Lompat ke isi

Medaka

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Medaka
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Actinopterygii
Ordo: Beloniformes
Famili: Adrianichthyidae
Genus: Oryzias
Spesies:
O. latipes
Nama binomial
Oryzias latipes
Sinonim[2]
  • Poecilia latipes Temminck & Schlegel, 1846
  • Aplocheilus latipes (Temminck & Schlegel, 1846)

Medaka (bahasa Jepang: メダカ) adalah nama Jepang untuk spesies ikan Oryzias latipes. Ikan ini adalah anggota genus Oryzias (ikan beras), satu-satunya genus dalam subfamili Oryziinae. Ikan kecil asli Jepang ini, yang panjang tubuhnya dapat mencapai sekitar 3,6 cm (sekitar 1,4 inci), hidup di berbagai habitat perairan tenang seperti sawah, rawa, kolam, sungai berarus lambat, hingga kolam pasang surut. Spesies ini bersifat euryhaline, artinya mampu beradaptasi baik di lingkungan air tawar maupun air payau.[3]

Medaka dikenal sebagai ikan akuarium yang populer berkat daya tahannya yang tinggi serta variasi warnanya yang menarik, mulai dari putih krem hingga kekuningan di alam liar, dan dapat berwarna putih, kuning muda, atau oranye pada hasil budidaya. Selain itu, populasi transgenik dengan warna mencolok seperti kuning terang, merah, atau hijau juga telah dikembangkan, mirip dengan GloFish, meskipun penjualannya dilarang di Uni Eropa.[4]

Di Jepang, medaka telah dipelihara sebagai hewan peliharaan sejak abad ke-17 dan memiliki nilai budaya tersendiri.[5] Dalam proses reproduksinya, setelah pembuahan, induk betina membawa telur yang menempel di bagian depan siripnya untuk sementara waktu sebelum menempelkannya pada tanaman air atau benda lain di sekitarnya.[4]

Medaka umumnya ditemukan di habitat perairan dangkal seperti kolam kecil, sungai berarus lambat, dan area persawahan.[6] Spesies ini memiliki toleransi tinggi terhadap suhu air yang ekstrem, mampu bertahan hidup antara 0 hingga 42 °C, meskipun kondisi ideal bagi mereka berada pada kisaran 15–28 °C.[7]

Sebagai pemakan larva nyamuk dan plankton berukuran kecil, medaka berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memberikan manfaat bagi manusia. Dalam hal reproduksi, ikan ini tergolong produktif: betina dapat menghasilkan 10–20 butir telur per kali pemijahan, bahkan mampu bertelur setiap hari di lingkungan laboratorium. Medaka merupakan spesies yang berkembang biak secara musiman, biasanya bertelur pada periode antara musim semi hingga musim panas, dengan preferensi menempelkan telur di sekitar tumbuhan air di sawah atau kolam dangkal.[8] Telur-telur tersebut akan menetas setelah 4 hingga 10 hari.[9]

Selain itu, medaka memiliki sistem ginjal yang sangat efisien, memungkinkan mereka beradaptasi di berbagai tingkat salinitas, termasuk air asin dan air payau.[10] Di alam liar, rata-rata umur hidupnya mencapai sekitar dua tahun, sementara dalam kondisi laboratorium, mereka dapat hidup hingga tiga hingga lima tahun. Medaka dikenal sebagai ikan yang hidup berkelompok (schooling fish), dan menariknya, penelitian menunjukkan bahwa mereka mampu mengenali wajah individu lain dari spesiesnya sendiri.[11]

Di Jepang, medaka tidak hanya dipelihara sebagai hewan peliharaan tetapi juga banyak digunakan dalam pendidikan. Di dalam ruang kelas sekolah dasar di Jepang, para siswa sering membesarkan medaka untuk memberikan pengalaman langsung kepada siswa dalam merawat organisme hidup, serta untuk menumbuhkan apresiasi yang lebih luas terhadap siklus hidup hewan.[12]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Kanao, S.; Taniguchi, Y.; Watanabe, K. (2019). "Oryzias latipes". 2019 e.T166979A1159322. doi:10.2305/IUCN.UK.2019-2.RLTS.T166979A1159322.en. ;
  2. Froese, Rainer and Pauly, Daniel, eds. (2019). "Oryzias latipes" di situs FishBase. Versi April 2019.
  3. Froese, Rainer; Pauly, Daniel, eds. (2014). "Oryzias latipes summary page". FishBase (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03. Pemeliharaan CS1: Banyak nama: authors list (link)
  4. 1 2 "Oryzias latipes – Medaka (Poecilia latipes)". Seriously Fish. Diakses tanggal 2025-11-03.
  5. Mike Hellweg. "Ricefish from the Genus Oryzias". Tropical Fish Hobbyist Magazine (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-11-03.
  6. 牧人, 小林; 知尚, 頼経; 翔平, 鈴木; 彩美, 清水; 美香, 小井土; 優太郎, 川口; 洋一, 早川; さやか, 江口; 弘文, 横田; 義和, 山本 (2012). "屋外池における野生メダカ Oryzias latipes の繁殖行動". 日本水産学会誌. 78 (5): 922–933. doi:10.2331/suisan.78.922.
  7. Shima, Akihiro; Mitani, Hiroshi (2004-07-01). "Medaka as a research organism: past, present and future". Mechanisms of Development. 121 (7): 599–604. doi:10.1016/j.mod.2004.03.011. ISSN 0925-4773. PMID 15210169. S2CID 397672.
  8. Hirshfield, Michael F. (1980). "An Experimental Analysis of Reproductive Effort and Cost in the Japanese Medaka, Oryzias Latipes". Ecology (dalam bahasa Inggris). 61 (2): 282–292. Bibcode:1980Ecol...61..282H. doi:10.2307/1935187. ISSN 1939-9170. JSTOR 1935187.
  9. Iwamatsu, Takashi (2004-07-01). "Stages of normal development in the medaka Oryzias latipes". Mechanisms of Development. 121 (7): 605–618. doi:10.1016/j.mod.2004.03.012. ISSN 0925-4773. PMID 15210170. S2CID 16570978.
  10. Sakamoto, Tatsuya; Kozaka, Tomohiro; Takahashi, Akiyoshi; Kawauchi, Hiroshi; Ando, Masaaki (2001-02-15). "Medaka (Oryzias latipes) as a model for hypoosmoregulation of euryhaline fishes". Aquaculture. 193 (3): 347–354. Bibcode:2001Aquac.193..347S. doi:10.1016/S0044-8486(00)00471-3. ISSN 0044-8486.
  11. Wang, Mu-Yun; Takeuchi, Hideaki (2017-07-11). Tsao, Doris Y (ed.). "Individual recognition and the 'face inversion effect' in medaka fish (Oryzias latipes)". eLife. 6 e24728. doi:10.7554/eLife.24728. ISSN 2050-084X. PMC 5505697. PMID 28693720.
  12. Henson, Victoria; Scribailo, Robin (1993). "Promoting Active Learning in Developmental Biology Using the Japanese Medaka (Oryzias latipes) as an Experimental Model". Annals of the New York Academy of Sciences (dalam bahasa Inggris). 701 (1): 109–112. doi:10.1111/j.1749-6632.1993.tb19785.x. ISSN 1749-6632.