Lompat ke isi

Mauremys japonica

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas

Mauremys japonica
Mauremys japonica
CITES Apendiks II (CITES)[2]
Klasifikasi ilmiah Sunting klasifikasi ini
Kerajaan: Animalia
Filum: Chordata
Kelas: Reptilia
Ordo: Testudines
Subordo: Cryptodira
Superfamili: Testudinoidea
Famili: Geoemydidae
Genus: Mauremys
Spesies:
M. japonica
Nama binomial
Mauremys japonica
(Temminck & Schlegel in Siebold, 1835[3])
Sinonim[4]
  • Emys vulgaris japonica Temminck & Schlegel, 1835
  • Emys japonica Gray, 1844
  • Emys caspica var. japonica Duméril & Bibron, 1852
  • Clemmys japonica Strauch, 1862
  • Mauremys japonica McDowell, 1964
  • Ocadia japonica Vetter, 2006

Kura-kura kolam jepang (Mauremys japonica), yang juga dikenal sebagai terrapin kolam jepang, adalah spesies kura-kura dari famili Geoemydidae yang endemik di Jepang. Dalam bahasa Jepang, namanya adalah nihon ishigame, yang berarti “kura-kura batu jepang.” Populasinya telah menurun akibat kehilangan habitat, tetapi belum dianggap sebagai spesies yang terancam punah.

Spesies ini diketahui dapat menghasilkan hibrida dengan kura-kura kolam tiongkok, kura-kura berleher garis tiongkok, dan kura-kura kotak tiongkok (serta kemungkinan spesies Geoemydidae lainnya) dalam penangkaran. Karena ketiga spesies tersebut jauh lebih langka dan populasinya terus menurun di alam liar.[5][6]

Kura-kura kolam jepang merupakan spesies akuatik yang ditemukan di berbagai perairan tawar, termasuk sungai, danau, kolam, rawa, lahan basah, serta sawah irigasi di dataran yang mengelilingi daerah perbukitan.[7] Meskipun dapat ditemukan di dataran rendah maupun di lereng pegunungan, penelitian menunjukkan bahwa mereka cenderung lebih mampu berkembang biak di dataran rendah.[8] Hal ini penting untuk dipahami dalam upaya perumusan langkah-langkah konservasi yang diperlukan guna melindungi spesies yang berstatus hampir terancam ini.

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Asian Turtle Trade Working Group (2000). "Mauremys japonica" e.T39612A97370705. doi:10.2305/IUCN.UK.2000.RLTS.T39612A10251032.en. ; ;
  2. "Appendices | CITES". cites.org. Diakses tanggal 2022-01-14.
  3. Temminck, C. J., and H. Schlegel. 1835. Reptilia. Chelonii. In: Ph. Fr. de Siebold, 1833-1838, Fauna Japonica. Leyden. 144 pp.
  4. Fritz Uwe; Peter Havaš (2007). "Checklist of Chelonians of the World". Vertebrate Zoology. 57 (2): 229. doi:10.3897/vz.57.e30895. ISSN 1864-5755.
  5. Buskirk, James R.; Parham, James F. & Feldman, Chris R. (2005). On the hybridisation between two distantly related Asian turtles (Testudines: Sacalia × Mauremys). Salamandra. 41: 21-26. PDF fulltext[pranala nonaktif permanen]
  6. Suzuki, Dai; Yabe, Takashi; Hikida, Tsutomu (December 2013). "Hybridization between Mauremys japonica and Mauremys reevesii Inferred by Nuclear and Mitochondrial DNA Analyses". Journal of Herpetology. 48 (4): 445–454. doi:10.1670/11-320. ISSN 0022-1511. S2CID 86411251.
  7. "Tortoise and Freshwater Turtle Specialist Group". Diakses tanggal 2022-10-28.
  8. Kagayama, Shawichi (August 2020). "Geographic Variation in the Growth of Japanese Pond Turtles, Mauremys japonica, in the Flatland and Mountain Regions of Chiba Prefecture, Japan". Current Herpetology. 39 (2): 87–97. doi:10.5358/hsj.39.87. ISSN 1345-5834. S2CID 221348416.