Lompat ke isi

Masker wajah

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Seorang wanita sedang menggunakan masker wajah.

Masker wajah adalah produk kecantikan berbentuk krim atau pasta kental yang diaplikasikan pada wajah untuk membersihkan atau merawat kulit agar lebih halus. Produk kecantikan ini biasanya mengandung mineral, vitamin, dan ekstrak buah. Selain berbentuk krim atau pasta, terdapat juga masker wajah berupa lembaran kertas, selulosa, atau kain yang digunakan untuk mengaplikasikan masker wajah.

Masker wajah pertama kali ditemukan oleh Madame Rowley pada abad ke-19 di Ohio, Amerika Serikat. Masker ini disebut sebagai "toilet mask" atau "face glove". Kemudian, masker wajah ini diiklankan sebagai produk yang dapat memutihkan, membersihkan, serta menjaga kecerahan kulit. Setelah itu, masker wajah resmi dipatenkan pada tahun 1875.[1]

Masker wajah mengandung bahan-bahan sebagai berikut.[2]

  1. Asam salisilat atau benzoil peroksida yang berfungsi untuk mengatasi jerawat.
  2. Vitamin C yang berfungsi untuk hiperpigmentasi dan garis halus.
  3. Asam hialuronat yang berfungsi untuk kulit kering.
  4. Asam glikolat yang berfungsi untuk kulit berminyak.

Masker wajah memiliki manfaat untuk memberikan nutrisi tambahan bagi kulit wajah. Lalu, masker wajah juga bermanfaat untuk melembapkan, mencerahkan, serta membuat kulit wajah menjadi bercahaya. Kemudian, masker wajah dapat memberikan dosis terkonsentrasi dari bahan-bahan bernutrisi untuk melembapkan, mengencangkan, serta menutrisi kulit. Selain itu, masker wajah juga dapat membantu mengunci kelembapan atau bahan aktif tertentu pada kulit, menciptakan lapisan pelindung yang dapat menghidrasi, melembapkan, mengeringkan, atau mengangkat sel kulit mati, tergantung pada formulasi bahannya sehingga membantu proses regenerasi kulit.[2]

Pemilihan masker wajah ini harus disesuaikan dengan jenis dan masalah kulit wajah. Kulit wajah berjerawat dapat menggunakan masker wajah dengan kandungan teh atau teh hijau untuk mengurangi peradangan. Kemudian, kulit wajah berminyak dapat menggunakan masker wajah yang memiliki kandungan lemon atau putih telur agar dapat mengontrol produksi minyak berlebih. Sementara itu, kulit wajah sensitif dapat menggunakan masker wajah yang mengandung lidah buaya.[3]

Referensi

[sunting | sunting sumber]
  1. Carlson, Karen J.; Eisenstat, Stephanie A.; Ziporyn, Terra Diane (1996). The Harvard guide to women's health. Internet Archive. Cambridge, Mass. : Harvard University Press. ISBN 978-0-674-36769-2.
  2. 1 2 "Cosmetic Face Masks and Formulation". cosmetics.specialchem.com (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2025-03-22.
  3. Tempo (28 Juli 2022). "Jangan Asal Pakai, Kenali Perbedaan Facial Mask dan Facial Scrub". Tempo. Diakses tanggal 22 Maret 2025.