Mati listrik

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Loncat ke navigasi Loncat ke pencarian
Korsleting, salah satu penyebab umum terjadinya mati listrik

Mati listrik (biasa juga dikenal dengan mati lampu, listrik padam, atau pemadaman listrik) adalah sebuah keadaan ketiadaan penyediaan listrik di sebuah wilayah.

Penyebab teknis dapat berupa kerusakan di Gardu listrik, kerusakan jaringan kabel atau bagian lain dari sistem distribusi, sebuah sirkuit pendek (korsleting), atau kelebihan muatan.

Mati listrik dapat menyebabkan terhentinya aktivitas di rumah sakit karena banyak peralatan medis bergantung pada tersedianya listrik agar dapat berfungsi dan tugas-tugas lainnya pula memerlukan listrik. Oleh karena itu banyak rumah sakit memiliki generator listrik yang ditenagai oleh bahan bakar diesel dan diset untuk menyala secara otomatis bila terjadi gangguan persediaan listrik luar.

Jenis[sunting | sunting sumber]

Mati listrik total
Mati listrik sebagian/sementara

Mati listrik dikategorikan ke dalam tiga fenomena yang berbeda, berkaitan dengan durasi dan efek dari pemadaman:

  • Mati listrik akibat kerusakan permanen (permanent fault), adalah pemadaman listrik yang disebabkan oleh kehilangan daya yang besar yang biasanya disebabkan oleh gangguan/kerusakan pada saluran listrik. Daya secara otomatis dikembalikan setelah kesalahan dihapus.
  • Mati listrik sebagian/sementara (brownout), adalah suatu pemadaman yang terjadi akibat penurunan voltase pada persediaan daya listrik. Istilah brownout berasal dari peredupan yang dialami oleh pencahayaan ketika tegangan turun drastis. Brownout dapat menyebabkan kinerja peralatan yang buruk atau bahkan pengoperasian yang salah.
  • Mati listrik total (blackout), adalah pemadaman listrik yang terjadi karena hilangnya daya ke suatu daerah secara total dan merupakan bentuk pemadaman listrik paling parah yang dapat terjadi. Pemadaman ini seringkali terjadi karena adanya kerusakan langsung pada generator sehingga pembangkit listrik mengalami kesulitan untuk pulih dengan cepat. Pemadaman dapat berlangsung dari beberapa menit hingga beberapa minggu tergantung pada sifat pemadaman dan konfigurasi jaringan listrik.

Beberapa kasus besar[sunting | sunting sumber]

Indonesia[sunting | sunting sumber]

  • Mati listrik Jawa Bali 2005 yang memengaruhi 100 juta orang di Indonesia pada Agustus 2005.
  • Mati listrik Jawa 2019 yang merupakan mati listrik massal yang terjadi pada tanggal 4 Agustus 2019. Ini disebabkan oleh adanya gangguan transmisi 500 kV di Ungaran dan Pemalang yang menyebabkan terganggunya jaringan listrik. Akibat kejadian yang menimpa Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan sebagian Jawa Tengah ini, diperkirakan PLN mengalami kerugian sebesar 90 Miliar Rupiah.

Pranala luar[sunting | sunting sumber]