Mblawong Kulon

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jump to navigation Jump to search
Mblawong Kulon
Dusun
Negara  Indonesia
Provinsi Jawa Tengah
Kabupaten Temanggung
Kecamatan Gemawang
Kodepos 56283
Luas -
Jumlah penduduk -
Kepadatan -
Mblawong Kulon 1.jpg
Mblawong Kulon 2.jpg

Mblawong Kulon adalah sebuah dusun di desa Muncar, kecamatan Gemawang, Temanggung, Jawa Tengah, Indonesia.

Terletak di sebelah timur desa muncar dan merupakan dusun yang berbatasan langsung dengan dua kabupaten sekaligus, yaitu kabupaten kendal dan kabupaten semarang.

Geografi[sunting | sunting sumber]

Mblawong Kulon berada pada ketinggian kurang lebih 600 mdpl dan berjarak 8 km dari ibukota kecamatan Gemawang, 32 km dari ibukota kabupaten. Mblawong Kulon mencangkup daerah kurang lebih seluas 200 ha. Di atas lahan tersebut dipergunakan untuk bangunan/pekaranganladang/tegalan/huma, hutan negara, perkebunan negara/rakyat dan lainnya.

Pembagian administratif[sunting | sunting sumber]

Dusun Mblawong Kulon memiliki 1 rukun warga (RW) dan 9 rukun tetangga (RT).

Demografi[sunting | sunting sumber]

Dusun yang memiliki kurang lebih 150 rumah tangga ini berpenduduk lebih kurang 243 jiwa, terdiri dari 133 jiwa laki-laki dan 110 jiwa perempuan.

Penduduk usia 10 tahun ke atas bermata pencaharian sebagai petani tanaman pangan, kehutanan dan perkebunan. Lainnya bekerja di industri pengolahan, bangunan, perdaganganpengangkutankomunikasijasa, dll.

Sumber air minum berasal dari sumur dan mata air. Untuk penerangan, semua rumah tangga menggunakan PLN.

Pendidikan[sunting | sunting sumber]

Dalam bidang pendidikan (prakiraan) penduduk di atas 5 tahun yang tamat perguruan tinggi/universitas berjumlah 9 orang, akademi 9 orang, SLTA/sederajat 30 orang, SLTP/ sederajat 63 orang, SD/sederajat 84 orang, tidak tamat SD 31 orang, belum tamat/tidak sekolah SD 26 orang. Untuk sarana pendidikan terdapat 1 unit TK dan 1 unit SD/MI. Dusun Mblawong Kulon memiliki (prakiraan) 5 tenaga pendidik yang berprofesi sebagai pengajar di TK/Playgroup dan SD/MI setempat.

Kesehatan[sunting | sunting sumber]

Di bidang kesehatan, dusun Mblawong Kulon memiliki 1 posyandu,2 dukun bayi, dan 3 dukun pijat.

Ekonomi[sunting | sunting sumber]

Sebagian besar roda perekonomian warga dusun Mblawong Kulon adalah bergantung pada hasil pertanian, di antaranya kopi, cengkih, pisang, dan hasil tani lain. Dalam beberapa tahun terakhir terjadi peningkatan pendapatan ekonomi warga.

Seni dan budaya[sunting | sunting sumber]

Mblawong Kulon memiliki seni dan budaya yang merupakan hasil adaptasi dipadukan dengan budaya asli. Seni pertunjukkan kuda kepang (kuda lumping) yang berkembang di Mblawong Kulon mengadaptasi seni kesenian Leak dan pendet dari Bali.Selain kuda kepang juga berkembang seni musik dangdut, wayang orang. Budaya Nyadran/ mertideso/ bersih desa masih juga sering diadakan, tepatnya pada bulan Suro dalam kalender penanggalan Jawa.

Tempat wisata[sunting | sunting sumber]

Dusun Mblawong Kulon memiliki satu tempat wisata yang berada pada sisi barat pedesaan berupa sebuah bukit yang indah dan asri. Daerah wisata ini di namakan dengan Pegunungan Mbelang. Di tempat ini juga terdapat makam putra raja Majapahit ke V bernama Ki Ageng Suro Dipo Setyogati atau di juluki dengan Ki Ageng Sumo Maruto.

Desa2.jpg
Salah satu spot di atas pegunungan Mbelang
Panorama Mblawong.jpg

Sejarah[sunting | sunting sumber]

Mblawong memiliki arti Mbelang ing uwong.

Di mana kata Mblawong berasal dari dua suku kata berbahasa jawa yaitu Mbel yang berarti rasa sebal dalam hati dan lang yang berarti bisa hilang.

Setiap suku kata yang menyusun Mblawong memiliki makna sebagai berikut :

M : Manungso wajib manunggaling roso.

B : Budidayane urip kang becik.

L : Lurus lan larase urip luruo luhure budi pekerti kang luhur.

A : Akur ono ing angen-angene uwong urip agawe ayem tentreme anak-putu.

W : Waspodo lan Eling iku wajibe wong urip.

O : Ojo mbedha'ake marang sak pepadhaning urip ing alam ndunya, ala apik iku titahing kang Maha Kuasa.

N : Nyenengake lan nyandingo marang sadulur kabeh nyedha'a/ngepareka marang kang Maha Kuasa.

G : Gumringah cancut tali wandha sayuk rukun padha makarya.