Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan
Artikel ini sebatang kara, artinya tidak ada artikel lain yang memiliki pranala balik ke halaman ini. Bantulah menambah pranala ke artikel ini dari artikel yang berhubungan. (Mei 2025) |

Masjid Syaikhona Kholil adalah sebuah masjid yang terletak di Desa Martajasah, Kecamatan Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Masjid ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap ulama kharismatik asal Madura, Syaikhona Muhammad Kholil, yang dikenal sebagai salah satu tokoh penting dalam perkembangan Islam di Indonesia, khususnya dalam pendidikan pesantren.[1]
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Masjid ini berada di kompleks pemakaman Syaikhona Muhammad Kholil, yang merupakan ulama besar kelahiran Kemayoran, Bangkalan, pada tahun 1820 dan dimakamkan pada tahun 1925 di Martajasah, Bangkalan.[2] Ia dikenal sebagai guru dari para ulama besar Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari. Karena peran dan pengaruhnya yang besar, ia mendapat gelar "Syaikhona" dan dikenal sebagai Bapak Pesantren Indonesia.[1]

Pada awalnya, kawasan ini hanya merupakan bangunan pesantren sederhana yang dilengkapi dengan musala berukuran 8 × 10 meter. Seiring meningkatnya jumlah peziarah dan jamaah yang datang untuk berziarah ke makam Syaikhona Muhammad Kholil, pada tahun 2016 dilakukan renovasi besar-besaran. Musala tersebut kemudian dibangun menjadi masjid yang lebih besar dan representatif, yang kini dikenal sebagai Masjid Syaikhona Kholil.
Arsitektur
[sunting | sunting sumber]Masjid ini memiliki desain arsitektur yang megah dengan kubah utama berwarna emas serta satu menara yang menjulang tinggi. Bagian interior masjid dihiasi dengan ornamen kaligrafi Arab yang menghiasi dinding dan langit-langit. Salah satu keunikan dari masjid ini adalah desain tempat wudu berbentuk melingkar, yang jarang ditemukan di masjid-masjid lainnya di Indonesia.
Fasilitas
[sunting | sunting sumber]Fasilitas yang ada pada Makam Syaikhona Kholil ini cukup banyak yakni seperti:
- Kamar mandi.
- Masjid sebagai tempat beribadah.
- Bangku istirahat untuk bergantian saat sedang menunggu giliran berziarah.
- Banyak penjual makanan dan minuman khas Madura.
- Toko oleh-oleh atau souvenir.
Harga Tiket dan Jam Buka
[sunting | sunting sumber]Pengunjung Makam Syaikhona Kholil tidak dikenakan biaya alias gratis. Namun, seperti tempat wisata pada umumnya, akan dikenakan tarif parkir bagi pengunjung yang membawa kendaraan. Untuk jam buka sendiri, Makam Syaikhona Kholil buka 24 jam untuk umum.
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 Ketik.co.id; Widodo, S. (2023-04-25). "Masjid Syaikhona Kholil Bangkalan, Warisan Kemegahan Sang Guru". ketik.co.id. Diakses tanggal 2025-05-18.
- ↑ "Dunia Masjid :: Jakarta Islamic Centre - Masjid Syaikhona Muhammad Kholil". Diakses tanggal 2025-05-29.