Masjid Raya Mujahidin
| Masjid Raya Mujahidin | |
|---|---|
| Agama | |
| Afiliasi | Islam |
| Lokasi | |
| Lokasi | Akcaya, Kota Pontianak, Kalimantan Barat |
| Negara | Indonesia |
| Arsitektur | |
| Tipe | Masjid |
Masjid Raya Mujahidin adalah sebuah masjid yang berada di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Indonesia. Masjid ini menjadi salah satu markah tanah (landmark) utama Kota Pontianak dan terletak di pusat tersebut. Masjid ini menjadi pusat ibadah, dakwah, serta kajian Islam bagi umat Islam di wilayah tersebut.
Sejarah
[sunting | sunting sumber]Rencana awal
[sunting | sunting sumber]Gagasan pendirian Masjid Raya Mujahidin berakar pada dinamika politik dan sosial Kalimantan Barat setelah kemerdekaan Indonesia.[1] Pada masa pendudukan Jepang dan upaya kembalinya kekuasaan kolonial Belanda melalui NICA, Kalimantan Barat mengalami ketegangan politik antara golongan republikein dan federalis.[1] Dalam konteks tersebut, para pemuda revolusioner dan tokoh Muslim di Pontianak membentuk Gabungan Politik Indonesia (GAPI) pada tahun 1946 sebagai organisasi non-kooperatif yang secara tegas menentang NICA-Belanda.[1]
Setelah GAPI membubarkan diri pada tahun 1947, dibentuklah Ishlah Baitil Maal (IBM) sebagai sarana pengalihan aktivitas dari tekanan politik kolonial.[1] Tokoh-tokoh IBM kemudian menjadi delegasi Kalimantan Barat dalam Kongres Muslimin Indonesia (KMI) di Yogyakarta, setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia pada 27 Desember 1949.[1] Salah satu keputusan penting Kongres Muslimin Indonesia adalah pencanangan pembangunan masjid agung di setiap kota di Indonesia.[1]
Para tokoh Kalimantan Barat yang menghadiri kongres tersebut, khususnya Muzani A. Rani, Ahmad Mawardi Djafar, dan Abdul Rani Mahmud, menangkap peluang untuk merintis pendirian masjid raya di Kota Pontianak.[1]
Pembentukan Yayasan Mujahidin
[sunting | sunting sumber]
Sebagai tindak lanjut gagasan pendirian masjid raya di Pontianak, pada 2 Oktober 1953 dibentuk Yayasan Mujahidin yang bertujuan mendirikan masjid raya di pusat Kota Pontianak.[1] Pembentukan yayasan ini dikuatkan dengan sebuah akta di hadapan notaris.[1] Nama "Mujahidin" dipilih untuk merepresentasikan perjuangan umat Islam dalam mengantarkan kemerdekaan Indonesia, menegakkan syariat Islam, serta sebagai simbol jihad yang menegakkan kebenaran dan mengikis kebatilan.[1]
Masjid raya ini sejak awal diniatkan pula sebagai monumen perjuangan kaum Muslim di Kalimantan Barat.[1] Namun, realisasi pembangunan fisik masjid menghadapi kendala serius, terutama karena keterbatasan pendanaan, sehingga sejak berdirinya yayasan pada tahun 1953 pembangunan belum dapat segera dilaksanakan.[1]
Situasi semakin sulit ketika rezim Demokrasi Terpimpin memaksa pembubaran Partai Masyumi, yang mengakibatkan sejumlah tokoh pendiri dan pengurus Yayasan Mujahidin mengalami penahanan tanpa proses peradilan yang jelas.[1] Setelah dibebaskan, para tokoh tersebut kembali menghimpun potensi masyarakat untuk meneruskan cita-cita pembangunan Masjid Raya Mujahidin.[1]
Peresmian dan perkembangan awal
[sunting | sunting sumber]Pembangunan fisik Masjid Raya Mujahidin Pontianak dimulai pada tahun 1974.[2] Setelah melalui proses panjang, Masjid Raya Mujahidin akhirnya diresmikan pertama kali oleh Presiden Republik Indonesia Soeharto pada 23 Oktober 1978.[3][4] Peresmian tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kota Pontianak yang ke-207.[3]
Renovasi
