelup cokelat kental, atau bocadillo jamón yang dibungkus kertas lilin. [1]
Kebiasaan ini mulai terbentuk pada abad ke-18, ketika jarak waktu yang cukup jauh antara makan siang dan makan malam membuat para pekerja lapangan dan petani membutuhkan tambahan tenaga di sore hari. Di Andalusia, bentuk paling sederhana adalah roti desa yang digosok tomat segar dan ditetesi minyak zaitun; di Katalonia, orang lebih sering memilih ensaïmada atau coca manis. Ketika Spanyol menjajah Filipina, tradisi ini ikut menyebar dan berubah menjadi camilan sore dengan pandesal, bibingka, atau tsokolate-e.[2][3]
Di Spanyol masa kini, merienda tetap menjadi bagian rutin kehidupan sehari-hari. Anak-anak yang pulang sekolah pada sore hari biasanya langsung mencari camilan sebelum melanjutkan aktivitas. Orang dewasa yang baru selesai bekerja sering singgah sebentar di churrería untuk churros porras dengan cokelat kental, atau di bar lingkungan untuk bocadillo de tortilla de patatas. Pada musim panas, pilihan cenderung lebih segar: horchata dingin, gazpacho dalam gelas, atau granizado lemon.[4]
Merienda bersifat santai dan fleksibel. Ia bisa berlangsung di bangku taman umum, di teras rumah sambil mengawasi anak bermain, atau di meja kafe kecil. Di banyak kota, pelayan bar sudah hafal pesanan tetap: bocadillo calamares di Madrid, xuixos di Girona, atau fartons dengan horchata di Valencia. Di pedesaan, merienda sering hanya roti desa yang dibagi bersama tetangga di bawah pohon ara sambil mengobrol ringan.[1][3]
Di luar Spanyol, merienda tetap hidup dengan ciri khas masing-masing. Di Filipina, waktu sekitar pukul tiga hingga empat sore dianggap saat yang tepat untuk suman, puto, atau cangkir cokelat panas. Di Meksiko dan Amerika Tengah, istilah serupa kadang berubah menjadi lonche atau cena chica, tetapi fungsinya sama: jeda ringan sebelum makan malam.[2][4]
Merienda mencerminkan cara hidup masyarakat berbahasa Spanyol yang memberi ruang bagi jeda kecil di tengah hari yang panjang. Ia menjadi kebiasaan sederhana yang memungkinkan orang berhenti sejenak, berbagi makanan, dan menikmati kebersamaan singkat sebelum melanjutkan hari.[1][4]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 "Merienda". TasteAtlas. Diakses tanggal 20 November 2025.
- 1 2 "Origin of Merienda: The Spanish Afternoon Tea". Fascinating Spain. 10 September 2021. Diakses tanggal 20 November 2025.
- 1 2 "Merienda: The Afternoon Snack Tradition In Spain". Tasting Table. Diakses tanggal 20 November 2025.
- 1 2 3 "Best Recipes for Spanish Merienda". Fascinating Spain. 25 Mei 2023. Diakses tanggal 20 November 2025.