[sunting | sunting sumber]Masjid Raya Mujahidin mengalami renovasi total yang dimulai pada tahun 2011 dengan perubahan menyeluruh pada tampilan bangunan.[3] Dalam renovasi tersebut, keberadaan kubah besar di tengah bangunan masjid tetap dipertahankan sebagai elemen utama.[3] Renovasi selesai pada tahun 2015 dan diresmikan kembali pada 20 Januari.[3][5] Peresmian renovasi pada Januari 2015 dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo.[4] Renovasi ini menjadikan Masjid Raya Mujahidin lebih representatif sebagai tempat ibadah dan pusat aktivitas umat.[3]
Bangunan
[sunting | sunting sumber]
Masjid Raya Mujahidin berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 4 hektare.[3][4] Bangunan masjid terdiri atas dua lantai dengan ukuran sekitar 60 meter × 60 meter.[4] Secara keseluruhan, masjid ini mampu menampung hingga sekitar 9.000 jamaah.[3][4]
Kawasan masjid terbagi ke dalam lima zona, yaitu bangunan utama, plaza dengan selasar di dua sisi, area parkir dan taman, area komersial, serta kawasan fasilitas pendidikan.[3] Masjid ini dilengkapi satu kubah besar ikonik di tengah bangunan, empat menara tinggi di keempat sudut, serta satu menara besar tambahan di area plaza.[3]
Gaya arsitektur Masjid Raya Mujahidin berkaitan dengan ragam arsitektur masjid era Kesultanan Utsmaniyah di Turki.[3] Di sisi lain, masjid ini juga menampilkan perpaduan unsur tradisional Melayu di Kalimantan Barat dengan penggunaan tiang-tiang penyangga yang dominan serta komposisi ruang yang terbuka dan simetris, yang merupakan karakter arsitektur tradisional Kalimantan Barat.[2]
Pemanfaatan
[sunting | sunting sumber]Masjid Raya Mujahidin secara rutin digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti salat Jumat, salat Id, salat tarawih, serta berbagai kegiatan kajian Islam.[4] Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, masjid ini juga menjadi pusat dakwah Islam di Pontianak.[4] Kehadiran Masjid Raya Mujahidin menjadikannya salah satu lokasi wisata religi di Kota Pontianak.[4] Masjid ini menjadi kebanggaan masyarakat Pontianak sekaligus saksi penting sejarah perkembangan Islam di Kalimantan Barat.[4]
Selain berfungsi sebagai tempat ibadah, Masjid Raya Mujahidin Pontianak juga menjalankan peran sosial kemasyarakatan melalui program bertajuk Mujahidin Peduli. Program ini mengusung tagline "Dari masjid untuk umat" dan menjadi wadah kepedulian sosial yang dikelola oleh pengurus masjid.[2]
Referensi
[sunting | sunting sumber]- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 Yapandi (20 Mei 2025). "Masjid Raya Mujahidin (1953-2015): Monumen Sejarah Perjuangan Dan Inovasi Umat Islam Kalimantan Barat Dalam Memperkokoh NKRI". IAIN Pontianak. IAIN Pontianak Press. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
- 1 2 3 Arfiana, Dyan (19 Desember 2024). "Masjid Raya Mujahidin Pontianak dan Hal-Hal Menarik Tentangnya". GoodNewsFromIndonesia.id. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 Junaidi, Doddy (9 Maret 2025). Boyke Sinurat (ed.). "Mujahidin Masjid Terbesar di Pontianak". Radio Republik Indonesia. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
- 1 2 3 4 5 6 7 8 9 "Masjid Mujahidin Pontianak, Masjid Terbesar yang Jadi Salah Satu Landmark Kota Pontianak". PontianakInformasi.co.id. 14 Februari 2023. Diakses tanggal 20 Januari 2026.
- ↑ "Sambutan Presiden RI pada Peresmian Masjid Raya Mujahidin, Pontianak, 20 Januari 2015". Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia. 20 Januari 2015. Diakses tanggal 20 Januari 2026.

